Lulus!!!

Be lulus!!!!!

harusnya ini postingan kemarin. Tapi karena satu dan lain hal, baru bisa posting sekarang deh

Ya, kemarin, Be dapat jadwal sidang pk 10 pagi (dia dapet sidang di hari pertama dalam round sidang dia loh hehe). Malamnya saya udah doain dia lewat telepon. Paginya saya telepon lagi sebentar dan BBM-an. Saya minta dia janji untuk telepon saya begitu sidangnya kelar. Telepon, dan bukan BBM.

Jadwal sidangnya seharusnya dari pk 10.00-11.30. Dan saat itu, waktu 90 menit terasa sangat panjang. Saya asli tegang banget. Saya bahkan nggak ngerasain ketegangan ini waktu saya sendiri yang sidang, soalnya saya lumayan yakin pasti lulus waktu itu *pedejaya*. Terus kenapa dong saya tegang? Bukan karena meragukan kemampuan dan performa Be di sidang. Tapi karena dulu orang dekat saya yang jurusannya setipe sama Be, nggak lulus padahal saya tahu dia rajin dan cerdas. Saya jadi punya ketakutan tersendiri sama sidang di bidang jurusan Be itu.

Ya, waktu berjalan lambat. Setahu saya, sidang biasanya kelar sebelum waktu di jadwal bener-bener berakhir. Perkiraan saya sekitar jam 11. Waktu jam komputer saya berubah ke angka 11, saya makin gelisah. Tapi… Tetap aja telepon yang dinanti nggak kunjung datang. Dalam 90 menit itu, saya pengeeeeen banget curhat ke orang lain, ceritain ketegangan saya, menerima dukungan. Tapi di sisi lain saya takut banget cerita-cerita ke orang. Saya takut pada akhirnya Be menghubungi dengan kabar buruk *amit-amit* dan dia harus menerima reaksi “kasihan” dari teman-teman kami di kemudian hari – karena saya kebanyakan curhat ke orang-orang lain.

Thanks God, seorang teman dekat kami berdua, tanya duluan soal sidangnya Be. Dan karena dia satu almamater sama Be, saya jadi merasa “layak” cerita ke dia. Dan selama 90 menit itu, dia ini yang temenin dan tenangin saya. Hehe *tengkyu, pren!

Jam menunjukkan 11.30. Belum ada kabar. Saya makin gelisah. Kok lama banget ya?

11.32, Saya kirim BBM: “gimana hasilnya? Kabarin dong”. Beberapa saat kemudian, simbol D berubah menjadi R, tapi tanpa balasan.

Saya mulai ngebayangin yang enggak-enggak.
Jangan-jangan Be ga lulus trus sekarang lagi menenangkan diri sebelum akhirnya -siap- menghubungi saya.
Saya mulai memikirkan efeknya ke keyakinan dirinya, rencana-rencannya, pekerjaan impiannya, dan efeknya buat hubungan kami.
Pokoknya yg jelek-jelek keluar semua. Hiks.

Sampai akhirnya kira-kira 11.40, masuk BBM: “aku lulus.”

Hei, mas! Telepon kek!!! Huh!! ‘Tak pentung ya! *ngomel sambil senyum*

2 thoughts on “Lulus!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s