Dia Memberi Lebih

Sejak dulu saya selalu bermimpi memiliki pasangan yang bisa memimpin saya dalam hal rohani. Saya sendiri datang dari keluarga yang kayaknya sih bisa dibilang relijius juga. Papa mama saya dulu ketemu juga pas lagi pelayanan remaja di gereja. Waktu saya kecil, mama saya getol ngajarin soal cerita Alkitab, lagu-lagu rohani, dan ternyata saya emang tertarik pada hal-hal kayak gitu, sampai saya gede.

Nah, walaupun mama saya kayak gitu, keluarga kami nggak pernah saling membahas kehidupan rohani masing-masing. Kita pergi ke gereja bareng, tapi ya cuma itu aja. Mungkin karena itu, semakin gede, saya semakin pengen punya persekutuan keluarga. Yah, gak muluk-muluk, minimal doa bareng aja deh. Makanya sejak dulu, saya selalu bermimpi punya pasangan yang bisa memimpin saya dalam kehidupan rohani.

Sejak umur belasan, karena satu dan lain hal akhirnya saya kecemplung dalam macam-macam kegiatan pelayanan. Waktu saya ketemu Be, posisinya si Be adalah ketua bidang oikmas (yang tugasnya pelayanan ke sesama, ke orang-orang yang membutuhkan) sedangkan saya koordinator buletin remaja (yang tugas dominannya bikin-bikin topik pembinaan melalui tulisan termasuk juga nulis artikel). Sebenernya dari perbedaan bidang pelayanan ini, udah keliatan kalo kami ini beda banget cara melayaninya. Saya adalah si bawel, tukang sharing, terbiasa menuangkan isi pikiran dan pengalaman secara lisan dan tulisan, sehingga buntutnya kadang orang suka ngerasa saya lebih holly daripada mereka. Padahal ya menurut saya sih cuma karena saya suka ngomong, jadinya keliatan kaya gitu.

Nah sementara si Be nih, sesuai bidang pelayanannya, terbiasa lebih banyak bertindak daripada bicara. Bahkan bisa dibilang dia nggak suka banget yang namanya sharing. Waktu awal saya kenal dia, dia juga super grogi kalo lagi public speaking. Salah satu kejadian yang saya inget, waktu dia harus mimpin rapat pleno pengurus (bareng ketua bidang lainnya) dan harus ngomong dengan mic, saya inget lihat tangannya sedikit gemetar dan suaranya ragu-ragu. Tapi entah kenapa, melalui doa dan pergumulan saya (yang waktu itu kita lagi dalam proses pedekate), saya yakin dia bisa memimpin saya.

Di awal-awal pacaran, saya sempet gregetan juga sama ke-diam-annya. Jangankan sharing pengalaman rohani pribadi, sharing hal-hal kecil kegiatan sehari-hari aja dia pelit banget. Dan ekspresinya terlihat defense kalo saya ajak doa bareng atau ngomongin soal-soal rohani. Saya sempet juga kesel dan mikir: kok kita kayanya gak compatible banget ya dalam hal ini?

Tapi seiring waktu, semakin lama Be bertumbuh jadi seorang pria yang semakin membuat saya kagum. Perbedaan style kami dalam melayani malah mengajarkan saya banyak hal, salah satunya untuk nggak mudah menilai orang lain. Terbukti, dalam kediamannya, Be seringkali menjadi pihak yang jauh lebih dewasa dan ‘rohani’ ketika menenangkan saya yang sedang menghadapi masalah. Be tetap nggak sering ngomongin kata “Tuhan”, tapi tindakan dan kata-katanya cukup menunjukkan ada Tuhan di dalamnya.

Sekarang, setelah (hampir) 4 tahun pacaran, dialah pihak yang selalu mimpin doa waktu kita mau makan bareng. Dia juga yang ketika kami saat teduh bareng, doanya begitu tulus sampe bikin saya pengen nangis. Dia juga yang jadi pendukung terbesar saya ketika saya mau memulai suatu perubahan dalam pelayanan di kepengurusan kami. Dan dia nggak cuma mendukung dengan kata-kata, tapi juga dengan tindakan.

Tuhan itu lucu. Sering kita meminta sesuatu, tapi Dia memberi lebih.

2 thoughts on “Dia Memberi Lebih

    • Iya, abisnya aneh rasanya kalo lagi makan bareng, trus sebenernya kita kan sama-sama pasti doa. Aneh juga kan doa sendiri-sendiri, ya sekalian aja doa bareng. Memupuk kebiasaan baik. Hehe. Iya, kadang kalo gue sih emang perlu sharing dan denger sharing. Butuh pernyataan gitu kali ya.😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s