Urusanku

Awal minggu ini, kami memutuskan untuk melakukan sesuatu yang cukup besar dan signifikan untuk masa depan kami (belum bisa publish sekarang detilnya, yang jelas bukan pernikahan, belum… Haha). Hal itu segera menyita perhatian kami. Perasaan excited, takut, bingung, semua campur jadi satu.
Perhatian saya juga lumayan tersita, padahal kerjaan kantor juga lagi membutuhkan perhatian penuh dari saya. Sore tadi, saya BBM Be. Kira-kira seperti ini percakapan kami di dunia maya:

Di: capeeee!!!
Be: kenapa? Cape apa?
Di: cape kerjaan
Be: kenapa kerjaannya?
Di: lagi buanyak banget. Ga abis-abis. Pusing. Dan rencana kita juga sedikit banyak nyita pikiran aku.
Be: kamu konsen kerja aja. Rencana itu ga usah dipikirin. Itu urusanku.

Ah seneng banget ‘denger’ dia ngomong kaya gitu dengan penuh inisiatif. Saya jadi tahu, dia bener-bener bersedia ‘dibebani’ tanggung jawab akan masa depan kami.

Thank you, God… for giving me him.

2 thoughts on “Urusanku

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s