Bun Can

Sebagai wanita norak manis yang baru pertama kali punya pacar, di awal-awal pacaran, saya berharap punya panggilan sayang dengan si Be. Tapi kita bukan tipe-tipe romantis yang hobi manggil dengan Hon, Beb, Say, dan teman-temannya. Saya malah bisa rada merinding denger panggilan kaya gitu, geli euy. hehehe. Lalu, suatu hari dalam diskusi kurang penting kami mengenai hal ini, lahirlah panggilan sayang kami

Di: Be, ayo dong bikin panggilan sayang. Masa kita manggilnya nama aja, sama kayak orang lain.

Be: Ya udah, apa dong?

Di: Apa ya?

Be: Ya udah, aku manggil kamu ‘Can’ aja deh.

Di: Can? *langsung geer* *pedejaya* *kirain singkatan dari cantik*

Be: Iya, biar orang-orang yang denger kirain aku manggil kamu “CANtik”, padahal “maCAN”

*PLAKKKKKK!!!!!!!!*

Dasar pacar absurd. Saya bingung ada apa antara saya, Be, dan macan.

Lalu dalam diskusi itu, saya memutuskan memanggilnya “Bun”, kependekan dari TamBUN.

Dan sejak saat itu…..

Kami saling manggil dengan…..

nama asli kami

Yah, namanya juga pasangan kurang romantis, mau sayang-sayangan aja susah. Kami malah manggil Bun dan Can cuma kalo lagi ledek-ledekan. haha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s