Our Very First

Seperti yang udah pernah saya ceritakan sebelumnya, pendekatan Be ke saya nggak lancar-lancar amat. Kami seringnya berhubungan melalui SMS dan telepon, dan itupun bisa suatu saat intens banget, lalu tiba-tiba ngilang sendiri lalu Be dan saya  sibuk dalam kehidupan masing-masing (yang sebenernya, Be mungkin sibuk sendiri sementara saya ketar-ketir nungguin SMS-nya :p)

Lalu suatu hari, setelah masa ‘dingin’ tanpa saling menghubungi selama beberapa minggu, mendadak Be mulai SMS lagi dan tau-tau cerita kalo besok harinya (29 Desember 2006), dia mau pergi nonton sama keluarganya. Dan… dia ngajak saya. Saya yang waktu itu masih bingung sama perasaan saya (dan kejelasan niatan Be) jadi ragu mau ikut atau nggak. Mungkin karena saya tipe cewe konservatif yang nggak mau sembarangan kasih harapan ke cowo kalo belum jelas ya? Atau mungkin saya hanya jiper sama embel-embel ‘nonton bareng keluarganya’?

Antara pengen ikut buat memastikan kejelasan niat Be, dengan keengganan karena takut nanti ternyata bakal garing kalo pergi sama dia, saya sibuk berusaha nyari-nyari temen buat diajak pergi bareng (jadi saya nggak ‘sendirian’). Ya, ini emang ‘taktik’ saya dari dulu kalo diajak jalan sama cowo yang lagi pedekate sementara sayanya sebenernya nggak niat atau masih ragu. Hehe. Temen saya itu ternyata nggak bisa. Huks. Saya mules seharian, bingung mau ikut atau nggak.

Sampai akhirnya saya memutuskan ikut.

Menjelang siang saya dijemput dengan sebuah mobil kijang yang terisi penuh. Ya ampun, ternyata yang dimaksud dengan keluarganya adalah sepupu-sepupunya yang kalo dijumlahkan dengan saya, totalnya ada 7 orang, dengan range usia mulai dari kelas 2 SD sampai yang seumur saya. Sepanjang perjalanan, saya malah lebih banyak ngobrol dengan sepupunya Be yang seumur saya dan kebetulan sekampus. Be lebih banyak diem. Masih jaim dia waktu itu. Hehe

Dan ternyata saya diajak nonton apa, coba?

Film anak-anak, Bo…. hehehehehe tapi saya suka banget film ini jadinya. Atau karena ada Be-nya? *blush*. Yang jelas, setelah pulang, mama saya bilang, muka saya berbinar-binar.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s