Alasan Saya Suka “New York, I Love You”…

…walaupun saya nggak ngerti jalan ceritanya:

Karena dari judul dan posternya, keliatan kalo ini film tentang cinta. Seperti kebanyakan wanita lain, I looooove romance!

Karena dibintangi nama-nama besar yang biasanya ‘menjanjikan’ kualitas film yang juga bagus, macam Natalie Portman, Bradley Cooper, Christina Ricci, Orlando Bloom, daaaaan masih banyak lagi.

Karena setting-nya di kota New York (ya iyalah, keliatan dari judulnya), salah satu kota yang selalu menarik hati saya karena banyak gedung-gedung bagus, dan terutama karena ada Broadway di sana. Saya seringkali jadi lebih excited menonton film yang sedikit banyak menyajikan pemandangan dan suasana kota ini.🙂

Karena waktu baca review-nya, dikatakan bahwa ini gabungan film-film pendek yang tokohnya ternyata saling berhubungan satu sama lain. Sounds like an idealistic movie, dan saya selalu curious dengan segala karya seni yang idealis.

 Karena waktu itu saya udah punya Be. And watching movie about romance-in-the-city-I-love with a boyfriend seems like a perfect idea.

Karena saya tahu, walaupun Be (waktu itu) nggak suka romance movie, seringkali dia tetap bersedia mengikuti pilihan film saya.

Karena hari itu entah kenapa (sampai hari ini pun saya nggak tahu), mood Be terlihat kurang bagus. Dia terlihat nggak excited ketemu saya. Tapi hari itu saya sangat excited menanggal, saya bersedia menjadi inisiator segala acara hari itu dengan sukacita.

Karena sebenarnya kami nggak berencana nonton hari itu, tapi begitu lewat di depan Blitz, saya melihat film yang saya nanti-nanti ini diputar, dan secara tersirat, saya berusaha ngajak Be nonton ini.

Karena Be terlihat nggak memperhatikan apapun yang saya ucapkan, sekadar bilang “terserah” dengan wajah datar, mengikuti apa saja yang saya ajukan, yang dikiranya dapat menyenangkan saya.

Karena saya akhirnya nggak tahan, harus terus-menerus berusaha ‘mengangkat’ mood dia hari itu, sementara saya nggak tahu apa penyebab keanehannya. Dan dia pun seolah nggak tahu.

Karena saya akhirnya ngambek, batal ngajak nonton, minta dianter pulang aja, dan begitu nyampe rumah, saya minta dia segera pulang.

Karena saya akhirnya memilih mengunci kamar, tertidur pulas, dalam kesal dan sedikit tetes air mata, sendirian, dalam ketidakmengertian kenapa komunikasi terkadang menjadi sangat sulit.

Karena tak sampai satu jam kemudian, saya terbangun dengan perasaan sudah tidur amat panjang, karena ketukan di pintu kamar. Dan mendapati wajah Be yang penuh penyesalan di depan pintu.

Karena Be berhasil membuat saya mengeluarkan semua uneg-uneg panjang saya hari itu, tanpa sekalipun membela diri, lalu ketika saya sudah lelah bicara, dia mengakhirnya dengan sebuah permintaan maaf.

Karena lalu Be membuka dompet, mengeluarkan dua buah tiket New York, I Love You dari dalamnya.

9 thoughts on “Alasan Saya Suka “New York, I Love You”…

  1. hahha awal2 baca kirain film baru, ternyata ini film yang waktu itu, duluuuuu, pernah lo ceritain :p gw cuma inget kejadian ngambek2an dan tiket nonton itu hehehe. manis ya si be hihihihihi

      • Iya, setelah gw banyak nulis di blog ini juga jadi semakin ngerasa gitu. Dulu si awal2 pacaran emang cuek banget, tapi tambah ke sini, tambah perhatian n sweet. Udah kaya gitu aja, eke masih suka complain ya. Emang suka keterlaluan. haha

  2. Pingback: 24 Hal Manis | Cerita Bendi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s