Love Speeding

Latar Belakang:

Saya berkantor di daerah yang merupakan jalur 3 in 1. Jam pulang kantor saya jam 6 sore, tepat di tengah waktu 3 in 1. Karena itu, saya (yang ‘bawa’ mobil) tiap hari, menerima tumpangan teman-teman sampai ke sebuah stasiun. Mereka bisa lebih cepat tiba di stasiun (nggak perlu nunggu bus buat ke stasiun), saya bisa lebih cepat sampai rumah (bisa nembus 3 in 1, ga perlu lewat jalur alternatif yang supermacet di jam pulang kantor). Yah anggap aja joki gratisan. Hehe

Situasi:

Hari itu tgl 30 Desember, saya dijemput Be di kantor, untuk langsung ke acara makan malam (menjelang) tahun baru keluarganya. Sejak jam makan siang, saya sudah mengingatkan teman-teman ‘joki gratisan’ saya kalo saya mau pulang tenggo karena dijemput pacar dan mau segera ke acara keluarga.

Problem:

1. Ms. X salah seorang rekan kerja (yang FYI, sama sekali nggak deket sama saya), membuat saya kesal karena dia agak maksa nebeng pulang. Kalo cuma nebeng sampe stasiun (yang deket kantor itu) aja sih nggak apa-apa. Masalahnya, dia mau nebeng lebih dari separuh perjalanan (soalnya rumahnya searah dengan rumah saudaranya Be). Yah bukan mau jahat, tapi kan jadi nggak nyaman dan leluasa. Padahal kami emang harus mampir dulu ke rumah Be, repot kan kalo ada orang lain. Ini bikin saya bad mood.

2. Teman-teman lain yang mau nebeng, lamaaaaaa banget siap-siap pulangnya. Padahal udah saya ingetin dari siang kalo saya hari itu dijemput (nggak bawa mobil) dan mau buru-buru karena ada acara keluarga. Bahkan 10 mnt dan 5 mnt sebelum jam pulang, saya ingetin lagi. Tapi mereka berlama-lama dengan semena-mena. Jam 6 lewat saya ke meja mereka, komputer masih nyala. masih minta ijin mau ke toilet dulu, dll dll. Dan ketika saya berjalan tergesa-gesa ke mobil pacar, mereka tetap aja jalan seperti putri solo jauh di belakang saya, nggak berusaha untuk mempercepat langkah.

Lalu…

saya yang sampai di mobil Be duluan (karena itu tadi, mereka jalannya lamaaaaa) spontan langsung ngoceh-ngoceh begitu masuk mobil. Be cuma dengerin aja.

Yang Be lakukan….

Begitu teman-teman saya masuk mobil, Be langsung tancap gas. Nyetir dengan sangat ngebut, nyalib sana sini, ekspresinya bete, sambil sesekali ngeliat jam. Saya sampai ketakutan sendiri, takut kecelakaan dan takut Be bete beneran. Tapi entah kenapa deep down, saya punya feeling dia pura-pura doang.

Tepat setelah teman-teman saya turun di stasiun…

Be cengar cengir sambil ngomong, “Sekarang bisa biasa-biasa lagi… hehehe….”
Saya: “Loh, jadi tadi sengaja? Kenapa?”
Be: “Iya, biar mereka tau kita kesel.” (sambil ketawa-ketawa, nyetir dengan santai).
Saya: (bengong)
Be: “Besok bilang ke mereka: sorry pacar gue nyetirnya kayak gitu kemaren. Soalnya buru-buru mau ke acara keluarga dia.”

Be tahu saya tipe yang nggak akan pernah bisa negur dan tegas soal ginian. Dia ngelakuin ini untuk nunjukin ke teman-teman saya kalo kami nggak suka kelambatan mereka. Dan dia mengambil tempat peran ‘jahat’ itu buat saya….

2 thoughts on “Love Speeding

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s