His Proposal

Awalnya saya nggak pengen cerita tentang rencana merid kecuali ke teman dekat. Tapi berhubung saya sempat mendadak sadar venue yang saya incar nggak cukup kapasitasnya, panik, dan lalu ‘terpaksa’ cerita ke beberapa teman dengan maksud minta rekomen venue. Nah karena cerita inilah, pertanyaan yang keluar dari beberapa teman adalah: “Wah, gimana dia lamarnya?”

Eh, sejujurnya, saya nggak nyadar loh tadinya kalo cewe-cewe di luar sana sangat mementingkan adegan “will you marry me?”. Saya pikir cuma cewe-cewe di barat yang ngarep-ngarep diminta nikah secara private dan romantis sama cowonya. Saya pikir, rata-rata pasangan yang pacaran serius di sini ya umumnya udah rencanain merid dari jauh-jauh hari, jadi pertanyaan itu nggak terlalu penting lagi. Yah, setidaknya saya sih emang tipe yang kaya gitu: nggak mentingin adegan lamaran private.

Tapi, sejak denger curahan hati beberapa wanita… *lirik kittenholic*, dan baca posting Aina dan Angela tentang hal ini, saya baru ngeh… oh ternyata penting ya? Hehe. Nah nah nah… jadi saya mau cerita nih, gimana rangkaian lamaran si Be. Ayo simak….

Lucu juga ya dilamar kayak gini?

Di suatu sore, kita lagi nonton TV di sofa rumah saya, mendadak dia ngomong:
Be: “Mamaku kemaren nyuruh aku liatin kalo ke mall, kamu suka kalung kaya gimana.”
Di: *bingung*

Di sore hari yang lain, di depan TV yang sama dan di sofa yang sama…
Be: “Aku udah tanya Pak Suta, jadwal pendeta untuk pemberkatan udah keluar belom. Dia bilang belom, jadi aku book sekalian dia buat tanggal *sensor*
Di: *bingung lagi*

Malam hari, di hari yang sama…
Be: “Orang-orang tuh kapan yang book tanggal merid?”
Di: “Mmm biasanya sih setahun sebelumnya ya. Kenapa?”
Be: “Kalo gitu kita musti cepet daftarin tanggalnya ke gerja dong?”
Di: *bingung-bingung seneng* :p

Keesokan paginya, di BBM:
Be: “Aku udah telepon ci Febry (petugas tata usaha gereja), aku udah booking tanggal *sensor* jam 10 pagi.”

Ya, demikianlah rangkaian marriage proposal Be ke Di yang dilakukan dengan semi-sepihak. Romantis nggak? Buat saya sih, romantis banget. Salah satunya, karena tanggal yang di*sensor* yang dia tentukan itu adalah tanggal yang saya andai-andaikan dua tahun lalu menjadi tanggal merid kami. 😀

 

 

 

9 thoughts on “His Proposal

  1. Gue orangnya hopelessly-romantic sih, so I demand that kind of stuff from my not-so-romantic husband hehehe… Plus jadi bisa punya cerita yang bisa di-share ke temen-temen *nyombong* dan anak cucu (halah).

    Btw… Temen gue ada yang dipropose pake fortune cookie, tulisan di dalemnya: “Today’s your lucky day, someone’s about to put a big rock in your finger, so you’d better decide now.” I thought it was the cutest!

    • Aw…. pengen juga kalo dilamar yang lucu2 kaya gitu mah… hehehehe. Eh mungkin tipe2 romantic-nya gue emang kaya gini (lucu-lucu gitu)

  2. Pingback: It’s Official: We Are Engaged « Cerita Bendi

  3. Pingback: 2011: Tahun Kejutan! | Cerita Bendi

  4. Pingback: 24 Hal Manis | Cerita Bendi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s