Tentang Dia

Dari luar, Mas Ben terlihat sangat fleksibel, sangat ‘lembek’ tentang pilihannya. Dia kelihatan bersedia ngikut apa aja pilihan saya (bukan dalam hal wedding aja, tapi dalam segala hal), dan mudah diubah pikirannya. Hehe.

Tapi saya tahu, di dalamnya, untuk hal-hal yang prinsip dan penting, dia cukup keras hati.

Dan saya bisa tahu, dari nada suaranya, dari pilihan kata-katanya, kapan dia mewajibkan saya *yang bandel ini* untuk nurut.

Walaupun jarang, moment-moment seperti ini terjadi beberapa kali dalam hubungan kami.

Salah satunya saat ini….

Waktu dia menegur ke-terbuka-an saya di dunia maya. Hehe.

 

 

Barusan aja dia memuji blog ini, lucu katanya, dan dia seneng bacanya. Tapi dia juga mempertanyakan beberapa hal, kenapa saya posting informasi yang menurut dia sebaiknya disimpan saja terlebih dahulu. Dia kuatir, walau kecil kemungkinan, ada orang-orang yang menyalahgunakan info-info yang saya bagikan di sini. Huhu, sedih sih, jadi merasa lain kali harus banyak mikir sebelum posting sesuatu.

Dengan caranya, dia memperhalus setiap tegurannya, dan mengakhirinya dengan “itu menurut aku, kalau menurut kamu nggak apa-apa, ya nggak masalah”, membuat saya nggak merasa dikekang, tapi diajak mikir.

Tapi dari caranya berargumen, saya tahu ini waktunya saya nurut. Dipikir-pikir kekuatiran dia banyak benernya juga.

Kalo pembaca-pembaca yang sering komen, dan yang saya kenal lewat blog-nya masing-masing, tentunya saya nggak kuatir lah ya. Tapi dengan traffic yang kadang-kadang nyampe 200-an perhari, tanpa tahu siapa aja mereka, mana tahu ada yang jadi muncul ide aneh-aneh dan iseng-iseng? :p

Parno? Iya parno memang… tapi ya namanya dunia maya, kan pisau bermata dua ya.. memang perlu bijaksana dalam membagikan informasi.

 

 

Tapi tentunya info mengenai vendor, nggak akan saya sensor kok. Hehe…. kan biar membantu para capeng lain.

 

 

Moral dari cerita ini…. bukan soal bijaksana di dunia maya… tapi tentang how I love the way he treats me, tentang ketegasannya yang terselubung, tentang caranya menegur saya dengan lemah lembut, tentang pengenalan dirinya akan saya yang makin dikerasin makin rebel….

Love the way you love me, Mas Ben.

4 thoughts on “Tentang Dia

  1. ya kalo cerita2 personal, apalagi tentang lu ama pasangan, sebaiknya sebelum posting, kasih pasangan baca dulu. tanya dia comfortable gak ama positngan itu. kalo sama2 comfortable baru dipost.🙂

    • Justru kalo cerita mah dia hepi2 aja. Malah bangga dia kayanya. Hehe. Dia concern soal informasi yang berupa ‘data’ kaya nama tempat, alamat, tanggal, dan foto yang terlalu menggambarkan lokasi. Takut disalahgunakan orang aja sih informasi seperti itu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s