His Prayer

Mas Ben selalu enggan kalau diminta mimpin doa (kecuali doa makan, itu emang selalu dia yang mimpin). Tapi sekalinya dia mimpin, doanya bisa panjang dan ‘dalem’ *cieh*

Sabtu yang lalu, kita ikut kelas Bina Pranikah di gereja. Di sesi terakhir, yang diberi nama sesi “Refleksi Kasih”, kita dikondisikan duduk sepasang-sepasang dalam ruangan remang-remang cahaya lilin, dengan diiringi lagu-lagu rohani, dan narasi renungan dari Pendeta. Di sesi ini kita diharapkan bisa lebih bebas dan nggak malu-malu (karena gelap kan) untuk menunjukkan ekspresi kasih ke pasangan. Eh eh tapi ekspresi kasihnya bukan yang fisik dan gak senonoh yaaaaaa *itu mah ekspresi nafsu ye, bukan kasih* . Lebih ke menyatakan syukur ke Tuhan dan terima kasih ke pasangan.

 

Saya dan Mas Ben ngapain?

 

Cekikikan tentunya, sambil maen adu ayam (tahu gak? yang mainnya kayak salaman, terus jempol nya berusaha menjepit jempol lawan sampe gak bisa bergerak) dan ngobrol bisik-bisik. Kenapa? Soalnya bingung siiiih. Kita nggak biasa romantis-romantisan gituuuh. Romantis buat kita tuh ya jalan-jalan ke tempat baru, lalu spontan makan di pinggir jalan, atau outbound bareng. Yang fun gitu lah.

Eh tapi kita dengerin kok renungan dari pendetanya… beneran deh. *takut blog-nya dibaca pak pendeta*. Eh tapi bener kok Hehe.

Walau sambil cekikikan, dengan gaya kita, kita tetep nyatain rasa syukur karena Tuhan udah mempertemukan kita, satu sama lain. Jujur aja, mendengar sharing rekan-rekan lain sepanjang bina pranikah, saya merasa hubungan saya dengan Mas Ben sangat penuh berkat. Thanks God banget deh.

Dan di akhir sesi itu, Mas Ben akhirnya doain saya (dan hubungan kami), seperti biasa, doanya panjang *hehe* dan ada sepotong kalimat yang sangat mengena dan saya inget sampe sekarang, kira-kira begini isinya:

 

“… dan suatu saat nanti semoga kami diberikan anak-anak yang lebih baik daripada kami.”

*melted* Gimana bisa nggak jatuh cintrong sama pria macam ini? *hihi*

 

Eniwei baswei….. singkat cerita, kita udah dapet SIM dong!!! *Surat Ijin Menikah a.k.a. Piagam Bina Pranikah. Horeeee udah boleh kawiiin!!!!! *siap-siap ditimpukkin pembaca*

7 thoughts on “His Prayer

  1. Pingback: 24 Hal Manis | Cerita Bendi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s