Nggak Ada Mujizat Sebesar Itu

Situasi 1:

Papa dan Mama (maksudnya papa mama Mas Ben ya) lagi jalan-jalan ke Israel. Suatu malam, anak lakinya yang centil ini SMS ke sang Mama.

Mas Ben: “Hai, Ma! Apakabar? Ngapain aja di sana? Kangen nggak sama Benny?”
Mama: “Mama lagi… bla bla bla…. (lupa apa aja). Nggak, Mama nggak kangen sama Benny. Kangennya sama apotek”

*JLEB Mas Ben!* *Sang istri langsung sibuk menghibur sang suami yang patah hati oleh Mamanya sendiri*

Keterangan: Mama memang punya apotek, dan hobinya emang kerja. haha. Kalo kamu-kamu tinggal di Jakarta Barat dan butuh obat, Apotek Taman Cosmos superlengkap dan bisa diantar loh *kok jadi promosi*.

 

Situasi 2:

Suatu sore (tepatnya barusan aja :p). Sang Mama yang (sepertinya) akhirnya kangen sama anak lakinya, mengirim BBM

Mama: “Ben, lagi di mana?”
Mas Ben: “Di kantor, Ma. Kenapa?”
Mama: “Gak apa, kok anteng gak telepon-telepon”
Mas Ben: “Hahaha. Sibuk, Ma. Stress di kantor”
Mama: “Kerja gak boleh stress. Bolehnya rajin” —> Hihi bijak yah

*Langsung di screengrab sama si suamih, dikirim ke istrih* *sambil pamer-pamer kalo Mamanya kangen* *lalu si istrih langsung nulis blog* :p

 

Situasi 3:

Test food di Batavia Marina, 2 minggu sebelum wedding kami. Karena Papa Mama pernah kondangan di Batavia Marina, sebelumnya kita discuss buat pilih menu mana yang enak. Dan Mama mau menu ikan yang dipanggang pakai kentang dan jamur karena katanya enak. Saya dan Mas Ben nggak nemu menu itu waktu kondangan di Batavia Marina, jadi kita nebak-nebak dari menu yang ada di daftar, dan kita nebak wrapped gindara. Dan waktu test food dan Wrapped Gindara dibagikan…

Mama: “Kok kaya gini ya? Waktu itu gak kaya gini”
Saya: “Oh beda ya? Berarti yang waktu itu bukan wrapped gindara kali namanya” *sambil liat-liat menu lagi, cari menu ikan lainnya*
Mama: “Iya apa ya namanya? Kayanya gindara kok.”
Mas Ben (tanya ke marketing): “Ci, ada menu ikan lain gak? yang dipanggang, pake kentang dan jamur *sesuai deskripsi Mama*”
Marketing: “Mmm…. nggak ada sih. Coba saya ambilin daftar menunya ya”
Papa: *sambil curiga* “Waktu itu nyobain makanan itu pas kondangan di sini nggak?”
Semua: *hening sebentar* *memandang ke Mama*
Mama: *dengan muka lempeng* “Nggak, bukan di sini”

GUBRAK.

Haha. Ternyata Mama cobain menu itu waktu kondangan di tempat lain dan berharap berasumsi kalo di Batavia Marina ada menu itu juga.

 

Situasi 4:

Waktu Dea, sahabat saya merid, Mama jadi majelis pendamping di pemberkatannya. Jadi Mama menyaksikan sendiri tuh gimana Mamanya Dea kasih surprise di pemberkatan. Lalu beberapa minggu sebelum wedding day kami, terjadilah percakapan antara si anak laki tengil dengan Mamanya

Mas Ben: “Ma, nanti Benny merid, Mama mau kasih surprise nggak tuh kayak Mamanya Dea?”
Mama: “Wah, nggak ada mujizat yang sebesar itu, Ben”

………………………………………………………

Okeh. Demikianlah kisah Mama baru saya yang nggak kalah bodornya. Sekian dan terimakasih.

Jadi tau dong Mas Ben gen-nya banyakan diturunin dari siapa? Haha.

15 thoughts on “Nggak Ada Mujizat Sebesar Itu

    • Bukan Menara Batavia… *gak ada menaranya*. Batavia Marina. Haha. iye itu tempat lumayan baru kok, dan emang jarang karena lokasinya yang terpojok sepertinya.

  1. Hai, aku baru ketemu nih blog ini, pas lagi nyari2 info vendor2 yang aku pake nanti pas merit. cara penulisannya menarik, kayak lagi baca novel aja. aku di kantor ampe lupa sama kerjaan, haha, keep blogging yah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s