Shenzen City Tour (D4/6)

Cerita sebelumnya bisa dibaca di sini, di sini, dan di sini

OK, sebelum ingatan (dan mood) saya mulai memudar, mari lanjut ke cerita hari ke-6, di mana kita muter-muter Shenzen. Karena liburannya sendiri udah lewat lebih dari sebulan, saya minta maap ya kalo ada yang kurang detail atau kronologis yang mungkin kurang tepat. Ya pokoknya kan inti ceritanya tetep bener yah.

Tujuan pertama pagi itu adalah ke Window of The World. Tempat ini berupa sebuah taman yang sangat besar, berisi miniatur bangunan dan icon-icon dunia, mulai dari menara Eiffel, Taj Mahal, Mount Rushmore National Memorial, piramid (lupa namanya, Giza kali ya?), air terjun Niagara, sampai candi Borobudur dan Prambanan.

Buat saya yang belum pernah ngeliat sebagian besar dari bangunan dan icon aslinya, miniatur ini udah terlihat cukup bagus. Apalagi beberapa dibuat dengan ukuran cukup besar, seperti miniatur menara Eiffel dan piramid (lengkap dengan suasana gurunnya). Ya boleh lah buat gaya-gaya-an seolah udah keliling dunia. Buktinya, ada temen yang komenin foto kami di depan ‘ Menara Eiffel’. Dia kira kami baru balik dari Paris. Haha.

Karena tamannya guede banget, di sana disediakan kereta buat keliling-keliling taman, yang akan berhenti sebentar di beberapa spot supaya kita bisa foto-foto. Sebenernya lebih OK kalo jalan kaki sih, biar lebih puas menikmati semuanya, tapi mungkin butuh seharian penuh, dan butuh kaki berstamina OK. haha.

Di dalam Window of The World juga ada beberapa rides dan show, tapi kita nggak dibawa nonton show di sini, karena katanya lebih bagus di Splendid China Folk Village. Dan rides-nya….? Nggak ada yang main tuh.

Setelah keliling naik kereta, kita dikasih free time buat jalan-jalan sendiri. Tapi saya dan Mas Ben milih buat duduk aja di bangku-bangku taman, sambil ngobrol, menikmati suasana, dan mengamati orang-orang yang lewat.

Spot wajib foto di depan Window of The World

background: pemandangan di seberang Window of The World

Keliling dunia!

Akhirnya honeymoon ke Paris *ngarep*

Antara Paris dan Roma *labil*

 

………………………………………

Dari Window of The World, kami diajak makan siang, lalu keliling-keliling ke berbagai toko souvenir *sigh*. Mulai dari toko giok, teh, sutra, sampai toko obat.

Buat saya sih, yang paling unik ya toko obat. Pernah denger istilah lama, buat orang yang terlalu bawel atau suka membual, sering dibilang ‘kayak tukang obat’? Yang suka ngomong kayak gini sih biasanya angkatan Papi-Mami saya deh. Dulu saya nggak ngerti, kenapa orang bawel diasosiasikan kayak tukang obat. Ternyata…ya tukang obat di Cina emang kayak gitu… Bisa ngomong nggak berenti-berenti dan promosi gila-gilaan tentang pengobatannya.

Biasanya, seluruh anggota rombongan bakal dibawa ke sebuah ruangan. Di situ bakal dijelaskan tentang pengobatan tradisional Cina, termasuk jenis-jenis tumbuhan yang biasa dipake. Juga nggak lupa disebutin siapa aja orang-orang penting yang pernah berobat ke toko obat/klinik tersebut.

Dari ruangan pertama, biasanya kita dibawa ke ruangan demo (tapi ini pengalaman saya yang dulu, kalau kemarin sih nggak ada demo). Yang paling standar, biasanya udah disediakan bara api dengan rantai besi di atasnya. Lalu nanti sang pendemo bakal megang rantai yang membara itu pakai tangan kosong!!! Sumpah ngilu dah ngeliatnya….sampai kecium bau-bau daging kebakar macam barbeque gitu deh. Ewww. Dan ini bukannya tanpa rasa sakit macam kuda lumping gitu loh ya. Si pendemo mukanya keliatan kesakitan sambil meringis-ringis soalnya. Abis itu, dia langsung olesin krim banyak-banyak ke tangannya yang kebakar itu. Dan dia bilang, besoknya pasti udah sembuh, dan lusanya, dia udah bisa demo lagi. Giling!!!

Nama krim-nya Bao Fu Ling. Dan krim ini emang terkenal manjur sih. Keluarga saya pasti nitip ini kalo ada yang lagi pergi ke Cina. Saya pernah nggak sengaja megang panci panas yang baru diangkat dari kompor, pakai krim ini, dan sama sekali nggak melepuh!

*Oke…kenapa malah saya yang jadi tukang obat yah?!*

Lanjut…dari ruangan demo, biasanya rombongan akan dibagi-bagi per keluarga kecil, di mana masing-masing keluarga bakal diperiksa sama seorang sinshe. Pemeriksaan cuma dilakukan dengan ngeliat garis tangan, raut muka, dan lidah. Abis itu, bisa ditebak, langsung deh keluar diagnosis macam-macam, lengkap dengan resep yang harus ditebus dengan harga muahal.

Di sinilah kita harus kuat iman supaya tidak termakan bujuk rayu para tukang obat. Eh tapi kalo emang percaya dan suka sama pengobatan tradisional Cina sih, malah bakalan seneng diperiksa gratis. Kalo saya pribadi sih, kurang yakin ya.

Sekian cerita tentang tukang obat…

………………………………………

Setelah selesai ‘tour’ ke toko-toko souvenir, menjelang sore, kita diantar ke Splendid China Folk Village. Tempat ini juga sebuah theme park yang amat luas. Ada bangunan miniatur nya juga, tapi tema nya tentang Cina semua, seperti Temple of Heaven atau Great Wall.

Dulu, waktu pergi sama Dea, kami dikasih waktu banyak di tempat ini, jadi bisa eksplor lebih banyak. Saya lebih suka Splendid China daripada Window of The World. Mungkin karena suasananya yang lebih teduh (banyak pohon dan bunga-bungaan), penuh bangunan-bangunan berbentuk rumah -rumah kecil bernuansa Cina tradisional, dan banyak jajanan dan barang dagangan yang unik. Salah satu yang saya ingat dulu adalah gulali yang dibentuk jadi naga atau phoenix. Keren, euy!

Dekorasi payung-payung di Splendid China

Cakep ya…. *photo by Charli*

Suka suasananya🙂

 

Tapi kemarin ini, karena waktunya mepet, kita ‘cuma’ sempat nonton show-show nya aja. Sayang banget sih sebenernya…tapi di sisi lain kaki saya juga udah terlalu menderita buat dibawa keliling taman lagi *efek foot massage udah ilang*.

Di Splendid China, ada 2 show utama: ‘The Oriental Costume Show’ di siang hari dan ‘Dancing with The Dragon & The Phoenix show’ di malam hari. Dan sambil menunggu jam tayang kedua show tersebut, ada beberapa show gratisan.

Kita diajak tour guide buat nonton ‘Big Horse Show’. Kata Charli sih ini show yang gratisan. Tapi saya liat di blog orang, katanya bayar 10 yuan. Entah yang mana yang bener…yang jelas kalo bayar sih, rugi banget deh nonton ini. Akting para pemainnya malas-malasan, dan show-nya kayak kurang rapih. Saya dan Yosi sampe ketiduran pas nonton ini…. padahal lokasinya di stadion yang outdoor dan panas.

Big Horse Show *photo by Charli*

Lalu kita nonton ‘The Oriental Costume Show’ di teater indoor, yang intinya nunjukkin kebudayaan, pakaian, lagu dari suku-suku di Cina. Saya suka banget show ini. Bajunya bagus dan unik, tariannya cantik, tata panggungnya keren, dan…ruangannya ber-AC. Hihihihi. Di sini, kita duduk paling belakang, jadi bisa foto-foto dengan enaknya (karena nggak halangin orang yang duduk di belakang). Ehtapi pas hampir di akhir acara, kita baru sadar kalo ternyata nggak boleh foto! (emang kita masuknya telat sih, jadi nggak denger peraturannya. Maaf yaaaa). Karena itu, saya nggak share foto di sini ya. yang jelas sih bagus banget.

Setelah makan malam, kita nonton show kedua ‘Dancing with The Dragon & The Phoenix show’ di teater outdoor. Ini macam pertunjukan puncak, dan memang keren banget. Walau saya kurang ngerti jalan ceritanya karena text Inggris yang acakadut…. tapi koreografi, akrobat, kostum, tata panggung, musik, special effect, dan permainan lighting-nya cukup bikin amazed.

Dancing with The Dragon & The Phoenix

Ada kejadian nyebelin pas nonton ini.

Coba bayangin dulu deh…bentuk teaternya tuh seperti stadion. Jadi kursi-kursinya bertingkat, semakin ke belakang semakin tinggi. Dan karena show-nya dilakukan di malam hari, suasananya gelap (cuma terang di sekitar panggung).

Di tengah-tengah show, saya ngerasa ada yang licin di bawah kaki saya. Saya bingung sih, soalnya seinget saya tadinya nggak berasa licin di daerah situ. Begitu show selesai dan lampu menyala, keliatanlah kalo emang ada genangan air di bagian kaki saya. Saya celingukan sambil nyari asal airnya. Sementara itu, penonton yang duduk di depan saya juga celingukan ke belakang (ke arah saya).

Dan barulah ketahuan, air itu adalah air pipis, saudara-saudara!!! Yang berasal dari anak kecil yang duduk di belakang saya!!!

Kalau dari cerita Yosi (yang duduk di sebelah saya), sepertinya si anak kecil pipis di plasti (atau botol) tapi kemudian plastik (atau botol) itu jatuh dan tumpah. Pipisnya ngalir sampe ke kursi di depan saya.

Ampun deh.

………………………………………

Sayang ya rasanya. Sebenernya theme park di Shenzen tuh bagus-bagus loh. Rapi, bersih, dan terawat. Show dan tema-tema yang diangkat juga menarik.

Yang bikin pemandangan kurang enak, sekali lagi ya para penduduk aslinya. Para pria, tua dan muda, ganteng dan biasa aja, rapih maupun santai, punya kebiasaan nguntel-nguntel bagian bawah baju sampai ke perut, dan beraktifitas biasa aja, seolah nggak ada yang aneh dengan itu. Kebayang nggak? Jadi di dalam taman yang indah ini, banyak pria-pria yang jalan dengan perut nongol ke mana-mana.

Ya kalo perutnya six pack semua sih saya nggak komplen yaaaa.

Lah ini kok yang *kayaknya* six pack malah nggak ada yang pamer perut?!!! *kecewa ceritannya*

Hihi ya gitu deh… saya sih rada-rada risih ya liat udel di perut-perut buncit bertebaran di mana-mana.

Satu lagi… banyak bayi laki-laki yang nggak dipakein celana! Jadi mereka ditaro di stroller atau digendong dengan bagian bawah telanjang. Atau kalau pakai yang model jumpsuit, bagian bawahnya nggak dikancingin. Tadinya saya cuma notice 1 baby yang kaya gitu, dan saya heran sekaligus kasian. Saya pikir ortunya lupa atau gimana lah, sampai tuh bayi tidur di stroller tanpa celana. Tapi eh tapi banyak loh baby cowo tanpa celana seliweran di mana-mana.

Dan suatu ketika di sebuah taman di Splendid China, saya baru ngeh kenapa baby-baby ini nggak dipakein celana. Jadi di taman itu, saya melihat sebuah adegan di mana si Papa gendong baby nya tanpa celana, dan baby nya pipis aja gitu langsung (ke taman). Jadi…mereka tuh sepertinya emang sengaja nggak dipakein celana, biar kalo pipis ya langsung aja.

Haduh…

Prihatin gak sih?

Kalo anunya digigit semut gimana?

*tutup muka*

Udahan ah ceritanya… besok lanjut Macao ya!!!

 

To Be Continued

13 thoughts on “Shenzen City Tour (D4/6)

  1. Hahahah..exactly!! Di China itu manusianya yang masih ngga bisa berubah. Mau sebagus apapun dibikin itu city, ya manusianya tetep JOROK JOROK (itu yg utama bikin ilfeel)… terus kalo soal cara berpakeannnn… error.. Di gedung sebelah kantor gue itu, karyawan dari China daratannya ada kali 500 orang, pakeannya hmm hmm… no comment deh..

    • Iya sih bener juga. Kalo dipikir-pikir, pas pindah dari Hongkong ke Shenzen, langsung berasa beda look-nya. Di Hongkong rata2 keren n lumayan modis. Pas di shenzen… Agak2 rainbow style. Hihi.
      Powered by Telkomsel BlackBerry®

  2. Windows of the World itu panas banget ya bo! Keringetan deh muterin itu taman.

    Terus itu kenapa bayi2 nggak dipakein celana? Hari gini kan banyak pedophile!!! Tapi emang orang China itu jorok-jorok semua sih, entah kenapa ya?

    • Iyaaa window of the world panas buanget. Heran padahal sebenernya banyak pohon, kenapa panas yak? Di splendid china jauh lebih adem rasanya.

      Wah iya gue gak kepikiran pedofil *maklum belom jadi emak2*. Gue cuma takut anunya digigit serangga atau kena kotoran dan infeksi aja, kan kasian.

      Iya nggak ngerti kenapa jorok2. Mungkin budaya yang mendarah daging ya.
      Powered by Telkomsel BlackBerry®

  3. kemaren gua juga diajak tuh ke toko obat bao fu ling hahahaha, nyokap gua beli satu biji… botolnya kan lumayan gede… nyampe jkt, dia pindah2in ke botol kecil trus dijualin hahahahaa…

    di shenzhen masih mending.. coba kalo di guangzhou, guilin, dll… joroknya lebih parah… haaaiizzz…

  4. ih tournya bisa sama persis kayak pas saya pergi kemarin. Abis dari hkg (disneyland) trus shenzen trus macao. Padahal saya arrange tour sendiri loh. Tapi saya gak ke toko obat donggg.. PS. akhirnya keluarga ada yang kemakan rayuan si penjual obat gak? hehehehe

  5. hahaha.. kemaren keciprat minyak gw nyari2 si baofuling dan akhirnya dikasih ama temen.. dah pake bbrp kali tapi kulit gw tetep bertanda tuh.. mungkin lebih ampuh kalo pas kena panas langsung pake.. kalo gw kan udah lewat 3 hari baru pake..

    Di komplek itu selain windows of the world dan splendid china ada amusement park yg namanya HAPPY VALLEY, tempat main kayak dufan tapi jauh jauh lebih gede.. sempet kesana ga?

    • Oh ada amusement park juga? Boro-boro mampir sana. Ke Window of The World sama Splendid China nya aja cuma mampir doang rasanya. Haha. Tapi sebelum pergi, gw sempet browse soal theme park di Shenzen yang katanya bagus tapi banyak keluhan karena masalah teknis yang sampe bikin orang tewas. Lupa sih namanya Happy Valley apa bukan. Tapi kan ngeri ya boook.

  6. huaaa seru nih gue emang lagi nyari-nyari trip arah sana tapi ga masukin china. kayak kata leony, gue masih kesel sama kejorokan orang china🙄 btw seruuuu ceritanya hihihi nagih bok.

    • Loh sebelumnya merasakan kejorokan orang China di mana? Emang sih gw kalo bukan gara-gara acara keluarga besar sih ogah balik ke Cina (Shenzen). kalo Hongkong sama Macao sih mao banget balik lagi someday.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s