Why Blogging?

OK memang topik ini bisa dibilang ‘kemaren banget deh’ alias ‘so yesterday!’. Tapi saya serasa dipanggil-panggil buat nulis ini *lah ge er aja siapa juga yang manggil*

Karena itu…dengan azas-sebodo-amat-ada-yang-mau-baca-apa-nggak, saya jawab pertanyaan ‘Mengapa Blogging?’. Dan jawabannya adalah…

GARA-GARA DEA!!!

Singkat, padat, jelas…

Udah gitu aja? Ya nggak lah ya… kalo pendek gitu mah nge-tweet aja gak usah nge-blog. *panjang amat pengantarnya*

Blog Pertama

Saya inget pas SMA, si Dea ngajak-ngajak saya bikin blog di Friendster. Saya sih main Friendster juga tapi kalo blog… makanan apakah itu? Sama sekali gak punya gambaran. Waktu saya tanya Dea, dia bilang…

“Ya… kaya nulis-nulis diary gitu deh…”

Yang tentu saja saya jawab dengan songongnya

“Nulis diary terus buat dibaca orang gitu?”

Buat saya, nulis diary itu hal yang teramat private. Sejak bisa nulis, saya udah suka nulis diary walaupun semangatnya on-off mulu kayak koneksi internet F*RST Media *jadi curhat*. Dan setahu saya diary harusnya berisi hal yang sangat pribadi, makanya percetakan pada bikin diary pake gembok kan? Logikanya…supaya nggak ada yang bisa baca kan?

Lah kok sekarang malah nulis diary buat dibaca orang? Ini konsep yang tidak bisa diterima akal sehat saya.

friendster_logo

Tapi lalu tahun 2005 saya masuk kuliah. Dan sumpe deh kuliah DKV semester pertama tuh nyantai pake banget. Alhasil saya banyak waktu di rumah, iseng, dan mulailah menulis blog. Idealisme saya waktu itu, nggak akan nulis cerita sehari-hari macam diary. Isi blog saya harusnya hasil pemikiran-pemikiran saya (yang serius maupun iseng-iseng doang), bukan sekadar curahan perasaan.

Ya ya…saya emang songong dari sononya. Haha.

Mangkanya tuh blog isinya sampe ada tentang pendapat saya tentang Lenin. *haish*

Dan tentu saja, bersama wafatnya Friendster, blog saya juga beristirahat dengan tenang di alam sana. Tapi saya udah sempet menyelamatkan beberapa tulisan ke blog kedua saya.

Blog Kedua

Saya pindah rumah ke blog kedua JUGA GARA-GARA DEA.

Ya…gara-gara tahun 2008, Dea memperkenalkan saya sebuah dunia baru bernama Blogspot yang superkeren dibanding Friendster…. ditambah saya (lagi-lagi) sedang kebanyakan waktu luang di tempat magang. Jadilah iseng-iseng bikin blog di sana, lalu jatuh cinta pada si rumah baru, dan akhirnya hijrah sepenuhnya dari Friendster.

Sejujurnya saya suka sama isi blog ini. Ada beberapa hasil pemikiran saya yang kalo dibaca ulang sekarang, bikin saya tersenyum-senyum heran. Di masa-masa itu, saya punya banyak waktu luang, yang bikin saya bisa berimajinasi lebih banyak dan menulis dengan gaya yang lebih kreatif daripada sekadar mencurahkan kata-kata.

Cuma satu yang saya nggak suka: Alamat blog-nya.

Tiap kali orang tanya alamat blog saya, saya harus ngeja dengan agak ribet ke mereka karena namanya pake tanda baca. Merepotkan. Dan rasanya ‘kurang saya’. Saya juga gak suka tagline nya yang rasanya terlalu girly. Bukan saya banget sih, wong mantan preman gini. *lah siapa suruh bikin kaya gitu?*

Eniwei, kalo mau baca-baca, bisa mampir di d-isyana.blogspot.com

blog1

Blog Ketiga

Syukurlah blog ketiga dibuat BUKAN GARA-GARA DEA

Tapi gara-gara temen saya yang menceritakan betapa kerennya WordPress.

Pas saya berkunjung, langsung jatuh cinta sama si rumah baru. Tapi saya kesulitan memikirkan alamatnya. Jadilah cari gampang aja pake nama sendiri.

Di sini saya mulai bener-bener suka sama dunia blogging. Saya mulai menemukan ‘gaya’ saya sekaligus mulai menjalin pertemanan dengan blogger-blogger lain. Mulai berani ninggalin komen di blog-blog favorit, mulai menuai banyak komentar positif juga. Saya semakin jatuh cinta pada dunia baru ini.

Tapi sekali lagi, saya nggak sreg sama alamatnya yang pake nama sendiri. Too formal? Kurang kreatif? ya pokoknya nggak sreg deh.

Eniwei kalo mau baca, bisa berkunjung ke dinaisyana.wordpress.com

blog2

Blog Keempat

Blog keempat adalah blog yang sedang anda baca ini! Dan lagi-lagi ini dibuat GARA-GARA DEA

Ya sebenernya kalo yang ini sih nggak sepenuhnya gara-gara Dea, tapi dia jadi salah satu pencetus ide buat saya. Waktu itu Dea lagi mulai mempersiapkan wedding, sementara saya… lagi masuk masa stagnan pacaran di tahun ke-empat.

Di tengah-tengah jam kantor, kita suka YM-an sambil Dea sharing persiapannya. Gimana dia lagi pusing milih vendor-vendor, dan gimana dia banyak tertolong dari ngebaca beberapa wedding blog favorit dia. Dea pun akhirnya memutuskan bikin wedding blog juga.

Waktu itu, saya kurang suka sama konsep wedding blog karena saya merasa menceritakan proses wedding preparation cuma menarik buat dibaca orang yang lagi persiapan juga. Lah sisanya (kaya saya waktu itu?) males banget lah…

Tapi…seperti saya bilang, waktu itu saya dan Mas Ben baru aja melewati masa-krisis-4-tahun-pacaran. Banyak yang ngomong tahun kedua dan keempat tuh sering terjadi krisis dalam hubungan yang bener juga sih buat saya. Di awal tahun 2011 itu kita ribut besar yang untungnya berakhir dengan teramat manis.

Bagaimana bisa berakhir manis? Karena saya ‘ditolong’ oleh diary-diary masa lalu saya.

Di tengah kegalauan masa ribut, saya baca-baca ulang diary lama saya. Mostly isinya adalah hal negatif tentang cowo-cowo yang dulu pernah deketin saya. Kenapa? Karena tiap kali lagi kesel, saya butuh pelampiasan dengan cara nulis. Hasilnya, perasaan marah yang saya baca itu seolah muncul lagi. Saya bisa inget lagi betapa kesel dan marah nya saya sama cowo-cowo itu. Padahal tadinya saya udah lupa sama semua kejadian yang saya baca.

Thanks God, setelah pacaran sama Mas Ben, saya udah jarang nulis diary, jadinya hampir gak ada hal negatif yang saya baca tentang hubungan kami. Malahan di situ ada curhatan manisnya awal-awal kami pedekate, dan apa yang bikin saya jatuh cinta sama dia.

Saat itu…saya menyadari kekuatan tulisan. Saya jadi inget nasihat orang tua: tuliskanlah kebaikan orang lain di atas batu, tapi keburukannya di atas pasir.

Di saat masa ribut itu berakhir manis, saya ingin ‘merekam’ kebaikan dan berkat-berkat Tuhan dalam hubungan kami supaya di saat-saat sulit nantinya bisa saya baca lagi dan inget lagi sama kebaikan-kebaikan Mas Ben. Dan saya memutuskan membuat blog khusus untuk itu.

Lahirlah nama ceritabendi dan saya suka sekali nama ini.

Lalu muncul ide baru, saya menjadikan blog ini hadiah kejutan buat Mas Ben setelah dia propose saya. Lah emang yakin bakal di propose ya? Yakin laaah cuma gak tahu kapan. Haha. *pedejaya*

Jadilah, supaya nggak ketahuan kalo misalnya ada keluarga ato temen yang kebetulan baca, saya pakai identitas Be dan Di aja. Lalu akhirnya di bulan Agustus 2011, alamat blog ini diserahkan ke Mas Ben buat dibaca.

Tadinya, blog ini diniatkan akan berjalan paralel dengan blog pribadi saya. Tapi mengutip kata Dea yang bilang kalo mengelola dua blog sama sulitnya kayak mengelola dua pacar…. saya pun memutuskan harus memilih salah satu aja.

Awalnya mau pilih si blog pribadi, tapi melihat pembaca blog dan komentar di blog ini lebih banyak, PLUS saya sangat suka dengan nama ceritabendi, saya pun memilih blog ini.

Pada akhirnya, di sini saya nggak cuma menuliskan tentang hubungan dengan Mas Ben, tapi juga pemikiran pribadi dan pengalaman-pengalaman pribadi lainnya.

Buat saya, blog ini adalah rekaman berkat Tuhan dalam kehidupan kami. Saya ingin mencatat setiap detailnya, supaya di saat-saat badai, saya bisa yakin bahwa penyertaan Tuhan tetap hadir, dan semuanya pasti akan berlalu dan berakhir manis. Selain itu…kali-kali aja bisa memberkati dan menguatkan orang lain.

Nah, kalo lagi bete dan butuh pelampiasan gimana? Saya tetep nulis. Tapi nulisnya di kertas lalu langsung dibuang, atau di word document lalu langsung dihapus. Yang sedih-sedih nggak perlulah diingat, kecuali kalo ada hikmahnya, barulah saya sharing di blog.

Gimana? Setuju gak, kakaaaak?

19 thoughts on “Why Blogging?

  1. Gua nyasar ke blog ini yg pas postingan cincin ilang😀 honeymoon ya kl ga salah din? Sama kaya feli, gue pikir kok nama blog nya kendi lol pas baca2 baru ngeh itu inisial nama loe n mas ben

  2. Din kok lo bisa inget detail kaya gitu sih? Gw ga inget loh gw ngajak2in lo nulis blog. Gw jg tdnya lupa2 inget uda nulis di friendster hahaha. Ah aku jd terharu aku membawa perubahan besar dlm hidupmu nak wkwkwk *apasih

  3. hahahahaha! hampir semua gara2 ce Dea yah😄
    aku… gimana ceritanya bisa nyasar ke sini yah? ngga inget, pokoknya tiba2 udah ngepoin blognya aja heheh

  4. bujug lu rajin juga yah buka buka blog gitu🙂
    Tapi aku nge blog untuk mencurahkan segalanya di (siapa yg tanya yah?) mulai dari berbagi kesenangan, review, sampe maki maki orang juga di blog..gimana dong?

  5. Pingback: Liebster Award | Cerita Bendi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s