The Reacher and The Settler

Kemarin, sambil nyiapin sarapan Raka, saya nonton re-run salah satu episode How I Met Your Mother yang episode “Jenkins”. Di salah satu adegan, Ted dan Robin mengeluarkan teori ‘The Reacher and The Settler‘.

Menurut mereka, di SETIAP hubungan, pasti salah satunya jadi The Reacher dan yang lainnya jadi The Settler.

The Reacher adalah pihak yang berpasangan dengan orang yang di atas standarnya. Dengan kata lain, dia seperti ‘meraih/menjangkau’ (reach) ke atas. Sebaliknya, The Settler adalah pihak yang memilih settle down dengan pasangan yang di bawah standarnya, sekalipun dia bisa memiliki pasangan yang selevel.

reacher-settler

……………….

Gara-gara nonton itu, saya jadi kepikiran dong ya… Kalo saya dan Mas Ben, siapa yang jadi The Reacher dan siapa yang jadi The Settler? Terus terang butuh waktu beberapa jam merenung sambil beraktifitas… untuk membuat saya… NGGAK menemukan jawabannya.

Sedikit bernostalgia, ketika orang-orang pertama kali tahu kalo saya dan Mas Ben pacaran, banyak yang terheran-heran. Sebagian besar sih heran karena mereka nggak pernah melihat kita berdua dekat, tapi tahu-tahu pacaran *eeaa diam-diam menghanyutkan ceritanya*. Tapi sebagian lagi heran karena merasa Mas Ben is out of my league.

*tsah*

Ini bukan geer loh ya. Secara ada beberapa orang yang ngomong langsung ke Mas Ben (walaupun dengan nada bercanda), ada yang ngomong di belakang (tapi kemudian nyampe ke kuping kita), ada yang terang-terangan tanya ke saya: “Kok bisa sih? Kenapa nggak sama si A, B, C?”

Jadi, apakah saya ini The Settler?

Yang mungkin nggak banyak orang tahu, saya sering tanya ke Mas Ben : kok bisa dia mau sama saya, dan kenapa segitu yakinnya mempertahankan saya sampai jadi istrinya. Saya juga pernah begitu menyulitkan sampai saya merasa sangat bersyukur nggak diputusin di tengah jalan.

Jadi, kalo gitu apakah saya ini The Reacher?

……………….

Our-used-to-be-best-friend *alias si Mawar* pernah cerita, dia pernah ngobrol sama salah satu sahabat kami juga, bahas tentang saya dan Mas Ben. Kira-kira begini percakapannya:

A: “Hebat ya si Dina, kok bisa mau sama Benny. Waktu dulu mereka jadian kan Benny belum jadi kaya gini. Masih pemalu, nggak bisa ngomong, grogian, belum jadi apa-apa deh.”
B: “Ya tapi pikir deh. Yang hebat tuh si Benny bisa tahan sama Dina.”

Waktu denger itu, reaksi pertama saya: pengen lempar galon. Enak aja bahas-bahas orang laen. Hahaha.

Tapi nyatanya percakapan itu saya ingat sampe sekarang, karena terasa bener banget.

Kalo menurut ‘analisa’ saya dan Mas Ben,

Saya itu bisa melihat potensi yang dimiliki Mas Ben, yang nggak dilihat orang lain. Sebaliknya, banyak yang naksir sama Dina tapi karena nggak tahu dalemnya aja. Begitu kenal lebih dekat, nggak bakal ada yang tahan, kecuali Mas Ben. LOL kurang asem gak sih?!

……………….

Jadi intinya, saya setuju nggak sama teori ‘The Reacher and The Settler’?

Setuju banget! Tapi menurut saya, status reacher dan settler itu sifatnya dinamis, nggak permanen.

Kadang kita merasa begitu bangga sama pasangan kita,
Kadang rasanya kita pengen benerin semua kekurangannya.

Kadang kita merasa nggak layak tapi dikasihi dengan sedemikan hebatnya,
Kadang kita mengasihi sekalipun dia dalam kondisi terburuk.

Kadang kita jadi The Reacher, kadang kita jadi The Settler.

Dan setiap hubungan yang sehat pasti memiliki dinamik seperti ini. Dalam banyak hal, satu orang menjadi The Settler yang memotivasi pasangannya untuk menjadi lebih baik lagi. Sedangkan dalam banyak hal lainnya ia menjadi The Reacher, yang selalu bersedia dikoreksi dan dikritisi kekurangannya.

Karena jika The Reacher terus menerus jadi The Reacher, pasti rasanya akan terlalu melelahkan. Selalu merasa tidak layak, selalu merasa rendah dan ‘kalah’, selalu merasa kurang memberikan yang terbaik buat pasangan.

Dan jika The Settler terus menerus menjadi The Settler, bukankah nanti di suatu titik akan muncul kejenuhan, dan godaan untuk mendapatkan pasangan yang lebih selevel?

Gimana menurut kamu?

 

 

 

 

13 thoughts on “The Reacher and The Settler

  1. setuju banget sama kesimpulan cici, kalo selamanya kita diatas pasangan ga enak, dan kalo selamanya kita dibawah pasangan juga ga sehat hubungannya.. yg bener kita hrz saling mendukung dan melengkapi🙂 ada bagian dimana kita lebih baik, dan ada saat dimana pasangan yg lebih baik dari kita🙂

  2. Setuju din, kl menurut gw jg ga mgkin seseorang melulu jd the reacher/the settler. Soalnya kan kadang ada kelebihan pasangan yg sampe bkin kita takjub, gile kok dia masih tahan aja ya ngadepin gw. Dan begitu jg sebaliknya. Kl melulu jd the reacher nanti makin gede kepala, uhuk kasian yg melulu jd the settler jg :p

  3. sama kayak gua ama seno… dulu waktu jadian pada banyak yang bilang “koq melissa mau sih ama seno?” hahahaha… padahal kalo ditelusurin lebih jauh, belom tentu ada cowo yang bisa tahan ama gua hahahaha… mereka cuma kenal luarnya, ga kenal dalemnya…

  4. hmm gw juga rasanya equal2 aja.. ga perna ada yang ngomongin kok lu mau sama dia, ato sebaliknya..
    Btw kok banyak ya yg nonton serial ini, emang bagus banged ya? jadi penasaran pengen nonton hahaha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s