EuroTrip – London yang Rapi

Setalah 8 jam flight Jakarta-Abu Dhabi, 3 jam-an transit di Abu Dhabi (harusnya 1 jam tapi delayed 2 jam *hiks*), dan 7,5 jam flight lagi, tibalah kami di Heathrow Airport, London!

Masih di Soetta, ada yang manyun, kebangun pas lagi pules tidur

Masih di Soetta, ada yang manyun, kebangun pas lagi pules tidur

Yeay naik pesawat! Berdoa, pake seat belt, terus buka mainan dari Etihad

Yeay naik pesawat! Berdoa, pake seat belt, terus buka mainan dari Etihad

Abu Dhabi - Excited nunggu naik pesawat

Abu Dhabi. Raka excited nunggu naik pesawat

Tapi lalu bete karena delay, lama nunggunya

Tapi lalu bete karena delay, lama nunggunya

Tidur penuh gaya

Tidur penuh gaya

Anteng makan

Anteng makan

Karena delay, jadwal kami yang aslinya udah sangat padat pun harus kami relakan. Tadinya saya mau sempetin kuliner di Borough Market yang cuma bukan sampai jam 5 sore atau di Camden Town Market yang buka sampai jam 6 sore. Apa daya keluar dari imigrasi udah jam 4-an sore. Bye-bye kuliner di pasar!

Hari itu udah lewat hampir 3 minggu, tapi saya masih inget banget seperti baru kemarin. Rasanya saya excited banget waktu itu dan ga bisa berhenti senyum sendiri LOL.

Keluar dari area airport, kita beli SIM card di salah satu counter tourist service di airport yang jual macam-macam (termasuk bookingan hotel, transport, etc.), yang mana keputusan ini rada salah ya. Kita buru-buru karena pikir butuh pakai aplikasi model-model journey planner buat tahu rute-rute kendaraan umum di sana. Pesan saya, mendingan nunggu sebentar dan nyari official counter providernya. Soalnya tadinya si mas penjaga toko nawarin sim card Three yang katanya ada paket data roaming buat di negara-negara Eropa lain yang kita bakal datengin. Tapi pas di-setting, ada masalah dan dia ga bisa trouble shooting-nya. End up, kita beli Lebara yang cuma bisa dipakai di Inggris seharga 25 pounds.

FYI, setelah itu di negara-negara lain, kita nggak beli SIM card lagi. Kita mengandalkan wi fi di apartment dan free wi fi di resto-resto aja. Sisanya, kita pakai offline maps. Lumayan, ngirit…

Setelah beli SIM card, kita turun ke tube station. Saya mau beli Oyster Card. Oyster Card ini mirip lah sama EZ card di Singapore. Ada juga sih travel pass yang harian gitu, tapi setelah saya hitung-hitung, karena kami plan-nya banyak jalan kaki, sepertinya lebih baik beli Oyster Card.

Dengan bantuan seorang petugas, saya beli Oyster Card di mesin. Sayang mesinnya nggak bisa terima pecahan 50 pounds, sedangkan pecahan uang kami yang lebih kecil cuma 10 pounds. Jadi saya cuma beli 2 kartu masing-masing seharga 5 pounds. Setelah dapet kartu, kita langsung naik tube Picadilly Line dan turun di Hammersmith.

Ini lagi ngantri beli Oyster Card

Ini lagi ngantri beli Oyster Card

Rempongnyaaaaa

Rempongnyaaaaa

Naik tube

Naik tube

Turun di Hammersmith, apartemen yang kita book dari AirBnb udah tinggal jalan kaki. Tanya arah ke salah satu petugas, plus ngeliat GoogleMaps, sampe deh kita di apartment, yang ternyata memang serviced apartment yang namanya Aviva House.

Kita dapat di lantai paling atas tepatnya lantai 4 *ngos-ngosan*. Kamarnya kecil tapi sangat bersih dan fasilitasnya lengkap. Sampai di kamar, Raka dan Mas Ben langsung tidur pulas.

b49

Pemandangan dari jendela kamar

Pemandangan dari jendela kamar

b40

Mesin rental sepeda di dekat apartment

Mesin rental sepeda di dekat apartment

Jam 7 malam, saya bangunin 2 pria ini buat dinner. Mas Ben bangun tapi Raka kayanya jetlag, dia tetep tidur walaupun kita pindahin ke stroller. Kita makan di Kerbisher & Malt. Makan fish & chips memang jadi salah satu agenda kami di London dan Kerbisher & Malt ini memang banyak yang rekomen. Pas-pasan lokasinya nggak jauh dari apartment.

Rasanya? Enak sih tapi biasa aja… Enakan Fish & Co atau Manhattan Fish Market hahahaha. Lidah orang Indonesia udah kebiasaan sama banyak bumbu kali ya. Setelah makan, rencananya saya pengen liat-liat toko di deket tube station dan beli snack dan susu buat Raka. Eh udah tutup semua dong! Ternyata toko-toko di London udah pada tutup antara jam 6-7 malam.

b33 b6

Sabelum sampai apartment, ketemu rombongan patroli kuda. Saya shock liat ukuran kudanya. Itu tinggi sadelnya hampir setinggi kepala saya!!!!

Sabelum sampai apartment, ketemu rombongan patroli kuda. Saya shock liat ukuran kudanya. Itu tinggi sadelnya hampir setinggi kepala saya!!!!

Besok paginya, saya udah heboh karena kita agak telat bangun. Pagi itu kita mau ikut free walking tour Sandemans yang mulainya jam 9 pagi di meeting point Covent Garden Piazza. Semua buru-buru mandi, dan ngacir menuju tube station. Mau beli sarapan pun gak keburu karena takut telat. Kita milih nyampe dulu deh yang penting di meeting point, baru mikir cari makanan di sekitar situ.

Sampai di Covent Garden Piazza, saya mulai curiga… kok sepi ya.  Buka HP, cek website-nya, dan ternyata tour-nya jam 10 pagi dong bukan jam 9! Dodol! Haha. Ya tapi blessing in disguise sih. Kita jadi bisa menikmati suasana dulu dengan santai. Untuk breakfast, kita beli English Muffin di Pret A Manger lalu makan sambil duduk-duduk ngeliatin orang yang baru pada mulai buka toko di Covent Garden Piazza.

Covent Garden Piazza... sepi....

Covent Garden Piazza… sepi….

Bagian dalam Covent Garden Piazza

Bagian dalam Covent Garden Piazza. Suka ngeliat interiornya.

b17 b18

Latian kalo nanti Raka nikah *eaaaaa*

Latian kalo nanti Raka nikah *eaaaaa*

Jam 10 tepat, free walking tour dimulai. Tour guide kami namanya John. Selama 2 jam, kita diajak jalan kaki ke spot-spot penting dan bersejarah di London, nanti kita akan berhanti di beberapa spot supaya John bisa ceritain detail dan sejarah tentang tempat itu. Kita ke Trafalgar Square, komplek kerajaan (Buckingham Palace dan istana-istana lainnya yang saya lupa namanya) ngelewatin Admiralty Arch, ngeliat changing of the guard, St. James Park, Big Ben, Westminster Abbey, dan terakhir Houses of Parliament.

Trafalgar Square

Trafalgar Square

National Gallery dan Trafalgar Square di latar belakang

National Gallery dan Trafalgar Square di latar belakang

Admiralty Arch

Admiralty Arch

Setelah melewati Admiralty Arch, masuk ke komplek elit, termasuk komplek istana

Setelah melewati Admiralty Arch, masuk ke komplek elit, termasuk komplek istana

Pas John lagi ngejelasin di depan St.James Palace, mendadak rombongan guards-nya mulai jalan. Mari kita hadang buat foto! *abis foto ini langsung diusir*

Pas John lagi ngejelasin di depan St.James Palace, mendadak rombongan guards-nya mulai jalan. Mari kita hadang buat foto! *abis foto ini langsung diusir*

Ternyata 'changin of the guards' bukan tradisi lama. Ini salah satu bikin-bikinannya Inggris buat kepentingan daya tarik wisata

Ternyata ‘changing of the guards’ bukan tradisi lama. Kegiatan ini baru dibikin sekitar 10 tahun lalu buat kepentingan daya tarik wisata

Buckingham Palace

Buckingham Palace

Foto keluarga dulu

Foto keluarga dulu

St. James Park. Cantiiiik

St. James Park. Cantiiiik

Blue Bridge - St. James Park, keliatan Buckingham Palace di kejauhan

Blue Bridge – St. James Park, keliatan Buckingham Palace di kejauhan

Blue Bridge sisi satunya - keliatan London Eye

Blue Bridge sisi satunya – keliatan London Eye

John, tour guide kami

John, tour guide kami

Wesminster Abbey

Westminster Abbey

Big Ben & Ben's Fams

Big Ben & Ben’s Fam

Foto kesukaan saya. Strollernya matching sama background

Foto kesukaan saya. Strollernya matching sama background

Houses of Parliament di latar belakang

Houses of Parliament di latar belakang

 

Saya rekomen banget tour-nya Sandeman. Kita ikut free walking tour di London dan Paris (nanti saya ceritain belakangan yang di Paris), dan dua-duanya memuaskan. Point plus penting lainnya, tour ini betul-betul free dan cukup bayar tip untuk tour guide-nya sesuka hati kita. Bahkan, kalo di tengah jalan kita nggak suka, kita dipersilahkan untuk pergi tanpa bayar apa-apa (walaupun pada prakteknya, apa iya ada yang tega kaya gini?). Pilihan yang hemat dan sangat memuaskan buat saya.

Selesai tour, saya request ke Mas Ben mau ke masuk National Gallery karena mau liat lukisan Caravaggio sama Monet. Dulu pas jaman kuliah cuma bisa liat di slideshow, sekarang ada kesempatan ngeliat langsung lukisannya, gratis pula, tentu harus dijalankan! Jadi kita balik ke arah Trafalgar Square dan makan siang di Garfunkel, di seberang Trafalgar Square.

Masuk National Gallery nggak perlu bayar apa-apa. Lumayan mengherankan buat saya mengingat koleksi lukisan-lukisannya yang banyak dan terkenal. Saya nggak terlalu ngerti lukisan, tapi waktu kuliah saya belajar banyak tentang lukisan dan ada beberapa yang saya suka. Dua pelukis favorit saya: Caravaggio dan Monet. Kebetulan koleksi keduanya ikut dipamerkan di galeri ini, dan berhasil bikin saya agak merinding. Dulu cuma bisa mengagumi di slide, sekarang bisa lihat aslinya.

National Gallery. Fotonya sedikit karena fotografernya udah cape. Haha

National Gallery. Fotonya sedikit karena fotografernya udah cape. Haha

Setelah puas keliling sebentar di National Gallery, kita naik tube lagi buat ke Regent’s Park. Sebagai penggemar taman, tentunya harus dong ada sesi main ke taman di London yang terkenal dengan taman-taman yang indah. Sampai di Regent’s Park, rencananya kita menyusuri taman sampai ke arah playground, lalu keluar dari gerbang terdekat berikutnya. Kenyatannya, Raka terlalu menikmati main di taman jadi kita gak maju-maju. Alhasil kita cuma jalan beberapa ratus meter lalu balik lagi keluar ke gerbang yang sama. Haha beginilah kalo bawa bocah.

Regent’s Park cantik banget, ga kebayang cantiknya bagian dalam-dalamnya yang nggak sempat kita jamah. Di sini Raka puas, main-main di rumput sambil makan chocolate croissant, lalu kejar-kejaran sama burung merpati dan chipmunk bareng anak lain.

b44 b43 b42 b47 b45

Kita nggak bisa lama-lama di Regent’s Park karena hari mulai gelap dan kita masih mau liat Oxford Street yang katanya Orchard-Road-nya-London itu. Kita sampai sana sekitar jam 6 lewat. Jalan ke sana-ke mari sambil bingung mau ke mana. Mau masuk Primark kok rolling doornya udah ditutup sebagian. Mau ke Boots juga udah tutup. Di pintunya ditulisin tutupnya jam 6. Akhirnya kita mau cari dinner dan ternyata tempat makan udah tutup juga dong! *SHOCKED*

Karena udah capek dan laper, akhirnya kita memutuskan balik aja ke daerah apartment yang udah jelas banyak resto yang buka di malam hari. Tadinya kita mau makan Byron Burger. Eh entah kenapa malah belok ke Nando’s (mungkin karena secara geografis posisinya pas di depan station dan otak kita sudah kurang nutrisi haha) yang mana adalah keputusan yang salah! Servicenya super jelek. Entah kenapa. Orang yang antre mau pesan sampai numpuk dan setelah berhasil pesan dan bayar, kita lamaaaa banget nunggu makanan. Sampai perlu berkali-kali tanya, akhirnya pesanan datang dan salah! Sampai supervisornya nawarin kita free dessert sebagai kompensasi.

Akhirnya makanan datang, dan kecewa. Tiap makan Nando’s setahu saya ayamnya itu gede ukurannya. Entah kenapa kok ini kecil bener. Selesai makan, kita nggak ambil free dessert nya karena kondisi resto masih chaos dan kita males nunggu lebih lama lagi. *sigh*

Malam itu, di apartment, kita beres-beres dan tidur.

Besok paginya, kita berangkat sekitar jam 8.30 dari Hammersmith ke St.Pancras International. Di sini kita beli tiket lagi untuk ke Luton Airport. Setelah beli tiket, kita breakfast di salah satu resto di St. Pancras dan saya mampir Boots buat beli menstrual cup (posting tentang menstrual cup menyusul ya). Tadinya saya pengen ke peron 9 3/4 nya Harry Potter di King’s Cross Station yang masih satu area, tapi Benny males, suruh saya pergi sendiri ke sana. Saya juga jadi males. Akhirnya kita langsung naik kereta ke Luton Airport.

Dan ternyata keputusan tersebut adalah benar sekali. Perjalanan ke Luton Airport ternyata lamaaaaa. Kita sampai deg-deg-an ngeliat jam terus.

Di sini ada kejadian lucu. Jadi perjalanan London-Luton itu bikin kita was-was karena pemandangannya itu kok kaya udah jauuuuh ke luar kota, jauh dari kehidupan dan keramaian. Karena takut salah, saya suruh-suruh Benny tanya orang di sebelah, bener nggak ini kereta ke Luton (orang bule, btw). Dan dia bilang bener. Orang itu turun di stasiun antara London dan Luton, dan sebelum turun, dia berdiri lalu ngomong ke kita “Selamat jalan”. Syok lah kita. Hahahaha padahal tadi kita saling suruh-suruhan pake bahasa Indonesia pas mau tanya (karena dua-duanya males tanya). Untung nggak ngomong yang nggak-nggak soal tu bule.

Turun dari kereta, kita udah ancang-ancang mau lari biar cepet cek in. Tapi ternyata oh ternyata…. stasiun keretanya itu adanya di parkirannya Luton Airport, dan dari kereta, kita harus naik shuttle bus lagi ke airport-nya. Dan naik shuttle bus ini lumayan antri karena orangnya banyak. Duh udah deg-deg-an aja ditinggal pesawat.

Sampai di Luton Airport, kita langsung cek in. Udah gak sempet lagi nge-wrap backpack. Kita pikir ya udah lah, flight nya cuma sebentar ini. Cek in pun prosesnya lumayan lama. Counter yang buka cuma ada 2 dan entah kenapa majunya antrian lumayan lelet (atu mungkin ini cuma efek saya udah tegang sih). Sampai di depan, petugasnya langsung suruh kita buru-buru ke gate karena sebentar lagi boarding.

FYI, kita selesai cek in sekitar jam 12.15, di boarding pass kita, gate closes pk 12.35. Kelar dari counter cek in, kita berdua langsung ngaciiiiiir secepet kilat. Dan FYI ya, gate nya Luton itu jauuuuh dari counter cek in nya. Dan di area gate itu gak ada toilet atau restaurant.

Sampai di depan gate, kita udah basah kuyup keringetan (padahal udara dingin). Kita ragu karena kosong. Kita pikir mungkin kita udah telat, semua udah naik pesawat. Tanya ke petugasnya, bener kok. Eh lalu di belakang kita, baru deh datang penumpang-penumpang lain dengan jalan santai. Jadi kita nih yang pertama masuk gate! Antara gemes, lega, dan heran… kok bisa sih pada santai-santai gitu?

Yah singkat cerita, kita terbang sekitar 1,5 jam sampai di Zurich.

Cerita tentant Zurich, Luzern, dan Mt. Titlis di posting selanjutnya ya…

Hello, Swiss!

Hello, Swiss!

 

 

Tips London:

  • Buat ngecek moda transportasi di London, saya selalu mengandalkan ini: https://tfl.gov.uk/plan-a-journey/. Sangat reliable! Tapi sayangnya harus online. Mungkin ada sih apps yang bisa dipakai offline, monggo dicari. Dan boleh info saya ya kalo ada yang tau, kali aja saya ke London lagi. Hehe.
  • Toko-toko di London banyak yang tutup jam 6-7 sore. Jadi kalau perlu beli apa-apa, jangan tunda-tunda, atau minimal pastikan dulu operational hour-nya.
  • Kalau makan di restaurant, jangan ragu minta tap-water buat minum. Perhatiin orang-orang di sana sih, sepertinya nggak mesen minum adalah hal yang wajar. Jadi gak usah malu-malu. Bahkan di beberapa resto, udah disediain botol berisi tap-water jadi kita gak perlu minta lagi. Lumayan irit.
  • Kalau mau makan agak irit, daripada ke McDonalds yang di Jakarta juga ada, menurut saya mendingan ke Pret A Manger. Ini chain restaurant yang jual makanan sehat tapi enak. Cobain chocolate croissant-nya sama English muffin-nya deh. Murah meriah.
  • Di Eropa susah banget nemuin susu UHT kemasan sekali minum. Jadi kalau bawa anak dan harus banget minum susu, mendingan bawa persediaan sedikit dari Jakarta, lalu bawa botol kecil buat isi ulang. Di London saya selalu nemunya susu pasteurisasi dalam botol ukuran agak besar (600-an ml).
  • Untuk free walking tour, dari hasil baca forum-forum sih umumnya kasih 10 pound per orang. Tapi ini bukan kewajiban. Silahkan kasih lebih sedikit atau lebih banyak.
  • Jangan remehkan Luton Airport! Saya sebenernya udah baca pengalaman orang yang lari-lari dari counter check in ke gate karena airportnya gedeee banget. Karena udah baca, saya udah aware, tapi tetep aja saya sendiri hampir telat kan! So…spare waktu yang banyak kalau bakal terbang dari Luton. Soalnya Luton-nya sendiri 1-jam-an perjalanan dari London.

 

 

 

 

20 thoughts on “EuroTrip – London yang Rapi

  1. PERTAMAAXXXXX… wwkwkkk dina.. gw sih angkat topi lho buat lo! gw ga sanggup kayanya backpackeran bawa anak.. bener2 salut.. btw foto kluarga di depan Big Ben bagussss banget!! pengeennn euy kesana..

  2. Gile bener apa apa tutup jam 6 ya.

    Semua nya cakep ya di London. Ya bangunannya ya Park nya… Semuanya enak diliat… 🙂

    Heran emang ya ama museum yg gratis… Itu karena mereka punya donatur jd gak mungut biaya dari pengunjung.

  3. Hai dina, salam kenal ya. Ikutan deg2an juga baca pas bagian ke airport.

    Salut banget sama benny dan dina yang punya nyali backpackeran ke eropa bawa batita pula, two thumbs up..

  4. Gua ngos2an din bacanya.. kebayang kalo gua jadi elu badan gua dah rontok kali.. hahahaha.
    Mana bawa bocah yg artinya pasti sedikit banyak memperlambat.

    Btw tamannya bagus bangeettt..

  5. Aaagh thank you infonya Din. Lumayan buat tahun depan 😉😉

    Soal toko tutup cepet, emang kayaknya jam kerja org Eropa cm sampe situ aja yaa.. Ga dimana kyknya buru2 bener tutupnya (masih kebiasaan di Jkt, mall tutup jam 10mlm, LOL).

    Btw.. Gileee dirimu pake backpack geude gt?? Huaa saluuuuut..

  6. Kagum ngeliat backpack segitu gede. Traveling light masih problem utama gue nih kalo lagi traveling. Dan masih enggan bawa backpack, padahal backpack-nya aja udah beli, tapi belom pernah dipake hahaha…

    Rumah-rumahnya kayak di Harry Potter ya,

    • Ini gw masih berasa kurang light packingnya. Maklum pertama kalinya backpacking, gw masih gak pede gitu kalo bawanya terlalu sedikit. Gw sih suka loh ternyata backpacking.

  7. Pingback: Euro Trip – Paris (part1), Kesan Pertama Buruk Rupa, tapi Lalu Jatuh Cinta | Cerita Bendi

  8. Pingback: Euro Trip – Paris (part 2): Disneyland! | Cerita Bendi

  9. Pingback: Euro Trip – Paris (part 3), Jatuh Cinta pada Paris dan Sleeper Train! | Cerita Bendi

  10. Pingback: Euro Trip – Venezia yang Fotogenic tapi Kurang Berkesan | Cerita Bendi

  11. Pingback: Euro Trip – Love Hate Relationship with Roma | Cerita Bendi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s