Euro Trip – Luzern, Ketika Asal Jepret Aja Hasilnya Bagus

Sampai di Zurich, yang pertama kita lakukan adalah ngambil uang di ATM supaya punya uang Swiss Franc. Kedua, kita cari makanan. Maklum ya kita belum makan siang. Airport Zurich lumayan gede, banyak toko, dan feel-nya kayak lagi di mall. Kita milih makan di food court-nya.

Mata saya langsung tertarik ke counter Nordsee walaupun nggak tahu menu apa aja yang mereka jual, cuma tampilan counternya menarik mata saya.. Saya minta Mas Ben yang beliin makanan di sana, pilihan saya menu apa aja. Dan waktu balik bawa nampan berisi makanan saya, ekspresi Mas Ben nyengir-nyengir aneh.

“Kenapa kamu nyengir-nyengir gitu?”
‘Kamu pasti suka yang aku beliin.”

Whoaaaa dan bener mata saya langsung berbinar-binar ngeliat ini:

Whoaaa udaaaaang!!!

Whoaaa udaaaaang!!!

Maklum, saya itu pecinta udang rebus yang gede-gede dan fresh gini. Apalagi dikombinasiin sama salad yang juga kesukaan saya. Perfecto!

Selesai makan, kita ke stasiun di bagian bawah airport. Di sinilah saya mulai serasa masuk ke dunia lain, karena bahasanya bukan Inggris. Dan mau tanya orang pun harus milih-milih. Kalo bisa cari orang yang usianya agak muda karena yang tua-tua biasanya nggak bisa bahasa Inggris sama sekali.

Untungnya petugas di stasiun rata-rata bisa berbahasa Inggris. Saya langsung beli tiket ke Luzern yang berangkat 10 menit lagi. Kita langsung ngacir ke platform dan naik kereta ke Luzern.

b9

Foto yang sangat jujur

Foto yang sangat jujur

Sampai di main station Luzern, kami bingung lagi. Jujur aja, dari 4 kota destinasi kami, Luzern memang kurang saya pelajari. Saya cuma sempet cari tahu, buat ke hotel kami (Ibis Budget), kami bisa naik bus nomor 4 dan turun di Brunegstrasse.

Tapi… naik bus nya di mana? beli tiketnya di mana? Jurusannya yang ke arah mana?

Saya mau cari tourist information tapi nggak ketemu lokasinya. Udah tanya ke beberapa orang, salah arah melulu, kemungkinan sih kami miss communication karena kendala bahasa. Akhirnya saya ganti tanya tempat beli tiket bus aja, dan orang terakhir menunjukkan halte bus di depan station. Dia bilang beli tiket bus nya di halte itu, ada mesinnya.

Sampai di halte, ketemu mesinnya, pas mau beli tiket, lah kok cuma bisa pakai koin. Karena baru sampe, kami nggak punya cukup koin Franc. Akhirnya tanya ke salah satu orang di halte, dan dia begitu baik hati menawarkan tuker uang saya dengan uang koin dia. Padahal tadinya saya enggan loh tanya dia, karena rombongannya kaya lagi mabuk sambil minum-minum gitu. Tapi ternyata mereka ramah sekali.

Singkat cerita, kami naik bus sampai ke Ibis Budget. Waktu check in, kami ditawarin breakfast besok paginya seharga 11 Franc/orang yang saya tolak karena berasa mahal. Ternyata eh ternyata… Swiss itu negara yang sangat mahal. 11 Franc itu ternyata good deal juga. Karena besoknya kami makan siang Burger King bertiga, pesen 1 paket Whopper Jr dan 2 Whopper Jr ala carte (yang tentunya kurang mengenyangkan) menghabiskan hampir 30 Franc. Haha.

Anyway… Ibis Budget sangat memuaskan. Kami ini memang makhluk hotel sebenarnya, lebih suka tinggal di hotel daripada di apartment. Tapi tentu saja nginep di apartment lebih ekonomis. Makanya saya selang-seling antara apartment dan hotel selama Euro Trip. Ibis Budget lokasinya tepat di seberang halte bus. Kamarnya luas, ranjangnya bunkbed. Ranjang atasnya kami nggak pakai, tapi itu jadi tempat main favorit Raka. Dan yang paling saya suka, kamar kami ada di lantai dasar! Yeay!.

Di lobby disediakan vending machine minuman dan snack, microwave, dan termos air panas, yang boleh digunakan oleh para tamu. Jadi walaupun judulnya hotel, feel-nya agak mirip hostel ya.

berasa kamarnya luaaas banget *dibandinginnya sama kamar di London sih* hehe

berasa kamarnya luaaas banget *dibandinginnya sama kamar di London sih* hehe

Langsung berbinar-binar liat vending machine

Langsung berbinar-binar liat vending machine

Toko-toko di Luzern udah tutup jam 6.30 malam. Malam itu kami cuma ngobrol-ngobrol di kamar. Seharian ini rasanya cape dan membosankan banget. Seharian kita cuma pindah-pindah moda transportasi aja dan nggak ngeliat objek wisata apa-apa. Pantesan aja Raka cranky seharian, kita aja yang dewasa bete kok. Hehe.

Besok paginya, kita keluar, naik bus ke Lion Monument, salah satu landmark penting Luzern. Setelah liat-liat dan foto-foto, kita duduk di Heini dekat situ. Heini ini ternyata chain cafe yang tersebar di Luzern. Di mana-mana ketemu terus sama Heini. Saya tanya mereka punya chocolate croissant nggak. Mbak nya bilang, nggak punya, tapi dia bisa belah croissant kosong dan isi coklat. Saya setuju. Pas keluar… yaowoh enaaaaak banget. Croissantnya anget-anget, dibelah, diisi sebatang coklat padat yang teksturnya agak mirip truffle. Dan coklat batangannya ini rasa hazelnut, rasanya mirip Ferrero Rocher. Can you imagine???

Lion monument, ukurannya lebih besar daripada bayangan saya

Lion monument, ukurannya lebih besar daripada bayangan saya

Ini ceritanya niruin singa: "Roar!"

Ini ceritanya niruin singa: “Roar!”

So sweet :)

So sweet🙂

Tuh intip deh croissant Raka, ada coklat batangan yang nyelip.

Tuh intip deh croissant Raka, ada ‘coklat batangan’ yang nyelip.

Dari sana kita jalan kaki ngikutin jalur old town Luzern yang di-suggest sama pegawai Ibis. Kita agak nyasar-nyasar sebenernya waktu ikutin jalur. Tapi nggak masalah, karena melangkah ke mana aja di Luzern, pemandangannya selalu bagus! Di tepi sungai, kita ketemu pasar. Kita beli sosis lalu makan sambil duduk-duduk di pinggir sungai, ngeliat angsa, bebek, dan burung-burung. Raka seneng banget.

b30 b24 b23 b22 b21 b20 b19 b18 b17 b16 b15 b14 b2 b5 b3

Setelah itu kita jalan ke main station, makan siang di Burger King, lalu ke Tourist Center, meeting point kita buat ikur tour Best of Switzerland ke Mount Titlis. Tujuannya, tentu saja mewujudkan impian saya buat ngeliat salju!

Bersama rombongan tour, kita naik bus ke Engelberg kota kecil di kaki Mount Titlis. Sepanjang perjalanan, pemandangannya bener-bener cantiiik. Kaya pemandangan yang suka saya liat di postcard atau di internet. Saya foto jeprat jepret asal-asalan dari jendela, kayanya hasilnya baguuus aja.

b25 b4 b6 b8 b7

Sampai di Engelberg, pertama-tama kita naik tram, mirip yang ada di The Peak Hongkong sampai ke level berikutnya. Dari level tersebut, kita naik gondola 3 kali lagi (salah satunya gondola rotair yang bisa muter 360derajat) sampai akhirnya tiba di puncak Titilis.

Sampai di Engelberg!

Sampai di Engelberg!

Ini salah satu penampakan gondolanya

Ini salah satu penampakan gondolanya

Happy boy :)

Happy boy🙂

Waktu sampai di puncak Titilis, cuaca masih cukup cerah dan kita masih sempet foto-foto. Tapi nggak lama setelah itu, kabut pekat mulai turun *sedih*. Tapi karena udah sampai sini, saya ngotot ajak Mas Ben menembus kabut buat naik Ice Flyer.

Waktu cuaca masih cerah

Waktu cuaca masih cerah

b35

Eh menjelang naik ice flyer, cuaca semakin buruk, saljupun turun. Saya pun menghibur diri yang sedih karena nggak bisa main salju sampai puas karena cuaca buruk. Setidaknya, saya ngerasain yang namanya hujan salju.

Untungnya kita masih bisa naik ice flyer. Ice flyer adalah gondola terbuka, mirip seperti yang suka saya lihat di film-film. Di ujung ice flyer nanti, kita bisa meluncur dengan snow board. Pas turun ice flyer, saya sempet berdebat sama Mas Ben karena sepertinya sebagai bapak bapak, insting ngejagainnya nongol, dia nggak mau kita jalan lebih lanjut di tengah hujan salju, dia terlalu kuatir. Sementara saya, udah jauh-jauh, bayar mahal-mahal, maunya ngerasain semuanya! Menurut saya kita nggak bakal nyasar atau kenapa-kenapa kok, wong udah ada jalurnya dan ada petugasnya. Akhirnya Mas Ben ngalah juga.

Tuh, udah ada jalur buat jalannya. Kabut mulai turun

Tuh, udah ada jalur buat jalannya. Kabut mulai turun

b26

Di ice flyer

Di ice flyer

Suspension bridge, tapi kita nggak nyeberang karena kabut tebal, nggak keliatan apa-apa

Suspension bridge, tapi kita nggak nyeberang karena kabut tebal, nggak keliatan apa-apa

Kabut semakin tebal

Kabut semakin tebal

Tapi sayang disayang… paaaas kita sampe di station snow board nya, pegawainya bilang kalo snow board nya ditutup karena udah mulai badai *sigh*. Akhirnya kita balik naik ice flyer lagi. Ya sudah lah, naik ice flyer ini saya udah cukup senang sebenernya.

Balik ke lokasi awal, kita main-main salju sebentar, masuk ke Glacier Cave, lalu udah waktunya balik. Perasaan sebentaaar banget deh, pengen lebih lama lagi di sini.

Seneng banget akhirnya ketemu salju

Seneng banget akhirnya ketemu salju

b41

 

Kita sempet kena macet karena arus pulang kantor dalam perjalanan Engelberg-Luzern. Ternyata di sini bisa macet juga.

Sampai di station, kita bingung mau makan apa. Kita cek resto di station, kok mahal dan kurang menarik ya. Akhirnya kita ke Coop supermarket yang ada di basement station, beli frozen pasta dan salad, beli Eichoff beer (beer asli produksi Luzern), beli susu coklat buat Raka (ini pertama kalinya saya ketemu susu UHT kemasan kecil di Eropa, rasa coklat pula) dan beli coklat yang harganya muraaaah banget (0,5 Franc sebatang) lalu pulang ke hotel.

Malam itu, karena saya kehilangan tiket bus, kita memutuskan jalan kaki ke hotel, sekalian menikmati malam terakhir di Luzern. Dan ternyata menyenangkan karena hotel kami jaraknya cuma sekitar 20 menit dari station dan kami jadi bisa sekalian menikmati pemandangan.

Besok paginya, kita sarapan frozen pasta lagi, lalu langsung naik bus menuju station. Kita naik kereta pk 8.54 ke Basel SBB. Perjalanan sekitar 1 jam. Sampai di Basel, kita langsung cari platform kereta menuju Paris. Turun ke lantai bawah, ada gate yang bertuliskan French. Saya sampai tanya 3 petugas, semuanya menunjuk ke arah gate yang sama, tapi saya ga berhasil menemukan platform kami. 15 menit jelang keberangkatan, barulah kami nemu platform nya, yang mana adanya di platform yang sama dengan platform waktu kami tiba dari Basel tadi *banting guide book*. Hadeh… udah spare waktu banyak, buntut-buntutnya tetap aja terburu-buru lagi. Hehe.

Cerita di Paris, saya lanjutkan di posting berikutnya ya.

 

Tips Luzern:

  • Kalau kita menunjukkan angka 1 mulai dari jari telunjuk, orang Eropa (sepertinya) menunjukkan angka mulai dari jempol. Jadi kalo butuh tanya yang mengenai angka, jangan lupa, angka 1 itu tunjukkin jempol ya, bukan telunjuk.
  • Di Eropa, ada baiknya belajar beberapa vocab bahasa mereka. Minimal untuk mengawali percakapan, juga kata-kata penting seperti: thank you, please, sorry. Untuk di Swiss, sebagian besar menggunakan bahasa Jerman.
  • Kereta antar-kota di Swiss jadwal keberangkatannya banyak dan tiketnya bisa dibeli sesaat sebelum keberangkatan. Tiketnya nggak pakai nomor, jadi nggak usah bingung, boleh duduk di mana aja macam naik bus.
  • Tiket kereta di Swiss bisa discount sampai 50% kalau dibeli online 1 bulan sebelumnya. Silahkan cek di sbb.ch bagian Supersaver Ticket. Saya beli tiket ini untuk jurusan Swiss-Basel karena jam-nya sudah pasti. Tapi saya nggak beli untuk Zurich-Luzern karena kuatir pesawat London-Zurich delay atau apalah.
  • Rata-rata di Eropa, anak di bawah 6 tahun masih free naik kereta, dengan syarat nggak dapet tempat duduk. Kalo perjalanannya panjang,  dan nggak kuat mangku, bisa beli tiket anak-anak. Saya sih lebih suka gambling ga usah beli tiket biar hemat. Kalau sebelahnya kosong kan Raka bisa duduk. Kalopun penuh, kan bisa jalan-jalan ke resto kereta dan duduk di sana.
  • Begitu sampai di Luzern, cari Tourist Information dulu. Lokasinya ada di sebelah Burger King. Di sana bisa ambil city guide dan peta Luzern gratis.
  • Kalau mau ke Titlis, pastikan cek ramalan cuaca dulu. Cari yang paling cerah. Ramalan cuaca pas saya ke sana sebenernya nggak hujan, cuma berawan, tapi toh hujan juga.
  • Tiket bus di Luzern berlaku lebih berdasarkan durasi dan bukan jarak. Dan umumnya cukup beli tiket untuk di Zone 10 saja (pusat kota Luzern). Day pass (kalu tidak salah 8 Franc) berlaku selama hari yang sama sampai jam 12 malam. Single ticket (4 Franc) berlaku selama 1 jam. Ada juga short trip ticket (2,5 Franc) berlaku selama setengah jam, sejauh maksimal 6 bus stop.
  • Toko-toko dan resto di Luzern umumnya tutup pk 18.30. Tapi di station, ada cukup banyak pilihan resto dan supermarket besar (Coop) yang buka sampai malam (saya nggak yakin sampai jam berapa, sepertinya sampai jam 9 atau 10 malam). Di daerah sekitar station juga cukup banyak resto yang buka sampai malam.

19 thoughts on “Euro Trip – Luzern, Ketika Asal Jepret Aja Hasilnya Bagus

  1. Gue jadi agak sedih ngeliat Mt. Titlis, jadi inget bokap. Kita ada foto berempat main di salju, back in 1999. Pas gue pergi dulu winter, so dinginnya lebih edan lagi hehehe (dr bawah jg udah super dingin). Din, elu sebentar2 banget ya pindah negaranya, untung kuat ya fisik.

    • Hehe tapi kan good memory, Le. Pas gw pergi, dinginnya memang masih bearable sih. Ga tau deh kalo winter gw tahan gak ya haha. Iya sebentar2 banget nih, ceritanya ‘nyisir’ cek2 air dulu.. nanti honeymoon kedua baru balik lagi *eh*

  2. wah yang di perjalanan ke gunung itu cakep banget view nya. gak bisa turun trus foto2 disana ya din?
    pengen banget deh ke swiss.. salah satu negara impian gua.. hehehe

    • Gw ikut tour sih Man dan tournya ga ada berhenti buat foto2 sepanjang jalan itu, tapi mungkin memang gak bisa. Soalnya jalanannya sempit 2 jalur, kaya model jalanan mau ke Puncak Pass gitu

  3. Wahhh iya din, asal jepret2 aja bagus banget gitu yaa viewnya….asiknya yg bisa ketemu salju, walopun cuma bentar, pake acara kabut dan badai segala sih yaa

  4. wih iya ya asal jepret aja bagus hasilnya
    gapapa din blom kesampean snowboarding, masi bisa kok yg lebih deket ke.. australi hihihi😀

    salut dehh bener2 semangat banget liburannya ya, smua blajar sendiri gapake tour😀

  5. Pingback: Euro Trip – Paris (part1), Kesan Pertama Buruk Rupa, tapi Lalu Jatuh Cinta | Cerita Bendi

  6. Pingback: Euro Trip – Paris (part 2): Disneyland! | Cerita Bendi

  7. Pingback: Euro Trip – Paris (part 3), Jatuh Cinta pada Paris dan Sleeper Train! | Cerita Bendi

  8. Pingback: Euro Trip – Venezia yang Fotogenic tapi Kurang Berkesan | Cerita Bendi

  9. Pingback: Euro Trip – Love Hate Relationship with Roma | Cerita Bendi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s