Snow Park Adventure Mall Kelapa Gading

Sejak pertama kali liat banner-banner promo Snow Park Adventure, Raka langsung minta main di sana. Sayangnya waktu itu masih ‘Opening soon’. Karena menurut saya playground model ini bakal jadi pengalaman baru yang seru buat Raka, saya pun janji nanti kalau udah buka, kita main ke sana.

Bulan Januari lalu, Snow Park Adventure akhirnya buka. Dalam hati saya udah mulai mikir-mikir cari waktu. Saya maunya hari biasa aja biar sedikit lebih murah dan nggak terlalu ramai. Eh pas nih sehari sebelum CNY, sekolah Raka udah libur.

Awalnya saya ngajak John, teman sekelasnya Raka. Sayangnya hari itu John lagi batpil parah. Mmm ya sudahlah, akhirnya saya memutuskan buat pergi berdua Raka aja, anggep aja nge-date. Good timing karena belakangan ini saya ngeliat Raka bad mood, sepertinya karena kurang quality time sama saya *eh ge-er gak sih ini?

Kami tiba di lokasi sekitar jam 10.30 pagi. Biayanya untuk weekdays adalah Rp 100.000 per orang untuk 45 menit dan Rp 175.000 per orang untuk full day (bisa keluar-masuk). Biaya sudah termasuk peminjaman boots. Sewa locker tambah Rp 10.000, disediakan kaos kaki dan sarung tangan yang bisa dibeli tapi saya nggak tahu harganya. Sementara jaket harus bawa sendiri.

Ogah rugi, kami udah siap dengan jaket, kaos kaki, dan serung tangan dari rumah.

Begitu masuk ke dalam, Raka langsung excited mau naik perosotan. Snow Park Adventure ternyata nggak terlalu luas. Isinya ‘cuma’ 2 macam slide (1 terbukan dan 1 dengan tunnel) dan 1 snow house (bisa main salju, disediakan perlengkapan main pasir). Walaupun kecil, kami hepi banget siang itu!

Sisi kiri: tunnel slide. Yang di tengah ada atap acrylic nya itu snow house, bisa main salju di dalamnya

Sisi kanan: slide terbuka. Udah segini aja luas areanya

Karena masih pagi, suasana di dalam masih sepiiii banget. Selain kami, cuma ada 3 orang anak lagi. Raka langsung semangat main slide. Tanpa ragu dan takut, dia langsung duduk aja di tube-nya dan meluncur sambil jerit-jerit kegirangan. Habis itu giliran saya, dan dalam hati saya ketakutan. HAHA. Mungkin faktor-U ya… 10 tahun lalu sih main ginian doang mah gampiiil. Malu sama gengsi, ya berani-beraniin aja saya duduk di tube, lalu didorong sama mas-nya.

And…IT… WAS… FUN!!!

Untuk anak-anak seperti Raka, staff-nya bakal tahan tali tube-nya supaya meluncurnya lebih terkontrol dan aman. Tapi buat orang dewasa, ya dilepas gitu aja, siapa juga yang kuat nahan, bisa-bisa mas/mbak-nya malah ikut ketarik. Haha. Karena nggak ditahan, meluncurnya cepet banget dan sepanjang perjalanan ke bawah kemungkinan besar tube kita bakal muter-muter. Seru banget dan nagih deh.

Selama 45 menit, kami cuma sebentar main salju di dalam snow house, sisanya kami berkali-kali naik turun slide (sampai pas pulang saya baru berasa pegel akibat berkali-kali naik tangga sambil narik tube).

Main salju sebentar di dalam snow house

Awalnya Raka sempet nggak mau nyoba slide yang ada tunnelnya. Tapi setelah dibujuk rayu, dia mau coba sekali. Eeeh abis itu ketagihanlah dia minta lagi dan lagi.

Tapi… di luar segala keseruan itu, ada banyak hal negatif yang sangat saya sayangkan dan harusnya bisa di-improve:

  • Boots-nya bau. Eww…. Ini bukannya saya cium-cium ya, tapi ya kecium aja pas ada semilir angin. Entahlah mungkin saya kurang beruntung.
  • Helm-nya Raka juga bau. Pokoknya sampe rumah langsung saya mandiin dan keramasin sebersih-bersihnya karena baunya sampai nempel di kepala.
  • Secara keseluruhan, design tempatnya kurang rapih dan apik. Contohnya ada beberapa keliatan bolong-bolong untuk instalasi, atau ada finishing dekorasi yang nggak rapih, dan pilihan-pilihan warna interiornya yang menurut saya kurang pas karena jadi memberi kesan dekil. Sayang banget sih menurut saya bagian ini harusnya sangat sangat bisa di-improve.
  • Kurang memperhatikan faktor keamanan. Raka baru dikasih helm setelah beberapa kali meluncur. Saya nggak ngeh kalau ada helm kirain memang nggak perlu pakai apa-apa. Lalu setelah beberapa kali meluncur juga saya baru liat ada tulisan batas minimal tinggi peluncur harusnya 120 cm. Raka baru 100-an cm, sungguh terlihat kasat mata kalau tingginya belum sampai batas minimum, tapi nggak dilarang meluncur, malah dari awal dirayu-rayu sama para staff-nya untuk meluncur.

Awal-awal meluncur belum dikasih helm

Setelah beberapa kali meluncur baru dikasih helm

  • Ada beberapa bagian di mana step-step tangganya menurut saya terlalu tinggi. Ditambah licin, Raka berkali-kali jatuh di situ.

Tuh yang ada tulisan “Do Not Run” tinggi banget step tangganya

  • Sepertinya kekurangan staff (atau kekurangan stock tube). Karena dalam kondisi sepi begitu saja, kita jadi berinisiatif narik tube sendiri ke atas karena kalo nungguin staff-nya ngangkut tube ke atas, kelamaan. Sementara waktu mainnya kan cuma 45 menit. Buat orang dewasa sih narik tube mudah-mudah aja. Tapi buat anak-anak (sekalipun yang sudah agak besar) agak sulit karena medannya licin.

Sayang banget sebenernya. Menurut saya Snow Park Adventure punya potensi besar buat merebut hati warga Gading. *eaaa….

Jadi, saya bakal balik lagi atau nggak? Raka sih udah bilang pengen balik lagi. Mm… kalau rame-rame, mungkin saya pertimbangkan. Tapi kalau cuma berdua sih, sepertinya nggak dulu deh.

Advertisements

2 thoughts on “Snow Park Adventure Mall Kelapa Gading

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s