Japan Trip 2018 – Kawaguchi, Sakura, Salju, dan Sushi Enak

Cerita Japan Trip 2018 sebelumnya bisa dilihat di:

Japan Trip 2018 – Backpacking, ANA, dan Stroller Tinyworld
Japan Trip 2018 – Tokyo, Gyukatsu, dan Sakura Terakhir
Japan Trip 2018 – Drama Disneysea yang (untungya) Happy Ending

………………………………………………

Sejak awal menyusuin Itinerary ke Jepang, kami udah sepakat mau ambil day-tour ke Gunung Fuji. Day-tour ke Gunung Fuji ini ada banyaaaaaak banget pilihannya. Satu perusahaan tour aja biasanya punya banyak jenis itinerary.

Sebagian besar mengombinasikan day-tour Fuji dengan Gotemba (factory outlet) atau Hakone. Padahal sejak awal, saya lebih pengen ke Kawaguchi daripada Hakone. Sementara itu kami juga pengen ada aktivitas petik strawberry. Sayangnya day-tour yang mengombinasikan ketiga hal itu kok jarang ya.

Tapi akhirnya kami ketemu nih, day-tour dari HIS yang menjawab semua keinginan kami. Masalahnya kami udah setting ke Fuji tanggal 12 April (tanggal 13 April rencananya ke Disneysea) sementara tour ini cuma ada di tanggal ganjil, berarti kami harus atur ulang itinerary kami. Tapi karena tour ini sudah memikat hati kami sedemikian *eaaa, akhirnya kamipun tukar jadwal Fuji dan Disneysea, yang berakibat drama di Disneysea (baca postingan sebelumnya).

Syukurlah di hari ini, nggak ada drama. Semua berjalan lancar dan menyenangkan.

Jadwal tour berangkat jam 8.00 pagi. Lokasi meeting point di Gracery Hotel, sekitar 20 menit jalan kaki dari AirBnb kami. Nggak lama menunggu kami langsung digiring naik bus. Yang unik, baru kali ini saya ikut tour dan tempat duduknya udah disetting fix per-keluarga. Untungnya, kami dapat tempat duduk di paling belakang, sederet panjang.

Enak nih dapet sebaris di paling belakang. Raka nggak kefoto soalnya duduk paling pinggir dan menolak diajak wefie

Enaknya ikut tour, nggak perlu mikirin cari jalan dan rute kereta, tinggal duduk lalu menikmati pemandangan sampai ketiduran. Lokasi tujuan pertama adalah kebun strawberry. Musim semi adalah musim strawberry di Jepang. Kegiatan metiknya sih biasa aja, mirip di Lembang gitu deh. Yang istimewa adalah strawberry-nya yang gede-gede dan manis. Raka aja yang biasanya nggak suka rasa masam, makan banyak banget strawberry di sini.

Nggak enaknya ikut tour, waktunya terbatas banget. Rasanya baru sebentar, belum puas, udah harus jalan lagi ke Kawaguchi. Di sini saya agak nyesel karena nggak beli strawberry-nya buat makan di airBnb.

Jalan menuju kebun strawberry. Pemandangannya emejing

Rumah-rumah kaca berisi pohon-pohon strawberry

Sejak ke Jepang, si Eneng Nana jadi suka mendadak bergaya dan minta difoto

Berlatar strawberry-strawberry gendut yang bergelantungan

Nyesel banget nggak beli buat bawa pulang

Mendekati Kawaguchi, kami mulai terkagum-kagum sama pemandangan di kiri kanan yang cakeeeeep bener. Sesekali keliatan Gunung Fuji. Padahal awalnya saya skeptis gitu, ngapain sih orang berbodong-bondong ngeliat Gunung Fuji? Ternyata emang cakep ya gunung ini. Bentuknya yang simetris itu rasanya keren banget gitu loh, sulit diungkapkan dengan kata-kata, cuma bisa bergumam dalam hati terus-terusan: “ih Tuhan, keren banget ciptaan-Mu”.

Dan bersyukuuur banget hari itu cuaca benar-benar cerah, langit benar-benar bersih. Soalnya banyak loh orang yang udah ke sini, lalu mendung atau berkabut, dan gagal lihat Gunung Fuji.

Sampai di Kawaguchi, mata kami langsung berbinar-binar. Sakura!!! Sakura di mana-mana!!! *maap norak.

Inilah kenapa saya ngotot mau ke Kawaguchi dan bukannya Hakone, karena saya tahu inilah harapan terakhir kami buat liat sakura (dalam jumlah banyak ya, bukan cuma remahan di satu pohon hehe). Dan bonusnya, shibasakura juga udah mulai berbunga walaupun belum full bloom.

Seneeeeng banget rasanya hari itu. Ngeliat bunga, danau, sama gunung aja, tapi rasanya magical. Keren banget ciptaan Tuhan. Senangnya, di sini kita dikasih waktu cukup lama sampai puas foto-foto dan menikmati banyak spot.

Gunungnya dobel

Sakura di atas, sibasakura di bawah (bunga-bunga pink di atas rumput)

Lalu kita lanjut makan siang di sebuah restoran di dekat Kachi-Kachi ropeway. Makanannya set menu yang terdiri dari nasi, katsu, dan udon. Makanannya sih enak, tapi suasananya amit-amit. Inilah nggak enaknya lagi ikut tour. Serombongan bus (atau jangan-jangan kami digabung dengan rombongan lain) dipaksa masuk dalam satu restoran. Yang dihitung hanya jumlah orang dan bukan keluarga. Karena kami masuk belakangan, nggak dapat duduk semeja. Akhirnya Mas Ben duduk sama Raka, gabung sama keluarga lain. Saya duduk sendiri, sambil pangku Kirana, duduk sama keluarga lain.

Bayangin makan udon sambil mangku toddler? RUSUH. Saya bener-bener nggak menikmati deh, padahal makanannya enak loh. Karena itu nggak ada foto sama sekali pas kita makan di sini. Boro-boro deh pegang kamera.

Menjelang selesai makan, sang tour guide berkeliling ngebagiin tiket PP Kachi-Kachi ropeway dan kasihtau kami harus ngumpul di bus jam 2 siang (jadi cuma dikasih waktu kurang lebih 1 jam buat naik, observasi, lalu turun lagi).

Kachi-Kachi Ropeway ini menghubungkan Danau Kawaguchi dengan observation deck di dekat puncak Gunung Tenjo. Dari sana bisa ngeliat danau dan Gunung Fuji. Tapi ternyata buat naiknya aja, antrinya lamaaaaa. Sampai di atas kalau nggak salah udah sekitar jam 1.40

Station buat naik Kachi-Kachi ropeway

Sebelum naik, beli minum dulu. Ini favoritnya Raka selama di Jepang: Vending machine

Naiknya ngantri

Pemandangan dari atas ropeway

Sampai di atas, Raka coba pakai teropong dan kami beli jajanan (ternyata masih belum kenyang). Ada sedikit cerita bloon di sini. Jadi saya ngeliat menu Usagi (rabbit) dumpling dan Tanuki (racoon) dumpling. Saya mikirnya ini pangsit isi daging kelinci dan rakun. Napsulah saya nyoba makanan eksotik gitu. Pas udah mesen, ternyata dumpling itu cuma sate kue mochi yang di-hot-stamp gambar rakun dan kelinci. KZL

Maap ya kalau saya terdengar sadis. Hehe.

Menurut saya sih snack-nya biasa aja, nggak terlalu istimewa. Jadi kalau ke sini dan waktunya terbatas, lebih baik puas-puasin menikmati pemandangan.

Gara-gara jajan dulu… plus ternyata antrian mau turun ropeway-nya panjaaaaaang…. kami pun terlambat 15 menit sampai bus. Kami masuk bus sambil nunduk macam lagi ospek, sambil dihujani tatapan hina peserta tour lainnya. HAHA. Maap ya, om… tante….

Pemandangan dari atas

Kios snack di puncaknya

Kiri: Matcha ice cream dan usagi dumpling (mochi dengan topping kacang-rasanya manis)
Kanan: tanuki dumpling (mochi dengan toping soy sauce-rasanya gurih)
Kalau penasaran mau coba, enakkan yang usagi menurut saya, mungkin karena lidah saya lebih terbiasa dengan rasa mochi yang manis.

Dengan latar gunung salju, tetep ya makan es krim

Encus jagain bocah-bocah dulu ya, Tuan dan Nyonyah lagi sibuk makan

Dari Kachi-Kachi Ropeway, kami menuju tujuan terakhir: Fuji Fifth Station. Ini adalah titik tertinggi di Fuji yang bisa dicapai dengan kendaraan. Kalau mau lanjut ke atas ya monggo hiking. Dulu saya pernah ke sini tapi seinget saya nggak ada yang menarik. Dan sebenernya saya bingung kenapa banyak banget tour yang bawa rombongan ke sini. Menurut saya sih kalau mau liat Fuji malah kurang bagus dari titik ini.

Tapi di sini ada yang senang banget: Raka! Kenapa? Karena dari Jakarta dia udah ngomong pengen main salju, tapi saya bilang saljunya udah nggak ada. Eeeeh ternyata di sini ketemu salju. Walaupun seiprit tapi anaknya seneng banget. Dasar anak idung gede, hokinya juga gede!

Raka main salju cuma dengan sarung tangan wool (bukan waterproof) karena saya nggak nyangka bakal ketemu salju. Dan dia nggak mau berhenti kalau nggak dibujukin. Padahal di sana dingiiiiin banget dan kami yang gede-gede ini udah pengen masuk gift shop aja buat menghangatkan diri. Ampun ya anak-anak tuh kuat banget.

Di sini dikasih waktu cukup lama. Kalau nggak salah sebenernya di sini ada shrine juga. Tapi karena udah kedinginan dan Raka nggak mau udahan, kami cuma foto-foto dekat situ. Lalu… sudah waktunya pulang.

Suasana 5th station

Happy banget dia

Pengalaman pertama Kirana ketemu salju

Tuh saljunya sebenernya cuma seiprit gitu

Full team! Mount Fuji cuma kelihatan pucuknya aja. 

Gemes banget sama mereka berdua. Karena perjalanan jauh, Kirana mulai bosen dan rewel. Tapi lalu sepanjang sisa perjalanan, Raka terus berusaha ajak dedenya bercanda dan Kirana pun hepi lagi. So sweet. Tetep akur sampai selamanya ya, nak-nak.

Belum berhasil melatih mereka senyum dengan lebih elegan. Haha.

Singkat cerita, kami sampai di Tokyo dan di drop di dekat West Exit Shinjuku sekitar jam 6 sore. Langsung dilanjutkan jalan kaki buat makan malam di Himawari Zushi Shintosin.

Saya tahu tempat ini setelah googling dengan keyword “affordable recommended sushi Shinjuku” haha. Bermodalkan Google Maps, kamipun sampai di resto mungil ini. Setelah antri beberapa orang, kami dapat giliran.

Modelnya conveyor belt sushi. Jenis sushinya kebanyakan nigiri dan jelas bukan fusion. Reviewnya? Enak!!!

Di sini saya baru ngerasain tuna sushi yang enak. Dari dulu saya heran kenapa kok kalau nonton food channel, di Jepang yang lebih terkenal itu tuna dan bukan salmon, padahal saya kalau makan tuna sushi/sashimi di Jakarta berasa enakkan salmon.

Di Himawari, saya baru ngerasain tuna nigiri yang beneran enak. Ternyata tuna di Jepang emang beda. Nggak tawar seperti di Jakarta. Salmonnya juga enak sih, tapi tunanya jadi lebih terasa istimewa.

Anak-anak makan apa? Raka sejak 2 tahun memang udah makan sushi/sashimi mentah (dan dia doyan banget). Sedangkan Kirana… di sinilah pertama kali kami ijinkan dia nyobain ikan mentah (sambil mengucap doa dalam hati). Di sini kita berempat makan banyak banget. Puas, senang, dan kenyang.

Selesai makan, kami sempet mampir ke Tokyo Milk Cheese Factory buat beli oleh-oleh. Di sini saya juga beli cheese soft ice cream-nya. Enaaaaak banget. Cone-nya pun rasa keju. *ngiler

Setelah itu kami pulang, istirahat. Besok kami mau jalan-jalan keliling Tokyo. Stay tune.

Buat yang mau ke sini, nih suasana di depan restonya

Nunggu giliran di depan resto.

Total kerusakan berempat. Nggak ada foto makanannya karena sudah lapaaar.

 

 

 

 

Advertisements

11 thoughts on “Japan Trip 2018 – Kawaguchi, Sakura, Salju, dan Sushi Enak

  1. Kurang panjang Din..hiksss…

    Ehh kirain Jepang kejam, telat ditinggal lumayan 15 menit, gpp lah ditatap hina ya, yg penting dah puas diatas.. Kan bukan sengaja juga…

    Suka banget semua fotonya.. Pada caem2 banget dah..

    • Masa kurang panjang py? Gw udah takut orang2 komplen bosen bacanya. Btw gw juga udah takut banget ditinggal bus. Sampe udah menenangkan diri ya udah ke next destinationnya cari public transport kalo sampe ditinggal

  2. Din kaya jalanan aja pake ganjil dan genap atau semacam ulangan matematika, sebutkan bilangan ganjil yang termasuk bilangan prima hahahaa…

    Wuih Raka kecil2 enak nih udah keliling kemana2, pasti berkesan buat dia. Itu strawberry rasanya kaya gimana Din? Gw blom pernah nyicip yg Jepang, cuma pernah beli yg Korea sama Amrik krn penasaran hahahaha

    • Rasanya kaya stroberi *mintaditabok* haha. Tapi karena gede, enak banget airnya banyak dan ga terlalu asem. Gw malah belom pernah coba stroberi korea sama amrik, jd ga punya bandingan

  3. Saya jg sudah jatuh cinta dgn kawaguchi sis waktu kmrn googling2 sebentar soal jepang. Cakepnya kebangetan. *masuk wishlist saya

    Disono ga ada kebon duren sis?
    Saya ga tertarik sama stroberi soalnya *kemudian dijejelim stroberi sekilo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s