Japan Trip 2018 – Belanja di Osaka

Cerita Japan Trip 2018 sebelumnya bisa dilihat di:

Japan Trip 2018 – Backpacking, ANA, dan Stroller Tinyworld
Japan Trip 2018 – Tokyo, Gyukatsu, dan Sakura Terakhir
Japan Trip 2018 – Drama Disneysea yang (untungya) Happy Ending
Japan Trip 2018 – Kawaguchi, Sakura, Salju, dan Sushi Enak
Japan Trip 2018 – Keliling Tokyo yang Ramai
Japan Trip 2018 – Falling In Love with Takayama
Japan Trip 2018 – Ryokan Asunaro, Aku Padamu
Japan Trip 2018 – Tentang Hida Beef dan Berdiri di Shinkansen
Japan Trip 2018 – Jadi Model Sehari di Kyoto

………………………………………………

Pagi itu, setelah sarapan, kami langsung berangkat ke Kyoto Station buat pergi ke Osaka. Semua berjalan lancar-lancar saja.

b2b1

Sekilas tentang Osaka… Begitu masuk kota Osaka, saya langsung merasakan atmosfer yang beda dengan kota-kota sebelumnya. Osaka terasa lebih laid-back dan ramah daripada Tokyo, lebih modern dan ceria daripada Kyoto dan Takayama, dan terasa lebih familiar. Menurut saya, Osaka feel-nya mirip kayak Singapura atau Hongkong.

Entah kenapa, walaupun Osaka lebih ramai daripada Tokyo, rasanya buat saya lebih nyaman. Di Tokyo orang-orang terlihat serius, jalan buru-buru dengan muka lempeng, berangkat kerja atau sekolah. Di Osaka, orang-orang yang ramai itu jalannya sedikit lebih santai, ekspresinya juga terasa lebih relax. Bukan berarti saya lebih suka Osaka daripada Tokyo, ya…. cuma terasa beda aja.

Yang paling terasa adalah soal buang sampah. Di Tokyo tuh tegas banget soal aturan pemilihan sampah, bahkan ada jadwal-jadwal pengangkutan sampah (sampah plasti hari ini, dan sampah organik hari lainnya, misalnya). Ini bikin saya takut buang sampah loh selama di Tokyo. Kalau bingung, sampahnya kebanyakan saya bawa pulang lalu buang di AirBnb. Sedangkan di Osaka, saya lihat di jalan-jalan, kebanyakan tempat sampah ya jadi satu aja semuanya, tanpa harus dipilah.

b3

Daerah Dotonburi

b5

Lorong berisi toko-toko di daerah Shinsaibashi

Lanjut ya cerita hari itu…

Sampai di Osaka, keluar dari stasiun, kami makan di Hana-Maru Udon. Resto ini konsepnya persis Marugame Udon. Murah, meriah, enak. Setelah itu kami langsung ke AirBnb. Dan inilah AirBnb yang ukurannya paling mungiiiiiil. Terutama kamar mandinya. Mentok sana sini rasanya. Untungnya kami di sini cuma 2 malam dan rencananya bakal banyak di luar, jadi ya sudahlah numpang tidur aja…

Setelah taruh backpack dan istirahat sebentar di AirBnb, kami mencar bareng masing-masing keluarga. Alasannya, karena hari ini adalah satu-satunya hari di mana kami punya free-time buat beli oleh-oleh, jadi harus memaksimalkan waktu ke tujuan masing-masing supaya nggak ada yang kelupaan.

Saya dan Mas Ben nggak terlalu banyak ‘tuntutan’ untuk beli oleh-oleh. Mungkin karena orang-orang udah hafal kalau kami nggak suka belanja kalau travelling. Beli buat diri sendiri aja nggak pernah, apalagi musti nyari oleh-oleh. Tapi ya tetep aja ada beberapa orang yang pingin kami bawain something.

Karena lebih santai, kami sempet mampir Takashimaya dulu karena Mas Ben mau liat-liat parfum *helanafas. Setelah muter-muter sebentar, baru kami jalan ke daerah Shinsaibashi. FYI Shinsaibashi ini salah satu pusat belanja di Osaka.

Saya beli sebagian besar oleh-oleh kami di Daikoku Drug. Kalau kalian ngincer skin care atau snack-snack khas Jepang, boleh lah survey ke sini. Setelah saya banding-bandingin dengan toko-toko sejenis, harga di sini termasuk yang paling murah dan tokonya banyak banget tersebar di mana-mana. Signage-nya seperti berikut ini:

Image result for daikoku drug

Gambar dari http://www.livinginosaka.net/archives/the-true-100-yen-shop-in-osaka

b4

Nunggu Mami beli oleh-oleh

b10

Selesai beli oleh-oleh, kami sempet jajan takoyaki (yang menurut saya rasanya biasa aja), jajan chicken katsu di Lawson, lalu jalan lagi menuju tujuan berikutnya: Tokyu Hands. Misi kami adalah beli mainan buat Raka. Pas di Tokyo saya udah naksir beberapa mainan edukatif di Tokyu Hands tapi memutuskan nggak beli karena mikirin repot bawanya sedangkan perjalanan kami masih panjang.

Dan… saya menyesal. Tokyu Hands di Osaka guedeee, nggak kalah gede daripada yang di Shibuya, tapiii jauh lebih menarik yang di Shibuya. Mainannya standar dan sedikit pilihannya. Akhirnya cuma beliin Raka stamp bergambar Shinkansen. Duh udah mana Tokyu Handsnya lumayan jauh…. sungguh menyesal nggak beli pas di Tokyo. Memang belum jodohnya.

Malam itu kami janjian ketemu Yohan -Vira di Dotonburi dekat Glico Man buat makan malam bareng. Kami milih makan di Zundo-Ya Ramen yang kata seorang teman lebih enak daripada Ichiran.

b6

The famous Glico Man. Saya sampai googling kenapa ini signage terkenal banget sampai jadi landmark. Konon sih karena dia terlihat outstanding aja di antara billboard2 di sekelilingnya.

b7

b8

Kepiting ini (yang di background) katanya enak. Tadinya kita pengen coba, tapi ngantrinya bikin nggak napsu. Nggak jadi deh

Lalu gimana rasanya? Zundo-Ya tipenya tonkotsu ramen dengan kuah yang rich. Enak, tapi karena saya belum pernah coba Ichiran jadi nggak bisa bandingin. Dan sekali lagi, saya bukan penggemar model ramen kaya gini, jadi menurut saya ya enak aja, nggak sampai spektakuler.

b9

Zundo-Ya

Yang agak berkesan di moment ini adalah saya sama Vira sama-sama bad mood. Jadi di sini kita banyak ngomel ke anak-anak sampe bapak-bapak pada takut. HAHAHAHA.

Kalau saya sih jelas karena kecapean (Udah jelang hari terakhir, capeknya udah numpuk) daaaaan karena hari itu kerjaannya cuma belanja dan liat toko-toko. Duh saya tuh nggak suka banget belanja-belanja, apalagi kalau rame. Nggak bakat buka jastip.

Setelah makan, kami buru-buru pulang. Mau tidur cepat karena besok pagi kami mau ke Universal Studio! Yeay!!! So excited! Bersambung yaaaa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.