Bendirana ke Yogya – Merapi Lava Tour, Jejamuran, Iconic Gelato

Cerita sebelumnya bisa dibaca di:
Bendirana ke Yogya – Phoenix Hotel dan Borobudur
Bendirana ke Yogya – Ullen Sentalu dan Raminten Cabaret

22 Desember 2018

Merapi Lava Tour

Nah, yang ini juga awalnya maju-mundur. Pengen karena Raka pasti suka tapi kuatir bahaya atau nggak ya, terutama untuk Kirana. Apalagi pas kita pergi itu, Merapi lagi mulai batuk-batuk.

Tapi karena driver kami rekomen dan bilang aman buat anak-anak, kami pun memutuskan jadi ikut lava tour.

Kami berangkat jam 7 pagi dari hotel, mampir dulu beli Gudeg Hj Ahmad buat dibungkus. Kami makan di mobil. Gudegnya enak, tapi buat saya tetep lebih enak gudeg Yu Djum. Btw Kirana suka gudeg tapi Raka, sebagai anak betawi rasa bule, nggak doyan.

c2

pagi hari ini, tiba-tiba ada dekorasi Natal di lobby hotel. Agak telat ya sebenernya, udah tanggal 22 Desember (muka Raka lagi nahan nguap haha)

c3

Gudeg Mbarek Hj. Ahmad. Lagi trending nih.

Kami tiba di pool MJAK adventure trip sekitar jam 7.45. Vendor Merapi lava tour ada banyak, kami ngikut aja yang direkomendasi driver kami, jadi saya nggak banding-bandingin dengan vendor lain. Tapi kalau soal jalur, harga, dan fasilitas kayanya sih sama-sama aja.

Kami pilih paket standar dengan tambahan masuk air. Saya nggak tahu harganya berapa karena Mas Ben yang bayar dan dia lupa, sekitar 300-400ribu permobil. Yang jelas, harganya udah terpampang nyata di meja registrasi, jadi nggak kuatir harus tawar menawar.

c1

Tempat nunggu di pool MJAK

c4

deretan jeep MJAK

Setelah menunggu sebentar, jeep kami-pun datang dan petualangan dimulai. Kami pergi ke Museum Sisa Hartaku dan Batu Alien. Di Museum Sisa Hartaku, kita bisa lihat sisa-sisa barang yang terkena erupsi merapi, mulai dari yang ‘hanya’ terkena awan panas sampai yang terkena lavanya. Di sini juga ada banyak foto-foto dokumentasi. Yang paling bikin hati saya ‘nyess’ itu foto rumah Mbah Marijan dengan sebuah mobil van terparkir di depannya. Jadi di hari terakhir itu, ada seorang reporter TV dan seorang kameraman yang datang dengan van, masih membujuk si mbah untuk mengungsi, sampai akhirnya mereka semua tewas di rumah itu.

c6

Ready to go!

c11

Style rambut Kirana sungguh hits, karena dia komplen tiap rambutnya kena muka. Haha

c14

Gayamu nak… gayamuuuu

Kalau Batu Alien ini batu vulkanik yang bentuknya seperti wajah manusia. Saya nggak terlalu tertarik sih sama yang ini. Tapi di sini ada spot bagus buat foto dengan latar belakang Merapi. Sayangnya pas kami di sana lagi berkabut, jadi Merapinya ketutupan. Kalau hari cerah, cakep banget backgroundnya.

Selain itu, sepanjang jalan, drivernya menjelaskan tentang situasi waktu Gunung Merapi erupsi, desa mana saja yang kena imbasnya, fenomenanya, sampai cerita Mbah Marijan. Cukup informatif dan menambah wawasan.

c10

Batu Alien. Keliatan nggak muka aliennya?

c5

Di bagian yang berawan itu harusnya kelihatan jelas puncak Gunung Merapi

Terakhir, waktunya ‘main air’. Tadinya saya pikir cuma sekedar dibawa menerjang sungai kecil. Ternyata, ini jadi semacam wahana. Ada sebuah lokasi yang dipenuhi kubangan-kubangan besar. Nah jeep kita sengaja dikebut berputar-putar di lokasi ini.

SERU!

Raka menjerit-jerit kegirangan dan tiap berhenti, langsung teriak: “Lagi! Lagi!”

Kirana pas putaran pertama agak panik sambil teriak-teriak “nggak mau, mami!!! Nggak mauuuu!” tapi pas udah berhenti, dia tanya “Kok udahan?”haha. Lalu di putaran-putaran berikutnya, Kirana malah mulai ikut kegirangan.

Kami sempat minta waktu buat parkir di sini, supaya anak-anak bisa turun dan main air sebentar. Mereka hepi banget, maklum anak kota jarang ketemu sungai. Setelah itu, kami kembali ke pool, cuci tangan dan kaki, ganti baju, lalu lanjut ke lokasi berikutnya.

c16

c19c20c21

c12

My heart will go on….

c15

Peraturan gemas di dalam toilet

Review lava tour Merapi:

  • Cukup aman untuk anak-anak, kecuali yang bagian main air. Ini lumayan bahaya, Kirana harus dipegangin erat-erat. Jadi nggak terlalu rekomen buat bayi/anak yang masih kecil banget.
  • Tapi menurut saya kalau nggak lewatin rute air, kurang berkesan. Jadi… menurut saya sih kalau punya anak kecil banget mendingan sekalian skip aja.
  • Harus pakai helm dan karena helm-nya bekas dipakai orang, penting buat bawa topi sendiri atau syal atau shower cap sekalian hehe, buat dipakai di bawah helm.
  • Pengalaman kami kemarin sih, walaupun masuk rute air, nggak kotor-kotor banget. Nggak perlu sampai mandi lagi. Paling cuci tangan, kaki, dan ganti baju cukup.
  • Kalau mau masuk rute air, tas boleh dimasukkin ke kantong plastik biar aman. Kecuali kalau rela tasnya kotor.

Jejamuran

Kami sampai di Jejamuran sekitar jam 11 siang. Belum jam makan tapi sudah lumayan ramai. Jejamuran ini salah satu resto yang udah lamaaaa banget pengen saya datengin. Tiap denger cerita temen yang ke sini, saya menelan ludah. Maklum ya, saya suka banget sama jamur. Nggak mau buka cabang Jakarta gitu? Hehe.

Kayanya nggak usah di-review lagi lah ya. Semuanya enak di lidah saya. Masaknya cepat, restonya luas, harganya cukup bersahabat. Kurangnya cuma satu: dengan area seluas itu, mereka nggak punya playground.

Yang lucu, di sini ada fish spa gratis. Saya sempet celupin kaki tapi nggak kuat karena geli banget. Padahal dulu jaman kuliah saya suka loh fish spa.

c24c25

c23

Muka shock abis celupin kaki

c22

Jamur pink, warna favoritnya Kirana

c26

Nggak ada playground, tapi ada kolam ikan berisi ikan-ikan segede badan Kirana. Gile makan apaan ya?

c27

Selama di Yogya ni anak demen difoto

c28

Anak bontot udah banyak gayanya

 

Nah, selesai makan, kami bingung deh mau ke mana. Rencananya kami pengen sunset di Abhayagiri biar sekalian jalannya. Tapi kan masih siang banget nih. Enaknya singgah ke mana ya?

Daaan driver kami, Pak Nanang emang juara…dia mengusulkan kami pergi ke Iconic Gelato & Bistro. Ini tujuan yang nggak di-plan (bahkan kami nggak tahu ada tempat kaya gini) tapi sangat-sangat berkesan.

Iconic Gelato & Bistro

Waktu Pak Nanang usul ke tempat gelato, kami cuma pikir yaaaa bolehlah idenya makan es krim. Sama sekali nggak nyangka kalau tempatnya sungguh ciamik!

Restonya cukup luas dan terbagi 2 area. Sebelah kanan ala-ala cafe cantik kekinian yang instagenic. Jalan ke arah kiri…kontras banget. Tiba-tiba ada patung Darth Vader dan interior pesawat Star Wars lengkap dengan pintu otomatis.

c38

Lorong menuju ‘surganya’Raka

c31

Serah dah gaya apa

Dan ketika pintu itu terbuka… tibalah kami di SURGANYA RAKA.

Interiornya full dihiasi banyaaaaaaaaaak banget action figure dan gambar-gambar berbagai karakter film-film superhero dan fantasy. Tapi yang dominan tuh karakter DC dan Marvel. Penataannya enak diliat, action figure dan gambar di tembok nggak abal-abal. Jangankan Raka, saya aja demen banget.

c37

Kaya gini restonya. Semua detailnya cakep.

c36

Terpesonaaaa

c32

Nemplok susah lepas

c29

Yaaaa kalo imut mah bebas ya gaya apa

c30

Whoaaaaaa

c33

Miles Morales dan Peter Parker *kaosnya bikin di Kastem Haus *lah promosi

c34

Miles Morales, Peter Parker, dan photo bomb yang gemash

Udah gitu harga gelatonya sangat bersahabat. Cup paling kecil aja isinya buanyak banget. Saya pesen 1 small dan 1 medium buat kami berempat nggak sampai 100 ribu  tapi ngabisinnya sampai bleneg.

Rasa gelatonya juga unik dan enak-enak. Saya rekomen rasa thai tea dan bayleys. Selain gelato, menu makanannya juga menarik. Tapi karena kami baru makan jadi nggak nyoba. Recommended deh tempat ini. Kami lumayan lama nongkrong di sini. Anak-anak betah banget.

Puas santai-santai dan foto-foto, kami pun pindah ke lokasi berikutnya. Begitu masuk mobil, kedua bocah langsung tidur pulas. Lanjut di posting berikutnya ya…

c35

Ini yang small cup loh, munjungggg… Isinya buanyaaak

c39

Sebelum pulang, jangan lupa nyobain main dan foto pakai Thanos Gauntlet. Ini dipajang di kasir, tapi boleh kok dipinjem.

 

8 thoughts on “Bendirana ke Yogya – Merapi Lava Tour, Jejamuran, Iconic Gelato

  1. wah seru bangetttt anakku pasti suka di iconic gelato ituuu…
    btw aku suka rok lipitnya, cakep banget dipake kamu hehehe

  2. kenapa lihat review org semua pada bilang enak ya jejamuran. Gw nyobain dan merasa itu biasa banget. Padahal gw penyuka jamur garis keras lho..
    Ih nekat juga lu bawa kirana lava tour. Kalo Theo kayaknya bakalan nangis2 minta turun pas menerjang air itu haha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.