Marriage Enrichment

Sabtu Minggu kemarin (14-15 September 2019) saya dan Mas Ben baru ikut acara Marriage Enrichment (ME).

ME adalah semacam acara retreat untuk meningkatkan kualitas hubungan pasutri Kristen dengan usia pernikahan 5 tahun ke atas. Acara ini cuma boleh diikuti sekali seumur hidup. Karena ini acara untuk pasutri, tentu saja nggak boleh bawa anak ya.

Setahu saya, acara sejenis ini diadakan oleh banyak penyelenggara (biasanya gereja atau yayasan Kristen) dengan berbagai nama tapi dengan kurikulum yang mirip-mirip (atau mungkin malah sama). Ada yang 1 malam ada yang 2 malam.

Saya pertama kali tahu acara ini karena Dea Utin pernah ikut acara sejenis yang diadakan komunitas Katolik. Dan Dea rekomen banget. Tapi waktu itu saya belum bisa ikut karena Raka masih kecil, lalu hamil Kirana, lalu masih ASI.

Di gereja saya sendiri (GKI Gunsa) ada acara seperti ini, namanya Weekend Pasutri, acaranya selama 2 malam. Tapi jadwalnya memang kurang pas. Dan lagi saya, Dea, dan Vira udah janjian ikut bareng, tapi mereka belum bisa ikut tahun ini (Dea soalnya baru lahiran sementara Vira belum 5 tahun menikah).

Yang saya ikut ini diselenggarakan oleh Yayasan Eunike, tempat Raka dan Kirana ikut bina iman Sahabat Kristus (SK). Acaranya selama 1 malam saja.

Sebenernya saya sendiri surprised bisa ikut ME tahun ini karena tadinya bingung mau titipin anak ke mana, khususnya Kirana yang ga pernah mau jauh dari saya atau papinya. Cuma suatu hari saya iseng tanya Mami saya. Mau nggak kalo dititipin 2 anak sekaligus, nginep semalem, dan Mami saya langsung bilang mau loh tanpa pikir panjang. Tumben banget loh ini. Apalagi pas dia tahu kita mau ikut ME, mami saya sangat supportive.

Thanks, God! and thanks, Oma!

Anak-anak udah saya bilangin kalau nanti Sabtu-Minggi bakal nginep di rumah oma. Tapi Kirana belum ngeh kalau dia dan Koko Raka akan nginep tanpa papi mami.

Sabtu, hari-H, kami buru-buru berangkat sebelum anak-anak bangun karena kalau Kirana sempet ngeliat kami pergi, pasti lebih drama. Dan syukurlah sepanjang dua hari itu, menurut Oma, aman-aman aja. Nggak ada yang drama nyariin. Wah boleh sering-sering nih ((lah ngelunjak)).

Acaranya sendiri…. saya nggak bisa cerita. Tapi kesempatan bisa pergi berdua aja, tanpa anak, menghabiskan 30 jam yang berkualitas hanya dengan pasangan…. itu aja udah istimewa. Apalagi pas banget ini acara terjadwal di tengah-tengah minggu mid-test Raka, di mana setiap hari saya bertransformasi jadi naga penyembur api suruh-suruh anak belajar. Pulang-pulang rasanya refreshed banget.

Dan di acara ini saya bener-bener dibukakan dan diingatkan bahwa pernikahan ini bisa terasa begitu indah semata karena anugerah Tuhan, karena sebenernya secara manusia kami nggak compatible-compatible amat. Kalau dinalar rasanya heran, kok saya bisa begini dan dia bisa begitu hanya demi mencinta ((eaaaa)).

Intinya saya nulis post ini, mau encourage pasutri-pasutri Kristen supaya jangan ragu ikut acara semacam ini. Acara ini tuh semacam honeymoon yang berkualitas dan terarah. Kalau di gereja atau komunitas kalian nggak ada, coba aja cari-cari info.

Saya tahu banyak yang ragu ikut acara macam ini karena malas rasanya, takut dikulik-kulik (saya dulu kaya gini, maklum introvert). Tenang aja… hubungan kalian nggak akan diintervensi oleh orang luar kok. Dan jangan malas ikut karena merasa pernikahan kalian sudah baik-baik saja. Kan namanya juga enrichment, tujuannya untuk memperkaya. Kalau hubungan kalian sudah ‘kaya’ ya bagus kan kalo tambah kaya? ((eaaaa))

Lah kalo finansial aja nggak pernah berasa cukup, pingin terus tambah kaya, masa hubungan sama pasangan mau cepat puas berasa cukup aja? Ihiy.

Nah gimana kalo suaminya males ikut ginian? Biasanya kan case-nya kaya gitu tuh… istrinya semangat pengen ikut, suaminya ogah. Gimana dong? Ya doakan dan rayu-rayulah… “Nggak usah kasih aku budget skincare deh bulan ini asal kamu mau ikut” ((wow)) Percayalah, ikut acara semacam ini sepadan dengan merelakan budget skincare sebulan kok.

Jadi… ada yang tertarik? Kalau mau minta info sama saya boleh juga loh.

Foto di acara. Sekarang sudah kembali ke dunia nyata yang penuh tantangan

 

 

12 thoughts on “Marriage Enrichment

  1. Gue belum sempet ikut, Din pas di Indo. Emang cuma boleh ikut sekali doang, dan katanya bisa sangat mengharukan ya, plus gak boleh cerita isinya tuh apaan. Semoga one day bisa ikut, tapi kayaknya di sini gue belum nemu yang model gini so far.

  2. halo ci dina , selama ini aq silent reader aja nih. aq sebenarnya tertarik ikut beginian ci tp belum ketemu info2 nya. boleh minta infonya gak ci?
    thx sebelumnya ci.
    selly

  3. Pas liat postingan ME. Gw berasa kangen untuk ngerjain detail persiapannya. Wkwkwkwkw. Masih di selipin “K” ((bukan kirana ya)) gak din di kamar? 😂😂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.