Netherland Trip 2018 – Rotterdam dan Den Haag

Tentang Netherland Trip 2018 sebelumnya bisa dibaca di:

Netherland Trip 2018 – Prolog
Netherland Trip 2018 – Strolling Amsterdam
Netherland Trip 2018 – Giethoorn, Zaanse Schans, Volendam
Netherland Trip 2018 – Food and Canal Tour

Hari ini saya bisa santai nggak perlu mikirin transportasi dan tujuan mau ke mana, karena hari ini kami punya tour guide spesial: Ik Hiang. Jadi kami tinggal ngikut aja.

Dari Amsterdam Centraal kami naik kereta ke Rotterdam. Lamanya perjalanan sekitar 1 jam. Rotterdam adalah sebuah kota pelabuhan, terkenal dengan arsitekturnya yang katanya gabungan arsitektur tradisional dan modern banget. Salah satu yang yang paling iconic adalah Cube House.

Menanti kereta di Amsterdam Centraal

Bagian dalam kereta. Ini Mami dan Ik Hiang. Sepupuan, mirip nggak?

Turun dari stasiun, jalan sedikit, sampailah kami di Cube House. Cube House adalah karya arsitek Piet Bloom. Fungsinya sebagai perumahan biasa, hanya bentuknya dibuat unik. Dari luar seperti kubus-kubus yang dijajarkan dalam posisi miring. Unik banget memang.

Di depan Cube House

Naik tangga masuk ke perumahannya

Ini bagian pintu masuk Cube House

Tengah-tengahnya ada halaman

Dari bawah seperti ini kelihatannya. Unik ya, pengen deh masuk ke dalamnya apakah temboknya miring-miring juga? Haha

Setelah itu kami diajak ke Market Hall (Markthal dalam bahasa Belanda). Katanya sih ini residential area dan office building tapi yang jelas di lantai-lantai bawahnya ada pertokoan dan food court gede banget.

Food courtnya sangat menarik buat saya, karena menjual berbagai kuliner yang unik-unik.

Gedung berbentuk busur di belakang kami itulah Market Hall

Bagian dalamnya. Kelihatan kan atapnya berbentuk busur?

Ini di lantai 2, tenant-nya lebih banyak.

Salah satu tenant di dalam food court Market Hall

Mandatory photo di depan toko daging, buat pamer ke Mas Ben.

Snack-nya berat ya.

Mas Ben gonna love this!

Di pagar foyer, dipasang meja-meja kecil buat orang-orang makan sambil berdiri

Di Market Hall ada toko bunga. Bunga asli loh ini. Lumayan ya bisa liat tulip di Belanda pas winter (tulipnya yang kecil-kecil di lantai itu).

Mami tertarik mencoba makanan di salah satu tenant yang jual makanan khas Belanda. Jadi emak saya (maminya Mami), suka bikin masakan yang namanya hutspot, katanya ini makanan Belanda (emak saya dulu sekolah di sekolah Belanda, jadi banyak terpengaruh budaya sana) dan Mami saya suka banget (dia pun suka masakkin saya hutspot, saya dan Mas Ben suka banget).

Hutspot ala Emak dan Mami saya isinya dominan potongan kol, dicampur dengan potongan wortel, bawang bombay, kentang, buncis, dan smoked ham. Rasanya asem, asin, manis. Hutspot dimakan sebagai menu yang berdiri sendiri karena isinya udah ada karbo, sayur, dan protein.

Ternyata hutspot asli Belanda tuh semacam mashed potato yang dicampur dengan wortel. Sama sekali nggak ada kol-nya. Fungsinya adalah sebagai side-dish, dimakan bareng meatball atau sosis.

Sementara makanan sejenis yang dominan kol adalah zuurkool (atau sauerkraut) yang adalah acar kol, kadang isinya kol doang, tapi ada juga yang dikasih smoked ham. Ini juga fungsinya sebagai side dish.

Jadi hutspot ala Emak saya tuh sepertinya hasil kreasi sendiri dengan menggabungkan dua jenis makanan di atas. Haha. Yang jelas, di lidah saya, hutspot dan zuurkool asli Belanda kurang enak, enakkan bikinan Emak atau Mami saya, mungkin karena sudah mengikuti selera nusantara.

Meatball, buat dimakan bareng hutspot

Ini yang namanya hutspot, mashed potato pake wortel

Yang ini juga mashed potato tapi pakai campuran smoked ham.

Puas icip-icip kulineran, kami keluar Market Hall dan ketemuan sama Ik Yoi, adiknya Ik Hiang yang tinggal di Den Haag. Lalu kami window shopping ke pertokoan dan mall di dekat situ. Setelah itu, kami naik kereta ke Den Haag.

Di luar Market Hall ada semacam bazaar. Saya nggak ngerti ya ini permanent atau nggak.

Ada tukang poffertjes

Organ tunggal. haha. Ini semacam kotak musik besar, kalo kita kasih koin nanti musiknya dimainkan.

Mall di Rotterdam. Lupa nama mall-nya.

Foto tiap ketemu pohon Natal

Den Haag dan Rotterdam cukup dekat, cuma sekitar 20 menit naik kereta. Sampai di Den Haag, saya request mampir ke Primark. Duh nggak tahan banget kalo udah masuk Primark. Lucu-lucu, murah-murah pula. Untungnya hari itu kami terbatas waktu, jadi dompet saya terselamatkan. Haha. Sempet lewat TK Maxx juga (konon di sini jual barang-barang branded dengan harga miring) tapi karena nggak tahu mau beli apa, saya nggak masuk. Kita langsung lanjut ke resto Chinese Food di Chinatown buat makan malam.

Di Perjalanan, saya sempet ketemu stall oliebollen, donat tradisional Belanda. Tentu saja saya mampir beli dulu, sekalipun kami sebenernya lagi dalam perjalanan ke restoran mau makan malam. Hahaha.

Ollieballen. Donat polosan tanpa topping dan filling. Ada juga yang adonannya dicampur kismis. Sebagai pecinta donat, buat saya ini enyaaaak.

Chinese food di Belanda

Selesai makan, kami balik naik kereta ke hotel. Packing karena besok mau ke Valkenburg. Hayooo ada yang tahu di Valkenburg ada apa?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.