The New Normal

The new normal adalah…

Weekdays ‘main sekolah-sekolahan’ di rumah.

Anak-anak denger penjelasan guru via Zoom.

Ngumpulin tugas sekolah via Microsoft Team.

Belanja sayur via online.

Hiburan bukan lagi mall, tapi main sepak bola, basket, atau sepatu roda.

Ngedate sama Mas Ben dalam bentuk nonton drakor bareng.

Raka main sama temen via Video Call.

Hangout sama temen via Zoom.

Makan di rumah all the time. Either itu masak atau order online.

Kebaktian Minggu dan Sekolah Minggu via Youtube.

Persembahan kebaktian via mBanking.

Nggak nge-plan liburan maupun staycation.

….

Sejak 16 Maret 2020, Jakarta menerapkan lock down/social distancing/PSBB (Pembatan Sosial Berskala Besar) apalah namanya itu… yang pasti sebagian besar kegiatan di luar rumah dilarang. Sekolah dan sebagian besar industri ‘dipaksa’ untuk beraktivitas dari rumah….

….demi menghentikan penyebaran COVID-19 dan ‘flatten the curve’

Hari ini berarti hari ke-43 isolasi bagi kami.

Saya menulis ini untuk kenang-kenangan karena mungkin seumur hidup (semoga) kami nggak akan ngalamin ini lagi.

COVID-19 adalah salah satu jenis virus baru Corona (yang juga menyebabkan SARS dan MERS) yang menyebar mulai dari Wuhan,Cina ke seluruh dunia. Per hari ini, sudah sekitar 2.9 juta orang terinfeksi virus ini dan 200.000 orang di antaranya meninggal dunia.

Karena itulah hampir semua negara menerapkan aturan lock down supaya virus tidak menyebar lebih jauh sementara para ahli meneliti pengobatan dan vaksinnya.

Awalnya saya bersyukur karena sebelum lock down kami masih sempet travelling ke Yogya (nanti saya mau cerita tentang ini di posting berikutnya ya).

Tapi belakangan ini rasa syukur saya rasanya agak bergeser. Saya rasanya bersyukur karena benar-benar udah menganggap ini ‘the new normal’. Saya mulai menikmati ‘diam di rumah’.

Saya merasa lebih banyak quality time dengan suami, anak-anak, dan mbak. Saya jadi berefleksi ulang apakah segala kegiatan dan kesibukan selama ini benar-benar perlu dilakukan?

Saya belajar untuk tidak terlalu terpengaruh dengan berita-berita negatif di luar dan belajar fokus bersyukur atas berkat-berkat Tuhan yang selama ini kelihatannya remeh temeh.

Saya juga belajar untuk lebih peka terhadap kebutuhan sesama, dan lebih motivated untuk membantu mereka yang membutuhkan walaupun dalam skala kecil.

Saya juga jadi punya waktu untuk mencoba hal-hal baru: headstand, sepatu roda, resep baru, dagang.

….

Saya tidak lagi terlalu rindu pada mall, bioskop, atau makan di restoran.

Saat ini saya hanya rindu ibadah di gereja, ketemu orangtua, dan ngobrol langsung dengan teman-teman.

Saya jadi berpikir… mungkin ini kesempatan buat kita untuk memilah, mana yang penting, yang bermakna, yang berguna…. dan mana yang hanya buang-buang waktu dan uang saja.

10 thoughts on “The New Normal

  1. Gue masih tetap kangen wisata kuliner sih, Din. Hihihi. As much as I love cooking, tapi terkadang pingin juga dimasakin makanan yg bikin lidah gue curious, rasa2 baru, dengan suasana yang beda dengan di rumah. Ketemu temen sih jangan ditanya yah, beda rasanya ngobrol online sama ktm langsung.

    • kan kalo di Jakarta, walau di rumah tetep bisa wiskul, Le. Thanks to abang Gojek. Hehe. Ya tapi iya sih, gw juga ada lah rasa kangen makan di resto, semua dilayanin, abis itu ga usah beres2. haha

  2. Kalo gue nggak mau ini semua jadi new normal. I like our lives before pandemic. Walaupun mostly drained by the end of the day, tapi work-life balance tetap terjaga.

  3. Gw juga betah Din di rumah, jadi maximal buat oprek2 dapur, biasa kan nggak sempet jadi masak ala kadar asal cepet doang…
    Semoga kita semua sehat2 terus yah dan pandemi ini segera berakhir 😊

    • Gw malah merasa setelah banyak di rumah gini, gw ga terlalu cepet butek. Biasa tiap 2 bulanan udah kangen liburan. Mungkin gw eneg sama lalulinta jakarta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.