Tuhan di Mata Mereka

Kemarin saya bikin martabak manis dan berhasil bersarang. Saya cerita ke anak-anak bahwa sebelumnya saya buang satu loyang adonan karena bantet jelek banget.

Malamnya, waktu ngobrol-ngobrol sebelum tidur, Kirana ngomong:

“Nana marah sama Tuhan”

Saya kaget, “loh, kenapa?”

“Soalnya Tuhan bikin kue mami jelek”

Saya lega ternyata itu penyebabnya. Lalu saya jelasin ya mami gagal karena masih belajar. Tapi Tuhan bikin mami pantang menyerah, Tuhan berkati mami masih punya bahan-bahan, jadi bisa coba lagi dan berhasil.

“OK Nana ga marah lagi. Soalnya Tuhan baik bikin mami berhasil.”

Malam itu saya jadi merenung… betapa uniknya kedua anak saya dalam cara mereka mengenal Tuhan.

Raka sejak kecil (seperti umur Kirana sekarang), udah keliatan tertarik sama hal-hal yang sifatnya pemahaman. Dia nggak perhatiin dan suka lupa detail-detail nama, angka, tempat di cerita-cerita Alkitab. Tapi dia suka tanya yang sifatnya… apa ya namanya… konsep? Kaya gini nih…

Yesus kan Tuhan. Kalo Tuhan lagi di bumi, surganya kosong?

Kenapa Tuhan ciptain manusia kalo tahu manusia bakal jatuh dalam dosa?

Waktu Roh Kudus turun kan bentuknya api, pada takut gak?

Yah macam itu lah… yang bikin pengen saya suruh dia video call aja sama bapak/ibu pendeta. Haha.

Sementara Kirana… kalo kita lagi cerita Alkitab, dia keliatan cuek dan nggak tertarik. Dia cuma tertarik sama cerita-cerita yang bombastis macam Tuhan Yesus meredakan badai atau Tuhan Yesus disalib.

Tapi sejak kecil banget, dia sering menghayati keterlibatan Tuhan Yesus dalam hal-hal sepele dalam hidupnya.

Misalnya waktu dia jatuh dan benjol, lalu benjolnya mengecil, dia berulang-ulang bilang Tuhan Yesus baik ya… sembuhin benjol Nana.

Dia juga suka gambar dirinya dan Tuhan Yesus lagi melakukan kegiatan sehari-hari, misalnya lagi berenang, atau lagi berjemur.

Pernah juga dia gambar dirinya lalu Tuhan Yesus ada di dalam badan dia, lengkap dengan menu makan siang dia hari itu. Dia bilang Tuhan Yesus di dalam hati Nana. Itu makanannya buat Tuhan Yesus.

Sepertinya dia ga seberapa mikirin tentang siapa dan bagaimana Tuhan Yesus itu. Yang penting Tuhan Yesus berkuasa dan selalu ada sama dia. Personal banget lah.

Tuhan Yesus di hati Nana. Lengkap dengan makanannya

Bagaimanapun Tuhan di mata mereka, saya besyukur Dia ada di pikiran dan hati mereka.

Sementara buat saya pribadi… saya bersyukur banget dikasih dua anak. Saya jadi bisa melihat keunikan masing-masing and it amazed me everytime!

Trus pas saya cerita ini ke Mas Ben dia komen “iya ini baru dua ya. Gimana kalo…”

“HEI STOP SAMPAI DI SITU!”

2 thoughts on “Tuhan di Mata Mereka

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.