Jaka Sembung

Percakapan K dan gurunya tadi pagi ketika jadwal WA video call:

Ms. A (A): “Hai, Kirana!” (R nimbrung di belakang) “Hai, Kakak Raka!”
K: (lapor ke gurunya) “Koko keringetan!”
A: “Yes, Kirana?”
K: “Koko keringetan!”
A: “Oh iya… koko kelihatan kok. Has he finished his Zoom class?
K: “Koko keringetan!”
A: “At ten? Yes koko finished his zoom class at ten (kebetulan R emang selesai zoom-nya jam 10)
K: “No!! Koko keringetan!” (wow pantang menyerah)
A: “Yes, you’re right, Kirana” (saya yakin gurunya tetep nggak ngerti haha)

JAKA SEMBUNG lah pokoknya

Dari dulu saya selalu kagum sama teknik ‘menjawab netral seolah mengerti’-nya guru TK dan jujur saya belajar banyak dari memerhatikan mereka. Dengan adanya SFH ini, mereka semua macam naik level ya.

Bisa dibayangkan… anak-anak balita ini, denger mereka ngomong langsung aja kadang-kadang nggak jelas, masih agak cadel-cadel. Gimana via zoom atau video call dengan kualitas device yang beragam dan koneksi internet yang….. ya… begitulah.

Salut deh buat guru-guru, terutama guru-guru PAUD.

Udah mana anak-anak balita ini suka mendadak cerita hal lain di luar konteks, dengan volume suara yang tak terkontrol, ditambah lagi ada aja yang modelnya malah bicara pakai bahasa kalbu tapi ngambek kalo gurunya nggak ngerti.

Yang terakhir ini adalah anak saya. HAHA.

Kirana tuh sering nggak mau ngomong, tapi ‘sengaja’ nunjukkin sesuatu. Entah itu pamerin gambar di bajunya, atau mainannya, atau stiker di bukunya, atau kacamatanya. Dia cuma deketin aja ke kamera, berharap gurunya paham dan nanyain. Kalau gurunya nggak ngerti, dia kesel.

Untungnya gurunya K tuh emang extraordinary. 9 out of 10, selalu paham bahasa kalbu-nya K. Luar biasa lah.

Yah… ‘tanpa terasa’ (atau terasa banget), proses SFH yang tadinya dicanangkan 2 minggu saja, berlanjut sampai entah kapan. Sekarang ini, sudah masuk bulan ke-8.

Saya merasa proses SFH nya K cukup efektif. Kurikulum sekolah R dan K memang agak berat. Di kelas K1 (TK A) ini, mereka udah sekaligus belajar baca English, Indonesia, dan sedikit pengenalan vocab Mandarin. English-nya udah baca one-syllable-word, Indonesia udah baca suku kata sampai wa-wi-wu-we-wo. Berat, saya juga nggak terlalu ngajarin di rumah, tapi dari sesi zoom dan video yang dikirim, K cukup bisa ngikutin. Kelihatannya teman-teman sekelasnya juga nggak ada yang jauh ketinggalan.

Jujur hari ini suasana hati saya lagi kurang OK. Berasa cape banget, makanya nulis sebagai stress-relieve. Jadi posting kali ini ringan-ringan aja sebagai catatan kenang-kenangan masa-masa SFH.

Dalam masa SFH ini, saya semakin mengenali karakter dan cara belajar masing-masing anak saya, yang karakternya beda banget ini. Saya sebenernya enjoy ngajar mereka, tapi lelah karena bener-bener 24×7 nggak ada waktu sendiri kan.

I miss my me-time

Bayangin aja tiap saya masuk toilet, nggak seberapa lama, dari luar, pintu diketuk-ketuk manja, sambil dinyanyiin

“Elsa? Do you wanna build a snowman….?”

ELAH!

Ini dia si ‘Anna’ yang suka ngetok-ngetok pintu toilet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.