Korea 2019 – First Day in Seoul

Korea 2019 post series:
Korea 2019 – Review Hotel

Perjalanan yang ditunggu-tunggu hampir setahun lamanya pun akhirnya tiba. Kami berangkat tanggal 12 Desember 2019, tepat di wedding anniversary-nya Yohan Vira. Seperti biasa, supaya anak-anak mudah tidur di perjalanan yang panjang, kami memilih flight malam. Kali ini kami naik SQ.

Pesawat take off pk 18.00, transit dulu di Singapur. Siang-siang kami sudah tiba di Soekarno Hatta, makan Sate Senayan, main di playground, lalu pesawat kami pun berangkat.

Bawaan kami. Kali ini pakai koper, dan saya nyesel loh, tetep prefer backpackingan aja. Mungkin nanti di akhir seri posting Korea, saya bahas kenapa prefer backpack daripada koper.
Emak-emak… di mana-mana kerjaannya nungguin anak di playground
Ketika masih rukun damai bertigaan

Dari beberapa maskapai yang pernah saya coba, favorit saya masih SQ. Walaupun leg -room-nya sempit, tapi bentuk kursinya nyaman, gadget-nya terdepan, penumpang dapet complimentary earphone (jadi nggak perlu pake headphone pesawat yang nggak nyaman itu)- dan earphone-nya boleh dibawa pulang, dan pilihan entertainment-nya pun banyak.

Saking banyaknya tu entertaiment sampe Kirana nggak tidur selama perjalanan Jakarta-Singapur. Padahal dia bangun pagi dan nggak tidur siang.

Muka-muka bahagia akhirnya liburan yang ditunggu-tunggu tiba
Muka bahagia dapet makanan
Sibuk ngajarin dedenya pakai controller di pesawat
Terpesona sama entertainment pesawat. Menolak tidur

Karena itulah, nggak lama setelah sampai di Changi, saya langsung pinjam stroller airport. Si bontot yang ngotot nggak mau tidur dari pagi, langsung tak sadarkan diri. Pulaaaaas. Sempet horror karena pas boarding, dia bangun. Syukurlah… di pesawat ke Seoul, berhasil saya persuasi untuk tidur lagi. Karenaaaa… flight-nya 6,5 jam… apa yang harus hamba lakukan kalau anak saya segar? Haha.

Sampai di Changi langsung terkapar
Pemandangan indah… damai sentosa
Menjelang landing, dia bangun. Warna langit di jendela cantik banget.

Sampai di Seoul 13 Desember pagi, kami sudah ditunggu oleh driver shuttle yang sudah di-book oleh Suni, pemilik guest house tempat kami menginap selama 4 malam pertama.

Anak-anak langsung excited begitu keluar dari gedung airport dan merasakan udara yang super dingiiiiin. Saat itu jujur saya malah jiper banget. Korea dingin banget… akankah kami survive dan bisa enjoy 12 hari ke depan?

Memang buat saya pribadi… kesan hari pertama di Korea ini cukup membuat ilfil. Di hari pertama ini saya sempet merasa agak nyesel ke Korea yang dinginnya nggak kira-kira, nyesel pilih Guesthouse Suni yang kecilnya seiprit. Jujur aja hari pertama ini emang rada zonk sih. Ya sudah saya lanjutkan ceritanya dulu.

Yeay! sampai di Korea!
Tiga anak yang begitu ketemu dingin malah hepi
Istirahat sejenak di guesthouse sebelum berangkat lagi buat cari makan

Sampai di Guesthouse Suni, taro koper, lalu langsung keluar lagi buat cari makan karena kami lapaaaar. Karena masih pagi, sekitar jam 10, walaupun kelihatan banyak resto di sekeliling guesthouse, rata-rata belum buka. Akhirnya ketemu sebuah resto yang udah buka, jualan ramen.

Udahlah laper, kedinginan, roaming pula masalah bahasa. Jadi memang ternyata jaraaang orang Korea yang bisa bahasa Inggris. Orang-orang mudanya pun nggak semua bisa, termasuk yang jualan ramen ini. Bener-bener ngomong pake bahasa tarzan.

Udah gitu, karena tahun sebelumnya kami ke Jepang, membandingkannya selalu sama Jepang kan… saya jadi merasa duh ini orang Korea udah susah komunikasi, raut mukanya pun nggak ramah. Sebenernya dibilang jutek nggak juga sih, tapi memang secara general tidak seramah orang Jepang rasanya.

Resto pertama
Kucel dan kelaperan. Walaupun rasa biasa aja, langsung ludes

Selesai makan dan beli kartu bus, kami menuju ke Dongdaemun naik bus. Nah masalah naik bus ini juga bingung. Pertama kali, kami naik dari pintu tengah, tapi nggak ada yang negur, cuma diliatin aja. Belakangan kami ngeh kayanya harusnya naik dari pintu depan, turun dari pintu tengah. Selama di bus juga bingung, apa kami boleh buka stroller? Apa harus dilipat? Tapi yang jelas orang-orang macam ngeliatin gitu.

Kan selama ini kalo di negera lain, kita salah, suka ada aja orang yang negur dan kasih tahu yang bener ya. Ini nggak ada. Mau tanya pun susah, mereka kalo udah nggak bisa bahasa Inggris kaya enggan diajak ngomong. Baru kita mau nanya, udah langsung kibas-kibas tangan atau geleng-geleng kepala (kasih tanda nggak bisa bahasa Inggris). Ya hal-hal kaya ginilah yang bikin agak lelah di awal.

Tujuan kami hari itu sebenarnya mau ke landmark Dongdaemun Design Plaza. Salahnya… kami kurang survey dan malah turun aja di halte Dongdaemun. Dari Dongdaemun ke Dongdaemun Design Plaza, harus jalan kaki melewati jalanan kecil dengan kiri kanan pertokoan yang suasananya cukup berantakan. Berasa mirip di Pasar Baru karena tiba-tiba kami harus minggir karena ada kendaraan mau lewat.

Sampai di Dongdaemun Design Plaza, foto-foto sebentar, lalu balik ke Guesthouse Suni. Mau tidur siang dulu karena kami capeeee banget kurang tidur di pesawat.

Kerempongan mau naik bus
Interior bus-nya. Rapih dan nggak ramai
Jalanan sempit dan ramai, yang saya bilang mirip pasar baru
pemandangan sepanjang jalan
pemandangan sepanjang jalan (2)
Sampai di Dongdaemun Design Plaza. Duh ni anak kenapa macam udah abege
Model abege-ku
Selagi masih mau dipeluk2
Yang lagi wedding anniversary, kita kasih sesi foto post-wed ya
Foto candid. Situasi asli kalau lagi nggak pose buat difoto. Dingin bangeeeet, dan paling nggak tahan tuh di hidung. Dingiiiin
Wajib mampir setiap hari. Jajan-jajan di GS25
Atau di 7-11. Jajan terooosss
Pemandangan dari jembatan dekat guesthouse Suni. Raka kecapean sementara Ben lagi segar, jadi Kirana pinjem stroller Ben.

Sorenya, kami mau ikut walking tour-nya Today’s Friend. Mungkin pembaca blog ini udah tahu kalo saya emang suka banget sama walking tour, jadi ke manapun, saya pasti nyari vendor walking tour.

Meeting point-nya di City Hall station. Karena mulainya jam 7 malam dan kami berangkatnya udah pas-pasan, kamipun makan sambil berdiri di convenience store di depan station. Sungguh rempong makan sambil nyuapin anak sambil berdiri, sementara anak-anak kami nggak bisa diam di dalam mini market kecil itu.

Tungguh punya tunggu, kok nggak keliatan orangnya. Saya cek-cek email, nggak ada email lagi selain email konfirmasi yang dikirim H-1. Singkat cerita, terjawablah bahwa mereka membatalkan tour hari itu karena forecast-nya hujan. Mereka udah ngabarin via e-mail tapi masuk ke spam, sementara karena kami sibuk-sibuk seharian dan mostly HP mati selama di pesawat, saya nggak teliti nyari e-mail-nya sampe ke spam folder. Sebenernya mereka juga berusaha contact saya lewat telepon tapi bisa-bisanya saya salah masukkin 1 nomor. Seumur-umur baru kali ini saya salah ngetik nomor HP sendiri. Sungguh di saat yang tidak tepat!

Duh bener-bener… ZONK lagi. Udah mana tidur siang cuma sebentar, memaksa diri bangun, keburu-buru jalan ke meeting point, makan juga rempong dan keburu-buru, tahunya gagal. Sungguh saya merasa bersalah hari itu.

Tapi inilah bukti pentingnya memilih partner travelling yang cocok. Walaupun sepenuhnya kesalahan saya, nggak ada yang nyalah-nyalahin, semua dibawa enjoy aja. I love you full, my travel partners!

Karena tanpa tujuan, kami pikir mau tetap menjalani rute walking tour yang gagal… kami jalan ke arah Cheonggyecheon Stream. Tapi di tengah jalan, ngeliat Google Maps masih jauh, kok ya jiper. Apalagi anak-anak malah betah main lama di dekat pohon natal city hall.

I Seoul U – City Hall
Pohon Natal di City Hall
di pojok kanan, liat ada yang bentuknya mirip kios warna merah?
Kaya gini isinya…. anak-anak bisa main-main salju buatan

Akhirnya kami memutuskan mau ke Lotte Department Store aja.

Tapi zonk lagi karena ternyta jam 8 udah tutup dong. Jadi kami masuk tuh pintu udah setengah ditutup. Karena kedinginan, kami tetep masuk dengan tujuan mau cari makan di food court. Tapi ya sebagian besar stall di food court juga udah tutup. Duh.

Setelah pegal dan dingin agak hilang, kami terpaksa keluar lagi, lalu ketemu street food stall di depan department store. Penjualnya bisa bahasa Indonesia pula. Hari pertama pun ditutup dengan makan fish cake dan strawberry Korea yang gede-gede di pinggir jalan. Gitu aja langsung bikin hepi. Emang kita gampang hepi anaknya.

Tahun lalu masih harus bawa stroller double. Sekarang anak gede udah bisa dorongin stroller anak bontot
Di depan Lotte ada Star Avenue.
Saya nggak ngerti K-pop sama sekali. Ada nama-nama yang kamu kenal?
numpang duduk dan menghangatkan diri di food court sejenak.
Dekorasi natal di mana-mana
strawberry-nya gede dan cakep banget, macam terbuat dari plastik
K suka banget strawberry. Kami sering banget beli strawberry selama di sana. Mumpung kan ya….

Selesai makan, akhirnya kami memutuskan pulang aja ke guesthouse.

Duh maaf ya kalo cerita hari pertama terasa negatif dan melelahkan… begitulah adanya. Tapiiii hari-hari berikutnya sangat menyenangkan loh! Sampai akhirnya setelah pulang, saya pengen balik lagi ke Korea someday.

Lanjut next posting ya: Lotteworld.

10 thoughts on “Korea 2019 – First Day in Seoul

  1. Pingback: Korea 2019 – Lotteworld | Cerita Bendi

  2. Pingback: Korea 2019 – Gyeongbokgung Palace dan Insadong | Cerita Bendi

  3. Pingback: Korea 2019 – Nami Island | Cerita Bendi

  4. Pingback: Korea 2019 – Ski Lesson at Alpensia | Cerita Bendi

  5. Pingback: Korea 2019 – Snow Sledding at Alpensia | Cerita Bendi

  6. Pingback: Korea 2019 – Shopping and Eating at Myeongdong | Cerita Bendi

  7. Pingback: Korea 2019 – Everland in Winter | Cerita Bendi

  8. Pingback: Korea 2019 – Snow Showers in Seoul | Cerita Bendi

  9. Pingback: Korea 2019 – Melewati Segala Halang Rintang Menuju Incheon | Cerita Bendi

  10. Pingback: Korea 2019 – Berburu Playground Song Triplets | Cerita Bendi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.