Korea 2019 – Lotteworld

Korea 2019 post sebelumnya:
Korea 2019 – Review Hotel
Korea 2019 – First Day in Seoul

Pergi dengan anak-anak, membuat kami harus menyusun itinerary selang-seling antara yang menyenangkan ortu (yang sifatnya foto-foto, sightseeing, cultural, shopping) dan yang menyenangkan anak (theme park, playground, snow resort), supaya mereka nggak mudah bosan.

Dua theme park terkenal di Korea adalah Lotteworld dan Everland. Sebagai pecinta theme park plus bawa anak-anak pula, kami lumayan galau mau memilih yang mana. Akhirnya…. kami pilih dua-duanya! Haha.

Hari ini jadwal kami adalah seharian di Lotteworld.

Pagi-pagi, kamar kami sudah diketuk oleh anaknya Suni. Matras dilipat supaya ada space, meja kecil berisi breakfast dibawa masuk. Walaupun menunya OK, banyak, dan cukup enak, hari ini sedikit kecewa karena kok menunya bukan menu tradisional Korea seperti yang dijanjikan. Sorenya pas ketemu Suni, dia minta maaf karena malamnya dia harus mengantar teman sampai larut, jadi paginya dia nggak sempat masak makanan Korea.

Menu breakfast kami hari itu

Setelah makan, kami menuju stasiun untuk naik kereta ke Lotteworld. Di stasiun, kami sempet beli bungeoppang, roti bentuk ikan atau jagung, isinya ada yang red bean, ada yang custard. Karena kami nggak suka red bean, kami cuma beli yang custard dan enaaak banget. Kalo yang seumuran saya, mungkin inget dulu di mall-mall Jakarta sempet ngetrend Deli Manjoo, yang beli sampai ngantri-ngantri. Ya persislah kaya gitu.

Lalu kami naik kereta. Gara-gara keseruan ngobrol di kereta, kami sempet kelewatan beberapa station. Untung Yohan cepet nyadar, jadi kami nggak terlalu jauh nyasarnya.

Lotteworld terletak di dalam kota Seoul, beda dengan Everland yang lokasinya satu jam naik kendaraan dari pusat kota Seoul. Lotteworld terdiri dari dua area, outdoor dan indoor. Karena kedua faktor itu (lebih dekat dan ada area indoornya), menurut sumber-sumber yang saya baca, di musim dingin, Lotteworld biasanya lebih ramai (karena orang-orang enggan main di luar di cuaca dingin).

Pintu masuk Lotteworld mengarah ke area indoor-nya terlebih dahulu. Jadi bentuknya tuh sebuah gedung beberapa lantai (lupa, kalo ga salah 4 lantai). Seperti mall aja tapi penuh dengan berbagai rides. Jujur saya nggak terlalu impressed karena kok rasanya kaya ke Fun World atau Lollipop di Jakarta.

Jalanan dari stasiun menuju Lotteworld. Pohonnya cakep banget, masih sisa-sisa musim gugur

Lumayan jauh dari stasiun, akhirnya ketemu signange Lotteworld
South Gate, masuk ke area indoor dulu
Lotteworld Adventure (area indoor) bentuknya seperti ini
Di lantai dasar, ada ice skating arena. Tapi nggak included di ticket ya.
Mirip Fun World di mall nggak?

Karena kurang impressed, kami mencoba ke area outdoor-nya dulu. Area outdoor-nya disebut Magic Island. Nah begitu ke area outdoor ini baru saya merasakan hawa-hawa theme-park-nya. Ya mungkin ini masalah selera aja sih ya, karena di kepala saya theme park itu biasanya outdoor mungkin. Dan castle-nya tuh cakeeep. Pas buat foto-foto.

Sayangnya, hari itu Lotteworld ramai banget. Di Magic Island, kebanyakan rides-nya mirip di Dufan yang thrilling dan nggak bisa dimainin anak-anak. Sementara itu udara juga dingin banget. Jadi kami cuma sebentar di luar. Jajan tteopoki, foto-foto, main satu rides yang mirip istana boneka, lalu masuk lagi ke area indoor.

Pintu ke area Magic Island. Exterior di sisi luar pintu tersebut adalah castle-nya Lotteworld yang terkenal itu
Kaya gini castle-nya. Dreamy banget yaaaa
Ini spot wajib buat foto-foto
Yang kecil sok gede, menolak stroller. Yang gede sok capek, minta di stroller
Luv banget castle ini.
area Magic Island ramenya kaya gini
Keramaian tanpa jarak, tanpa masker. Bagaikan mimpi rasanya, sebulan setelah ini, dunia lock down ((sad))
Bingung mau main apa, semua ramai. Jajan dulu aja
Theme park means cotton candy time!
Kapan lagi dikasih makan cotton candy yang lebih gede daripada kepala
Papi minta. Kasih nggak ya?
Jadi, main apa nih kita?
Akhirnya masuk istana boneka
Hai, Lotty!
Lalu menikmati pemandangan aja. Cakep pemandangannya
Raka di sini beda banget sama sekarang. Ini sebelum dikasih ragi kayanya. Haha
Mau ke mana lagi ya?
Dingiiin. Masuk lagi aja ke area indoor deh.

Begitu masuk, udah waktunya makan siang, kami makan Panda Express. Panda Express sih terkenal enak ya… cuma berasa mahal, mungkin karena feel-nya makan Chinese fast food tapi harganya Angke. Hahaha.

Abis makan, ngantuk. Kami ngopi Angel In Us. Ini gimana ya main ke theme park, tapi sedari dateng, baru main 1 ride kayanya. Sisanya makan dan jajan melulu. Haha.

Gara-gara itu, anak gede pun bete. Emang problem nih pergi ke theme park di usia anak segini. Raka udah mulai bisa main beberapa rides yang thrilling sementara Ben dan Kirana belum bisa. Akhirnya, terpaksa kita misah. Raka dan papinya pergi cari rides yang dia mau mainin. Pas-pasan juga waktu itu Ben dan Kirana lagi tidur siang di stroller. Jadi saya, Yohan, Vira, mojok aja sambil ngangon anak.

Intermezzo, menurut pengakuan Benny, rides yang dia mainin sama Raka juga semuanya biasa aja. Nggak ada yang berkesan.

Nggak lama setelah anak-anak bangun, ada parade. Parade-nya cukup menarik dan ditutup dengan turunnya salju buatan. Kirana cukup terpesona.

12.000 Won = Rp 144.000, cuma dapet segitu. Kasihan, perutku.
Tapi makanannya enak semua
Anak tidur, mak bapak ngaso barengan. Nikmatnya anak satu.
Yang anak dua, dapet jatah seorang satu. Bapaknya temenin yang gede tidur, maknya temenin yang kecil nonton parade.
Parade-nya cakep.
Apalah theme park tanpa churros

Setelah parade, kami main rides berupa gondola dengan bentuk balon udara yang track-nya ada di langit-langit lantai teratas. Karena tinggi banget, walaupun jalannya pelan-pelan dan sebenernya bukan kategori thrilling rides, tapi lumayan deg-degan juga naik ini.

Selesai naik balon udara, tahu-tahu udah waktunya makan malam. Kali ini kami ketemu resto makanan Korea di lantai atas. Setelah itu, anak-anak ngeliat ada indoor playground. Kirana nih (dan Raka juga sih) sebenernya belum suka model-model rides yang bergerak sendiri kaya di theme park atau Timezone gitu. Dia lebih suka main di playground yang dia bisa manjat-manjat, lompat-lompat, sliding, dan swinging.

Makanya begitu liat ada area playground model begitu, matanya langsung berbinar-binar. Ternyata indoor playground di dalam Lotteworld ini juga gratis, tapi kita harus antri buat dapet giliran jam-nya. Nanti bisa main di dalam selama 1 jam. Masalahnya, antriannya panjang banget dan udah jelang tutup, jadi belum tentu juga kami bakal kebagian giliran.

Untungnya anak-anak berhasil dibujuk. Akhirnya kami main beberapa rides kecil yang sepi, lalu beli oleh-oleh di souvenir shop, dan pulang deh. Di souvenir shop, Kirana beli boneka salah satu maskot Lotteworld: Lotty. Lotty sangat berjasa bikin Kirana anteng selama perjalanan kami di Korea, dan masih disayang sampai sekarang. Udah mana harganya terjangkau, kalau nggak salah nggak sampai 100 ribu rupiah deh kalau di-kurs. Reasonable price buat ukuran souvenir theme park.

Foto di atas gondola.

Ini pasti mobil buat les nyetir, setirnya ada dua ((eh itu mah remnya yang ada dua ya))
Kirana dan Lotty, penyelamat di saat kebosanan selama di Korea

Jadi, rekomen nggak pergi ke Lotteworld? Menurut saya tetap OK sih. Mengingat tiket masuknya kalau di-kurs ‘cuma’ sekitar Rp 370.000, udah bisa main semuanya. Buat foto-foto juga cakep tempatnya. Kalau bisa perginya jangan weekend (kami pergi hari Sabtu) biar nggak terlalu ramai. Rides-nya bukan yang keren-keren banget, tapi kembali lagi, mengingat tiket masuknya yang nggak mahal, sebenernya worth it banget loh. Kalo ajak anak-anak mah pasti hepi.

Lanjut di postingan berikutnya ya. Besok kami bakal jadi model sehari di istana.

10 thoughts on “Korea 2019 – Lotteworld

  1. Hi Din! Wah, tau-tau udah hari kedua aja nih. Sama kayak yang elu cerita di awal, dari dulu gue juga nggak pernah tertarik ke Korea. Entah kenapa, walaupun baca beberapa blog orang soal Korea, tetep belum ada keinginan. Ini baca sampai hari kedua di blog elu, belum kepingin nih. Tapi jadi nggak sabar ngeliat2 hari selanjutnya, kali-kali bisa mengubah hatiku (ciyehhhh… yang entah kapan lagi bisa travel).

  2. Pingback: Korea 2019 – Gyeongbokgung Palace dan Insadong | Cerita Bendi

  3. Pingback: Korea 2019 – Ski Lesson at Alpensia | Cerita Bendi

  4. Pingback: Korea 2019 – Snow Sledding at Alpensia | Cerita Bendi

  5. Pingback: Korea 2019 – Shopping and Eating at Myeongdong | Cerita Bendi

  6. Pingback: Korea 2019 – Everland in Winter | Cerita Bendi

  7. Pingback: Korea 2019 – Snow Showers in Seoul | Cerita Bendi

  8. Pingback: Korea 2019 – Melewati Segala Halang Rintang Menuju Incheon | Cerita Bendi

  9. Pingback: Korea 2019 – Berburu Playground Song Triplets | Cerita Bendi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.