Korea 2019 – Nami Island

Korea 2019 post sebelumnya:
Korea 2019 – Review Hotel
Korea 2019 – First Day in Seoul
Korea 2019 – Lotteworld
Korea 2019 – Gyeongbokgung Palace dan Insadong

Hari ini kami ikut day tour ke Nami Island. Beruntung tournya berangkat agak siang, jam 11, jadi kami bisa agak santai pagi itu. Setelah breakfast, kami berangkat ke meeting point di Dongdaemun. Lalu dari sana, ketemu dengan tour guide, namanya Rachel. Lalu nggak lama, bus-nya datang menjemput kami. Tujuan pertama: Petite France.

Bangun pagi, liat pemandangan begini…. hati adem.
Nah ini baru Korean breakfast. Japchae, kimci, rumput laut, sigeumchi namul, korean pancake, bulgogi, dan lain-lain. Selalu amazed sama orang Korea, piring kecil-kecil gitu, nyuci piringnya nggak kesel ya?
Let’s go! Btw driver-driver bus di Korea rata-rata gahar banget deh nyetirnya. Jadi kalau mabok darat, better duduk di bagian depan.

Petite France

Petite France lokasinya bukan di Nami Island, tapi sepertinya searah karena sering dipaketkan dengan Nami Island tour. Petite France adalah sebuah theme park dengan tema desa di Prancis, terinspirasi dari buku cerita Little Prince. Konon Petite Frace menjadi tempat shooting beberapa scene drakor dan Korean variety show yang iconic.

Jujur aja, ekspektasi saya rendah. Udah mana saya nggak tahu cerita Little Prince, waktu itu nggak kenal drakor, review orang-orang akan tempat ini pun nggak terlalu bagus. Kalo baca-baca tuh, banyak yang bilang kecil, nggak ada apa-apa. Cuma ya karena paketan ke Nami Island hampir selalu ada tempat ini, ya udah dijalanin aja, penasaran juga.

Tapi ternyata saya suka banget loh. Dan Raka juga suka. Dari masih di bus dibagiin denah lokasi, Raka langsung tertarik ngeliat show schedule. Ada marionette performance, orgel demo, puppet show… sayangnya nggak ada satupun show yang bisa kami lihat karena waktunya nggak ada yang pas. Semua show nya terjadwal di siang ke sore hari, sementara kami cuma dikasih waktu 2 jam-an di pagi jelang siang hari itu. Hiks.

Selain itu.. bentuknya kan seperti desa Prancis, terdiri dari rumah-rumah kecil, di dalam rumah-rumah itu tuh ada tema-temanya. Misalnya ada yang isinya boneka dari berbagai jaman (honestly ini lumayan spooky sih haha), ada yang isinya mainan mobil-mobilan, ada yang isinya alat musik jadul. Jadi intinya seperti komplek museum kecil bertemakan Prancis.

Atraksi favoritnya sepertinya bell tower. Jadi ada sebuah menara di sini yang paling tinggi dan ada lonceng besarnya. Katanya kalo kita make a wish sambil bunyiin lonceng, wish kita bakal terkabul.

Spooky, nggak?

Di Petite France, Raka sempet ngambek nih karena dia udah pengen liat sana sini sementara kami ortu-ortu ngikutin Ben dan Kirana yang masih belum ngerti dan lelet jalannya. Akhirnya saya dan Raka misah berdua, explore ke masing-masing rumah, dan dia hepi banget. Duh maaf ya, Raka… maminya lupa kalo anak ini suka banget sama museum.

Berikut ini video singkat tentang isi rumah-rumah di Petite French yang saya record waktu jalan-jalan berdua Raka.

Belum sempat explore semuanya, waktunya udah abis. Sedih.

Beda sama review kebanyakan, saya merasa tempat ini bagus banget. Kalopun nggak terlalu suka masuk-masuk ke museum, buat foto-foto pun cakep tempatnya. Kayanya kalopun dikasih waktu setengah hari sampai seharian di sana, saya bisa enjoy deh explore semua dan menikmati semua show-nya.

Untuk informasi jelas tentang Petite France, bisa ke sini ya.

Nami Island

Tujuan berikutnya adalah Nami Island. Nami Island adalah sebuah pulau (iyalah) yang awalnya terkenal karena deretan pohonnya yang cantik di semua musim, dan tambah terkenal banget karena jadi lokasi shooting Winter Sonata.

Kalau menurut Wikipedia:

Namiseom or Nami Island (Korean: 남이섬) is a half-moon shaped island located in ChuncheonGangwon Province, South Korea, formed as the land around it was inundated by the rising water of the North Han River as the result of the construction of Cheongpyeong Dam in 1944.

Karena bentuknya pulau di tengah perairan (sungai yang besar), buat menyeberang ada 2 cara: naik ferry atau naik zipline. Kalo nggak bawa anak sih kayanya saya milih naik zipline. Haha. Tapi kali ini, tentu saja naik ferry.

Sampai di pelabuhan ferry, Rachel tour guide kami menawarkan, mau makan siang di dekat pelabuhan, ada dakgalbi yang terkenal, atau mau makan di Nami Island aja, boleh pilih. Kami pilih makan dakgalbi. Dakgalbi adalah stir-fried-chicken, dimasak sendiri di meja masing-masing pakai pan gede.

Jujur kami nggak tahu nama restonya apa karena tulisannya bahasa Korea semua, pokoknya tour guide kami ajak ke sana ya kami percaya aja. Yang jelas sebenernya resto yang kami datangi ini nggak terlalu bagus bentuknya, pelayannya juga kurang ramah (tapi karena tour guide kami sangat helpful, jadi nggak ada masalah). Tapi makanannya enak. Puas deh makan ini.

Setelah ngeliat foto dan cocokkin nomor teleponnya, nama restonya: Nami Dakgalbi Makguksu

Setelah makan, kami pun ngantri buat naik ferry nyeberang ke Nami Island. Ferry-nya bolak balik ada terus tiap 10-30 menit sekali (tergantung jam-nya). Lama perjalanan sekitar 5-10 menit.

Sampai di sana… wah ternyata memang benar Nami Island itu cantik. Saya sempet worry anak-anak bakal bosan karena “nggak ada apa-apa” dan “cuma bisa foto-foto” aja. Tapi ternyata mereka seneng banget di sini. Bisa lari-larian di alam bebas, ada playground juga. Kami juga betah.

Di Nami Island waktu itu juga ada arena snow-sled dengan salju buatan. Tapi kami nggak main karena nggak bawa baju ganti, waktunya terbatas, sementara toh besok kami bakal ke Ski Resort. Padahal sebenernya Raka udah mupeng banget.

Nggak terasa, waktu sudah habis dan kami harus menyeberang balik, naik bus, menuju tujuan terakhir: Garden of Morning Calm.

Garden of Morning Calm

Waktu sampai di sini, suasana sudah tidak kondusif.

Sebenernya bagus banget arrangement lampu-lampunya dan tempatnya lumayan luas. Bisa dilihat lah di foto-foto di bawah ini. Tapi karena saat itu kami semua udah kedinginan, kelaparan, dan anak-anak udah super-cranky (dan pesonanya agak kebanting ya dibanding Nami Island), jadinya kami cuma muter dan foto sebentaaaar banget, lalu langsung keluar lagi buat cari makan.

Sebenarnya kalau saya nggak salah inget, di bagian dalam garden ada restoran. Tapi jalannya lumayan jauh ke dalam. Kami udah terlalu lelah kalau harus masuk ke dalam lagi, jadi memilih cari makan di luar garden.

Setelah keluar, kami bingung mau makan apa. Kami kira di luar juga bakal ada restoran. Tapi nggak ketemu restoran, dan herannya dari pihak tour juga nggak kasih kami waktu untuk makan malam (mungkin dianggap kami bisa cari makan di dalam garden). Di sini cuma ada toko-toko snack dengan tempat duduk minim. Jadi hampir semua peserta tour inisiatif makan di sana.

Kami duduk aja seadanya, makan seadanya. Tapi sedap loh malahan. Udah kelaperan, makan ramen, dan nyobain berbagai street food dan jajanan ala Korea. Cukup kenyang dan hepi lah.

Selesai makan, kami kembali naik bus untuk kembali ke Seoul. Sempet ada tragedi di sini karena mendadak Kirana muntah. Untungnya kenanya ke barang-barang kami sendiri (bukan ke kursi bus atau ke orang lain). Padahal anak ini jarang muntah loh. Mungkin kecapean, makannya nggak bener, dan memang drivernya nyetirnya agak heboh sih.

Yah beginilah serunya pergi bawa anak. Tapi nggak ada kapoknya. Haha.

Sampai di guesthouse Suni, langsung lanjut packing karena besok kami mau check out dan pindah ke Alpensia. Besok kami akan ski dan main salju. Next post ya.

6 thoughts on “Korea 2019 – Nami Island

  1. Pingback: Korea 2019 – Shopping and Eating at Myeongdong | Cerita Bendi

  2. Pingback: Korea 2019 – Everland in Winter | Cerita Bendi

  3. Pingback: Korea 2019 – Snow Showers in Seoul | Cerita Bendi

  4. Pingback: Korea 2019 – Melewati Segala Halang Rintang Menuju Incheon | Cerita Bendi

  5. Pingback: Korea 2019 – Berburu Playground Song Triplets | Cerita Bendi

  6. Pingback: Camping di Highland Curug Panjang | Cerita Bendi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.