Korea 2019 – Ski Lesson at Alpensia

Korea 2019 post sebelumnya:
Korea 2019 – Review Hotel
Korea 2019 – First Day in Seoul
Korea 2019 – Lotteworld
Korea 2019 – Gyeongbokgung Palace dan Insadong
Korea 2019 – Nami Island

Shuttle bus ke Alpensia berangkat dari Myeongdong Station pukul 8 pagi. Jadi dari Suni Guesthouse, kami sudah harus jalan sekitar jam 7.15 pagi. Suni udah siapin breakfast kami dalam paperbag biar bisa di takeaway. Dia juga bantuin kami pesan taksi buat ke Myeongdong Station.

Pagi itu hujan deras, dan waktu kami sampai di Myeongdong Station, shuttle bus-nya belum datang. Jadi kami (bersama semua penumpang lain), harus neduh seadanya di pinggir gedung sambil bawa bocah-bocah yang masih ngantuk plus koper segambreng. Sungguh rempong.

Setelah masuk shuttle, kami langsung naik dan menikmati perjalanan dengan excited. Jujur rasanya deg-deg-an. Saya membayangkan semakin mendekati Alpensia, pemandangan akan didominasi warna putih salju.

Ternyata… sampai di lokasi kok nggak ada salju-saljunya? Apa karena hujan jadi saljunya ilang? Ya sudahlah, akhirnya kami check in dan titip koper karena saat itu baru jam 11 sementara jam check in pk 15.00.

Di belakang hotel, nggak ada salju-saljunya

Seperti yang sempat saya singgung di postingan review hotel, di Korea sebenarnya ada banyak ski resort. Tapi sepertinya Alpensia ini yang paling mainstream dan kids friendly.

Di dalam komplek Alpensia, ada 3 hotel: Intercontinental (paling mewah), Holiday Inn Resort Hotel (medium), Holiday Inn & Suites (paling basic). Tapi ketiga hotel ini share fasilitas yang sama, mulai dari ski dan snow sled area, playground, cinema, water park, dll. Dan semua fasilitas ini ya berbayar, cuma kalau tamu hotel dapat diskon. Saya nggak tahu sih apa beda hotel beda besar diskonnya, tapi sepertinya sama aja.

Kesimpulannya, kalo buat saya mendingan nginep di Holiday Inn & Suites aja yang paling murah, toh fasilitasnya sama aja. Udah gitu walaupun namanya basic, menurut saya sih fasilitasnya OK banget dan kamarnya gede banget.

Selesai proses check in dan titip koper, kami makan siang di sebuah resto makanan Korea di dalam komplek Alpensia. Setelah itu, kami menuju ke Ski House.

ini restonya, nggak tahu namanya apa

Ski Lesson

Ski House adalah tempat penyewaan perlengkapan ski di Alpensia. Jadi kalau mau coba main ski, nggak perlu punya perlengkapannya ya. Apalagi kita dari negara tropis, kalo beli ini itu, kemungkinan nggak akan kepake lagi kan. Penyewaan di sini lengkap mulai dari papan ski sampai jaket dan celana ski.

Di sini juga ada ski school. Kami sudah book ski lesson via e-mail untuk sesi jam 2-4 sore. Kami book paket 1 coach untuk 1 keluarga. Tadinya kami sempet galau, kalo ikut ski lesson, Ben dan Kirana yang baru 3 tahun, dititipin di mana? Sampe kita mikir gantian ambil sesi-nya. Nah iseng-iseng waktu e-mail saya tanya apa Ben dan Kirana bisa ikut. Mereka bilang, boleh ikut sekedar pengenalan ski aja. Yeay! Jadi kita ikut ski lesson-nya barengan deh.

Di depan Ski House – tempat penyewaan peralatan ski

Ternyata ya… pakai perlengkapan ski itu REMPONG SANGAT! Apalagi kami harus titipin barang-barang yang segambreng di locker (ingat, kami belum masuk kamar hotel, jadi handbag, backpack dan segala isinya masih dibawa-bawa), ditambah saya dan Mas Ben harus pakein perlengkapan ski buat 2 bocah.

Lah kita berdua aja bingung pakenya! Udah mana tebel banget pula, serasa langsung jadi Baymax. Pokoknya kami bertujuh kayanya butuh waktu 1 jam buat beres ngurusin barang-barang plus pakai perlengkapan ski.

Pertama kali liat mereka pake ini, saya langsung ngakak, udah kaya Baymax banget. haha

Cape banget, sodara-sodaraaaaaa. Rasanya waktu itu saya udah nggak mood ikut ski lesson karena persiapannya aja udah melelahkan. Haha.

Eh tapiiiiii waktu akhirnya mulai ski lesson-nya, saya semangat lagi ((huh dasar moody!)). Excited banget rasanya akhirnya ‘turun’ ke snow slope. Pertama-tama kami diajarin posisi-posisi buat meluncur, buat ngerem, dan buat bangun sendiri kalo terjatuh (zonk banget ini, saya kalo uda jatoh, pasrah aja nunggu ditolongin. Nggak bisa bangun booo… sepertinya kekurangan otot core dan quads.

Baru aja mulai, sudah terjadi drama. Kirana nangis-nangis nggak mau ikut pelajaran karena nggak betah pake ski board-nya. Disuruh main sendiri tunggu di pinggiran pun nggak mau. Sebaliknya, Raka udah semangat banget mau belajar. Dan coach kami rada strict, dia maunya saya bener-bener dengerin pelajaran-nya (nggak boleh sambil sibuk-sibuk bujukin Kirana), jadi dia nungguin saya terus, Raka tambah nggak sabaran.

Duh rempong yaaaa. Untungnya Vira baik hati, Kirana diajak ke seberang (kami belajarnya di sisi slope yang berbeda. Kami di sini, mereka di sana) supaya bisa main sama Ben (Ben juga nggak mau belajar). Untung Kirananya mau. Kirana dan Ben main salju berdua di sisi sana sambil ditemenin Vira.

Sementara itu, saya, Benny, dan Raka belajar. Hwahaha teman macam apa saya ini.

Nggak deh… abis itu gantian kok. Ya gitu lah intinya, kita ganti-gantian aja jaga anak sedemikian sampe setidaknya semuanya udah nyoba meluncur. Ya udah lah, toh kita cuma pengen nyoba, nggak mau jadi atlet profesional kok.

Berikut ini sedikiiiiit video waktu Vira lagi nungguin bocah-bocah. Bisa kedengeran suara anginnya yang dahsyat di latar belakang.

Oiya… dari coach-coach kami, jadi baru tahu bahwa salju di Alpensia ini ternyata buatan dan udah lama nggak hujan salju. Jujur sedikit sedih sih karena kami pengen ngerasain salju asli. Tapi ya udah lah ya, kami cuma bisa berdoa selama pas kami masih di Alpensia, bisa ngerasain salju turun.

Ski lesson selesai sekitar jam 4.30 sore. Badan cape, perut laper. Anak-anak udah teriak-teriak laper, langsung dijajanin churros sama Vira di cafe Ski House ((beuh kurang sempurna apa travel partner saya)) sementara kami beres-beres dan balikin perlengkapan ski sewaan.

Yeay! Seru!
Laper-laper, dijajanin churros

Setelah itu kami ambil koper dan masuk kamar.

Reaksi kami pas masuk kamar…. BAHAGIAAAAAAAA. Kamarnya gede banget ya ampuuuun…. apalagi setelah kami sempit-sempitan di Guesthouse Suni, rasanya hati ikut legaaaaaaa ((wow lebay)).

Badan cape, perut (masih) laper, semua udah pewe nggak mau bergerak. Akhirnya saya dan Vira ‘mengorbakan diri’ turun ke supermarket buat beli makan malam.

Nikmat banget ketika di puncak kelelahan, nyobain berbagai merk dan rasa ramen instan, plus kimchi, plus bento set dari supermarket, sambil gelesoran dan nonton TV di ruang tamu.

Malam itu, setelah mandi, anak-anak bilang mau tidur di ruang tamu, jadi kami gelar bedcover di situ. Bentaran aja mereka pules. Cape banget pasti.

Lanjut next posting ya, besok kami mau snow-sledding!

6 thoughts on “Korea 2019 – Ski Lesson at Alpensia

  1. Pingback: Korea 2019 – Snow Sledding at Alpensia | Cerita Bendi

  2. Pingback: Korea 2019 – Shopping and Eating at Myeongdong | Cerita Bendi

  3. Pingback: Korea 2019 – Everland in Winter | Cerita Bendi

  4. Pingback: Korea 2019 – Snow Showers in Seoul | Cerita Bendi

  5. Pingback: Korea 2019 – Melewati Segala Halang Rintang Menuju Incheon | Cerita Bendi

  6. Pingback: Korea 2019 – Berburu Playground Song Triplets | Cerita Bendi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.