Korea 2019 – Everland in Winter

Korea 2019 post sebelumnya:
Korea 2019 – Review Hotel
Korea 2019 – First Day in Seoul
Korea 2019 – Lotteworld
Korea 2019 – Gyeongbokgung Palace dan Insadong
Korea 2019 – Nami Island
Korea 2019 – Ski Lesson at Alpensia
Korea 2019 – Snow Sledding at Alpensia

Korea 2019 – Eating and Shopping at Myeongdong

Hari ini adalah hari yang ditunggu-tunggu Raka: kami mau ke Everland. Karena lokasinya di luar kota, kami memutuskan cari yang mudah dan praktis aja: book paket tiket masuk+transport dari Klook.

Meeting point-nya di Exit 2 Myeongdong Station. Di jam yang ditentukan, kami tinggal nunggu di sana, naik bus, lalu setelah sampai, tinggal tunggu tour guide-nya beliin dan bagi-bagi tiket masuk. Jam pulangnya bisa pilih sore atau malam, lalu tinggal datang ke meeting point sesuai jam yang disepakati. Kami pilih jam pulang malam.

Di dekat meeting point, ada Tous Les Jours bakery. Ini bukan bakery Prancis tapi bakery Korea loh ya… Haha jadi inget drakor Reply 1994. Kami sempet masuk sana, menghangatkan diri, sekalian beli roti. FYI di Everland kita boleh bawa makanan dari luar, jadi kami beli beberapa roti buat snack anak-anak.

Setelah nunggu sebentar akhirnya bus datang. Walau cuma paket transport aja, ada tour guide-nya juga. Dia yang mendata kita mau pulang sore atau malam. Dan dia juga yang beliin tiket masuk. Jadi kita tinggal tunggu aja deket pintu masuk Everland.

Begitu masuk Everland, saya langsung merasa agak mirip Disneyland mulai dari dekorasinya sampai zonasinya. Yang unik dari Everland adalah lokasinya yang terletak di perbukitan, sehingga jalanannya tuh naik turun. Udahlah mana tempatnya tuh luaaaaaaaaas banget deh perasaan. Dan Everland pada saat winter itu…. dingiiiin buangettttt kakaaaak.

O iya kalau mau ke sini, boleh install Everland Mobile Apps. Walaupun apps-nya berat dan agak lemot, tapi cukup berguna, jadi bisa memilih rides dan show yang sesuai dengan umur anak-anak kita, berikut lokasi dan durasi antrinya.

Nah berdasarkan apps, antrian T-express (roller coaster kayu satu-satunya di Korea, yang jadi rides favorit di Everland) belum terlalu panjang. Karena itu kami memutuskan langsung jalan ke arah sana walaupun lokasinya jauuuuh di bagian belakang theme park. Di perjalanan, kalau ketemu rides anak-anak yang sepi (dan pagi itu mostly masih sepi tanpa antrian semua), ya kita main dulu.

Setelah melalui perjalanan panjang naik turun bukit (literally loh ini) sampailah kami di T-express. Setelah melihat aslinya, Vira memutuskan mau jadi penjaga anak aja. Bersyukur loh kami punya teman berhati mulia seperti dia ((haha)). Udah mana pas dititipin, si Kirana pake BAB segala pula. Astaganaga… nanti kalo jadi menantu beneran, jangan macem-macem kamu sama Onti Vira, nak. Dicebokkin pun udah pernah.

Lalu antrilah saya, mas Ben, dan Yohan bertiga dengan sukacita sambil saling menakuti-nakuti karena… pas antri, suara kretek-kretek kayu roller-coaster-nya cukup intimidatif. Untunglah apps-nya sesuai, antrinya tidak terlalu lama.

track kayu yang intimidating
excited tapi ngeri

Setelah main, gimana kesan-kesannya? Seruuuuu lintasannya panjang, tinggi banget, dan nukiknya tajam luar biasa. Ditambah lagi pemandangan rangka kayu roller coaster yang memang bikin tambah mengerikan. Tapi belum mengalahkan gilanya Flying Dinosaur di Universal Studio Osaka.

Oh iya sedikit tips lagi… kalau kalian bawa anak seperti kami, di Everland secara resmi nggak ada sistem antri ‘alternate ride’ seperti di Universal Studio Osaka. Tapi, dengan minta ijin ke staff-nya dengan usaha yang teramat keras (karena kendala bahasa – kebanyakan nggak lancar berbahasa Inggris) dan sedikit memelas, di beberapa rides, kami bisa antri dengan barengan lalu main bergantian (tanpa antri lagi). Lumayan, jadi nggak buang waktu.

Setelah main T-Express, kami sempat nonton parade, lalu makan siang, baru lanjut main lagi. Walaupun kelihatannya yang kami lakukan baru sedikit, nyatanya udah habis waktu lama karena tempatnya luas banget dan jarak dari satu area ke area lain lumayan jauh.

Berikut ini review dari rides yang sempat kami coba.

Raptor Ranger. Ini lucuuu. Mainannya mirip escape room tapi outdoor. Tugas kita adalah membuka pintu keluar sesuai kode yang diberikan, sambil dikejar-kejar raptor. Suasana, sound effect, smoke effect, bikin deg-deg-an loh. Udah mana nggak terlalu paham juga sama kode-nya kan. Jadi kami lari-larian nggak jelas ngikutin orang-orang doang. Tapi seru. Haha. Saya nggak share banyak foto ya biar nggak spoiler. Soalnya kalo udah tahu, keseruannya bakal berkurang.

Lost Valley. Jadi di dalam Everland ini ada zoo-nya juga (iyeee theme park nya emang gede banget). Dan bukan macam petting zoo doang gitu loh. Tapi beneran kaya di Taman Safari, kita naik shuttle bus, lalu jalan ke dalam ‘taman safari’nya lihat-lihat binatang macam singa, beruang, jerapah. Jelas anak-anak happy lah.

Kizcovery. Kirana nih sebenernya nggak terlalu suka sama rides. dia tuh sukanya playground di mana dia bisa aktif lari-lari, manjat-manjat, main perosotan. Jadi sepanjang di Everland dia minta cari perosotan. Nah untungnya ada Kizcovery. Ini adalah indoor playground seperti di mall-mall. Pengunjung boleh ambil giliran masuk jam berapa, lalu boleh di dalam selama 1 jam. Nah apps jadi berguna lagi, bisa pilih jam melalui apps seinget saya. Pas jam giliran kita, tinggal masuk, lalu bebas main deh selama 1 jam. Lumayan, numpang istirahat dan menghangatkan diri (Kalo di Dufan masuk indoor playground buat ngadem, kalo di sini cari hangat). Playground-nya cocok buat bayi sampai 5 tahun-an karena semuanya soft-surface. Buat Raka sebenernya kurang pas (anaknya pun sempet complain) karena nggak ada bagian yang challenging. Tapi ya gimana ya, Ka… Kudu ganti-gantian kita menyenangkan kamu dan dedek-dedek.

Flying Elephant, Lily Dance dan Top Jet. Ini ya kaya di Dufan lah. Gajah bledug, cangkir-cangkiran yang muter-muter, dan satu lagi yang pesawat-pesawatan gitu.

Dragon Coaster. Roller coaster untuk anak-anak. Kirana dan Ben pun bisa main, jadi ini perdana mereka naik roller coaster. Lumayan seru buat mereka.

Spooky Fun House. Sesuai namanya, ini adalah rumah hantu yang fun instead of scary. Modelnya kita jalan kaki ke dalam (nggak naik kereta). Cocok buat anak-anak.

Racing Coaster. Saya main berdua Raka karena Ben dan Kirana belum bisa main. Rides ini nggak se-cemen yang saya bayangkan. Lumayan seruuu.

Space Tour dan Lenny’s School of Magic. Keduanya adalah 4D-rides. Raka bisa main tapi Ben dan Kirana nggak bisa. Nah di sini kami membujuk pakai alternate rides. Rides-nya lumayan aja lah. Not bad tapi nggak yang spektakuler banget.

Shooting Ghost. Jadi ceritanya kita naik kereta, ada tayangan 4D nya lalu kita harus nembak hantu-hantu. Ini seru, anak-anak pasti suka.

Selain main rides di atas, kami juga sempat nonton 2 macam parade (siang dan malam). Dua-duanya bagus. Lalu kami ke Four Seasons Garden, yang mana karena pas kami pergi, lagi winter, temanya Christmas. Duuuuuh baguuuuuuus banget dekorasinya. Soooo dreamy.

Di bawah ini adalah pemandangan di Four Seasons Garden. Aduh beneran ini bagus banget. Foto-foto nggak terlalu bisa capture keindahannya karena susah foto di tempat gelap dengan latar lampu, udah gitu rame banget pula manusianya. Tapi beneran buat saya, ini perfect!

Penutup hari ini adalah nonton Time Oddysey. Time Oddysey adalah closing show Everland. Saya merasa show-nya agak kelamaan. Bagian awalnya berupa projection mapping dengan narasi dalam bahasa Korea yang tentu saja tidak kami pahami. Bagian ini tuh lumayan panjang. Udah mana malam itu suhunya sampai minus, dingin banget, saya sampe hampir ketiduran. Bagian keduanya barulah kembang api. Untungnya kembang apinya sama sekali tidak mengecewakan.

Kami juga window shopping ke berbagai souvenir shop yang tersebar di dalam Everland. Souvenir shop-nya banyak dan bertema sesuai zona. Mirip-mirip Disneyland deh. Souvenirnya juga sebenarnya lebih menarik dan variatif (dan lebih mahal juga) dibanding di Lotteworld. Tapi karena karakternya nggak kami kenal, akhirnya kami nggak banyak belanja juga sih.

Waktu kembang api terakhir selesai, kami harus buru-buru jalan ke arah gate utama, karena sudah menjelang meeting time dengan tour (ini downside-nya pakai tour nih, lebih nggak repot tapi lebih nggak bebas) sementara udah janji mau beliin Raka mainan. Udah gitu kami belum makan malam pula, Kirana udah tidur, dan jalan dari lokasi kembang api ke gerbang depan tuh jauh dan NANJAK.

SEDAP.

Salah satu tanjakan dan tangga yang harus kami lalui. Baru salah satu loh ya ini.

Jadinya kami memutuskan mencar. Yohan Vira, dan Ben jalan sendiri buat beli oleh-oleh dan cari makan malam. Mas Ben lari dorong stroller berisi Kirana yang tidur, sambil nyari makan malam yang bisa di take-away. Sementara saya, lari-lari sambil gandeng menyemangati Raka yang sebenarnya udah kecapean, tapi masih mau beli mainan karena seharian udah dijanjiin.

Begitu semua kelar dan sampai di bus, duh rasanya lega dan kaki lemas. Tapi inilah nikmatnya pergi bawa bocah-bocah. Cape tapi seru dan nggak pernah nyesel.

Apalagi ngeliat muka-muka bahagia mereka… Apalagi sampai ngeliat mereka sampai sekarang masih inget memory-nya. Rasanya semuanya worth it.

Lanjut ke next post ya. Besoknya kami mau jalan-jalan lagi di Seoul lalu dapat surprise dari Tuhan!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.