Refleksi Kehidupan dalam Game of Life

Ada yang tahu Game of Life, nggak? Jadi ini adalah sebuah board game yang cara mainnya agak mirip Monopoly, tapi menurut saya sih lebih simple buat anak-anak.

Game Overview

Permainan ini bisa dimainkan maksimal 4 orang. Masing-masing pemain mendapat 1 kendaraan, 1 orang, 1 pet, dan uang $200. Di awal permainan, boleh pilih mau kuliah dulu atau langsung kerja. Kalau mau kuliah, harus bayar ke bank, jalannya agak memutar, tapi nanti pilihan pekerjaannya bergaji lebih besar. Sedangkan kalau milih kerja, nggak perlu bayar, nggak lama bisa langsung dapet gaji, tapi pilihan pekerjaannya hampir semua bergaji kecil.

Sepanjang perjalanan, sebagian besar adalah kotak-kotak Action. Kalau berhenti di kotak ini, kita bisa ambil Action Card lalu menjalankan misi sesuai isi kartu. Hasilnya, bisa dapat extra money, tapi juga bisa malah harus bayar denda.

Selain kotak action, juga ada kotak Salary, yang kalau kita lewati berarti dapat gaji sesuai pilihan karier di awal. Kalau butuh uang tambahan, bisa pinjam ke bank. Nanti di akhir permainan, semua hutang harus dibayarkan beserta bunganya.

Lalu nanti akan ketemu jalan bercabang, mau memilih sekolah lagi atau nggak. Kalau yang di awal milih kerja, lalu sekarang mau pilih sekolah lagi, harus bayar ke bank, tapi bisa ganti karier dengan pilihan gaji yang lebih besar.

Jalan bercabang kedua adalah Family Path atau Life Path. Kalau memilih Family Path, jalannya sedikit lebih panjang, dan di tengah jalan ada kesempatan untuk punya anak dan rumah.

Jalan becabang terakhir adalah Safe Route atau Risky Road. Di Risky Route ada kesempatan untuk dapat extra money, tapi kalau kurang beruntung, bisa-bisa malah harus bayar denda yang lumayan.

Permainan berakhir setelah semua pemain mencapai garis finish (yang disebut Retirement/pensiun). Di akhir permainan, semua asset yang dimiliki akan diuangkan. Asset ini berupa Action Card yang kita ambil sepanjang perjalanan, rumah, binatang peliharaan, dan juga anak. Pemenangnya adalah pemain dengan nilai uang terbanyak.

Siapa tahu ada yang lebih suka nonton daripada baca

Game Review

Saat ini, Game of Life adalah board game favorit di keluarga kami. Anak-anak minta main terus lah pokoknya.

First of all, saya suka design dari game ini. Warna-warni tapi nggak menyakitkan buat mata. Ilustrasinya cukup cakep lah.

Buat Raka (7,5 tahun) game ini pas banget. Tingkat kesulitannya pas buat dia yang baru lancar baca dan mulai belajar menghitung uang. Buat Kirana (4,5 tahun), rules game ini cukup bisa dia pahami. Dia belum bisa baca dan hitung uang, jadi buat bagian ini masih kami bantu. Tapi dia cukup bisa ngerti buat menyelesaikan action-action dan menjalankan bidaknya.

Buat kami orangtuanya, sejujurnya game ini lumayan bikin ngantuk karena kurang challenging dan mainnya lumayan lama. Hehe. Tapi dengan tujuan quality time bersama anak-anak, game ini menjalankan tugasnya dengan sangat baik.

Refleksi Kehidupan

Yang menarik buat saya adalah, game ini lumayan akurat menggambarkan tentang hidup manusia dan pilihan-pilihannya. Jadi sambil main, bisa sambil sharing ke anak tentang pilihan-pilihan dalam kehidupan sekaligus menyelipkan value-value yang mau kita ajarkan ke mereka.

Berikut ini contoh hal-hal yang bisa dipelajari dari Game of Life.

Tentang pilihan kuliah atau langsung bekerja

Kuliah memang butuh biaya dan waktu, tapi bisa membuka kesempatan karier yang lebih cerah. Tapi kalau misalnya tidak bisa kuliah juga bukan berarti masa depan pasti lebih suram. Kalau terampil dan beruntung, bisa aja dapet penghasilan yang nggak kalah besar. Dan di masa depan juga masih ada kesempatan untuk kuliah lagi dan mengubah karier.

Tentang pilihan berkeluarga

Berkeluarga (dalam game ini berkeluarga = punya anak) juga adalah sebuah pilihan. Tapi walaupun memilih untuk punya anak, belum tentu juga kita pasti dapat anak. Semua tergantung berkat Tuhan. Punya anak juga jalannya jadi lebih panjang (dalam kehidupan, berarti ada tanggung jawab lebih), tapi di akhir permainan, anak yang kita ada value-nya. Dalam game ini memang anak dinilai dengan uang, tapi dalam kehidupan value anak tentunya beda ya, lebih ke cinta dan kebahagiaan.

Tentang pilihan berisiko

Melalui pilihan Safe Road/Risky Route, kami bisa mengajarkan tentang konsep high risk high return.

Tentang bunga pinjaman

Melalui kesempatan pinjam uang ke bank, kami juga jadi bisa menjelaskan tentang hutang dan bunga pinjaman, tentang kenapa kalau bayar hutang jadi lebih mahal daripada uang yang kita terima.

Tentang kesuksesan

Nah ini yang paling saya suka. Melalui game ini, kami bisa mengajarkan bahwa kehidupan tidak harus seperti balapan. Yang menang di game ini bukan yang finish/retire duluan. Yang menang adalah yang uangnya paling banyak.

Gimana caranya bisa dapet uang paling banyak? Bisa dari beli rumah yang pas dijual nilainya bagus, bisa dari jumlah anaknya banyak, bisa dari pilihan kariernya bagus, bisa dari sering ambil kartu action yang menguntungkan. Banyak jalan menuju Roma deh pokoknya.

Pemenang bukanlah mereka yang lulus, nikah, kerja, punya anak, lalu pensiun duluan. Pemenang adalah mereka yang sepanjang perjalanan banyak mengambil ‘action’, banyak memilih opsi yang tepat buat hidupnya, dan tentu juga ada faktor keberuntungan (dalam hal ini kita ngajarinnya sebagai karunia Tuhan).

Tidak perlu kecil hati kalau nanti melihat orang-orang lain sepertinya udah jauh di depan. Karena nanti di akhir hidup kita, bisa jadi proses, pengalaman-pengalaman, pilihan-pilihan, membuat kita lebih ‘kaya’ dibanding mereka sekalipun kita kelihatan ketinggalan.

…….

Menarik kan? Musti minta endorse Hasbro nih saya.

Kalau keluarga kalian, biasanya main apa kalau lagi quality time bareng anak-anak? Boleh dong share ide aktivitas, game, atau board game favoritnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.