Pesan Kehidupan dalam drama ‘When The Camellia Blooms’

Fix, saya semakin terjerumus ke dalam jurang drakor. Bukan cuma saya, tapi Benny juga. Jadi tiap malam, setelah anak-anak tidur quality-time kami adalah sambil ngedrakor 1-2 episode.

Drakor terakhir yang kami tonton adalah When the Camellia Blooms (WTCB). Dan saking amazed-nya sama drama ini, Benny sampe suruh-suruh saya review.

7 Alasan Kamu Harus Nonton KDrama 'When the Camellia Blooms'
Saya sukaaaaa semua karakternya.

Kami awalnya kurang tertarik nonton ini karena nggak familiar sama Gong Hyo Jin dan pas nyoba nonton episode satu kok kaya kurang menarik. Tapi akhirnya diniatin nonton karena penasaran, soalnya dia highest rating drama di 2019 dan menang banyak award. Eh makin ke belakang makin hooked, dan pas kelar nonton kami langsung komen “Gile nih film, nggak heran banyak menang award.”

WTCB bercerita tentang Dong-baek, seorang single mother dari luar kota yang pindah ke kota kecil, Ongsan, dan membuka bar di sana. Karena single mother, nggak jelas siapa bapak dari anaknya, plus buka bar pula, dia jadi bahan gosip dan bully ibu-ibu di kota itu. Enam tahun kemudian, Hwang Yong Sik, seorang polisi dipindahtugaskan ke kota tersebut dan langsung jatuh cinta sama Dongbaek. Dari sini lah konflik-konflik muncul.

Waktu saya cari-cari tau sinopsisnya, ya kira-kira sebatas itu aja. Jadi saya pikir ini romance biasa. Tapi ternyata ini drakor luar biasa.

Yang bikin betah nonton, karena konflik dan reaksi tokoh-tokohnya terhadap tiap konflik tuh terasa wajar, nggak dramatis. Rasanya kita bisa paham, kenapa tokoh yang ini kok begini, kenapa yang itu kok begitu. Selain itu, menurut saya soundtrack-nya enak-enak. Akting pemainnya juga rasanya baguuus semua sampai ke figuran-figurannya. Romance-nya nggak berlebihan, tapi manis.

dan Kang Ha Neul-nya gemes. haha

Tapi yang mindblowing adalah tema keseluruhannya, macam paket lengkap.

Di episode-episode awal, kirain ini comedy romance
Mulai ke tengah-tengah, loh ternyata ini thriller/crime ya?
Agak ke belakang, oh ternyata ini tema besarnya tentang parenthood.
Pas ending… wow… rasanya macam dengerin motivator dalam bentuk drama 20 episode.

SPOILER ALERT

Di bawah ini mungkin mengandung spoiler ya…. Saya udah berusaha meminimalisir kemungkinan spoiler sih, dan nggak menjelaskan detail isi cerita. Tapi kalau belum nonton dan nggak suka spoiler, better skip aja.

.

.

.

.

.

.

.

.

Berikut ini pesan-pesan kehidupan yang jadi bahan perenungan dan obrolan saya dan Benny:

Kehidupan bisa menyerang kita dengan keras, tapi kita mau jadi orang seperti apa, pilihan itu di tangan kita.

Masa kecil Hyang-mi dan Dong-baek sebenernya mirip-mirip. Sama-sama dapat stigma negatif sejak kecil, yang satu karena miskin, yang satu karena yatim piatu. Mereka sama-sama ditinggalkan orangtua dari kecil sehingga sama-sama kurang kasih sayang. Tapi waktu dewasa, walaupun sama-sama kesulitan ekonomi, Hyang-mi dibenci banyak orang sementara Dong-baek dicintai banyak orang. Hyang-mi sendiri mempertanyakan hal ini. Tapi ya dilihat-lihat karena Dong-baek memang selalu menabur kebaikan ke banyak orang, sementara Hyang-mi menghalalkan segala cara untuk memenuhi keinginannya.

Nasib boleh mirip, tapi pilihan-pilihan hidup membuat ‘ending’nya beda. Menabur yang baik, akhirnya menuai yang baik.

When camellia blooms

Anak-anak diberi 9 selalu minta 1 tambahan, orangtua memberi 10, tetap selalu mau kasih lebih.

Anak sudah diberi yang terbaik, selalu merasa kurang. Orangtua sudah memberikan semuanya, selalu merasa ingin memberi lebih untuk anaknya. Nggak terlalu pesan kehidupan, lebih ke stating fact aja. Memang demikian adanya.

Tentang menjadi orangtua yang baik

Di film ini ada banyak tipe-tipe orangtua. Ada yang cukup bijaksana, melindungi dan mendukung sesuai porsinya. Ada yang menutupi kekurangan anaknya sedemikian rupa. Ada yang meninggalkan anaknya karena merasa tidak bisa memberikan yang terbaik. Ada yang memanjakan keterlaluan sehingga anaknya tidak dewasa. Ada yang bergantung pada anaknya sehingga ‘memaksa’ anaknya dewasa sebelum waktunya. Ada yang selalu ikut campur dan terlalu mengatur. Dan digambarkan juga bagaimana akibat macam-macam pola pengasuhan ini terhadap perkembangan anak-anak mereka ketika dewasa. Cakep.

Tentang hubungan yang sehat

Sepanjang 20 episode memang menurut saya hubungan Yong-sik dan Dong-baek nih hubungan yang sehat. Yong-sik diceritakan bucin banget dari awal, nyosor banget, ngejar-ngejar banget, tapi dia tetap tahu batas. Dia menghargai kondisi Dong-baek, berusaha menjaga jarak di situasi tertentu, dan baru hadir waktu dibutuhkan (dan diijinkan).

Ada satu scene yang saya suka. Jadi ceritanya Yong-sik marah karena Dong-baek berkali-kali lalai sehingga membahayakan dirinya. (ini dialognya seinget saya aja ya, kira-kira intinya gini)

Yong-sik bilang “Aku lelah kalau begini terus”
Dong-baek jawab, “Ya udah, kalau gitu kamu cari aja orang yang tidak melelahkanmu”.

Tidak seperti drama cinta lain di mana si pria bakal merayu-rayu, Yong-sik jawab, “Jangan mentang-mentang aku lebih mencintaimu, jadi kamu menggunakan kata-kata itu (putus) sebagai senjata.”.

Wow ntaps!

Saya setuju nih… dalam hubungan jangan suka ancam-mengancam, apalagi memanfaatkan perasaan pasangan. Jangan juga sembarangan ngomong putus.

When camellia blooms | Motivasi, Kutipan
Ini suara hatinya Dong-baek, dia sendiri sadar kalo dia ngomong gitu cuma buat cari pembenaran.

Hubungan harus diusahakan terus-menerus.

Sebenernya ini menurut saya salah satu tema besar di seluruh episode. Banyak karakter di drama ini yang hubungannya hancur karena ‘take it for granted’. Mengira hubungannya aman-aman saja lalu kurang dipupuk, pada akhirnya hancur berantakan.

Menikmati apa yang ada di sepanjang perjalanan kehidupan, bukan menantikan happy ending

Part ini sebenarnya tersirat aja, dari dialog-dialog Dong-baek di sepanjang episode, lalu disimpulkan di episode terakhir. Hanya sekilas, tapi cukup ngena buat saya. Dong-baek selalu merasa hidupnya penuh kesialan. Dia selalu mikirnya suatu saat nanti ‘jatah’ kesialannya akan habis, lalu setelah itu baru dia bisa happy. Tapi lalu di akhir episode dia bilang, harusnya bukan kaya gitu, tapi harusnya membuka mata dan menikmati setiap kebahagiaan yang ditemui di sepanjang hidupnya.

Kata-kata positif bisa mengubah kehidupan

Dong-baek seumur hidupnya susah, mengalami ditinggalkan banyak orang, jadi dia sebenarnya merasa nggak berharga. Yong-sik yang orangnya sederhana dan optimis, selalu memuji-muji Dong-baek. Waktu orang-orang mengasihani, Yong-sik selalu bilang Dong-baek itu hebat, cantik, dan keren, dan Dong-baek pasti bisa meraih kebahagiaan. Lama-kelamaan Dong-baek jadi benar-benar percaya kalau dia itu kuat dan keren, semakin lama karakternya semakin berkembang, semakin berani melawan orang-orang yang menindas dia, semakin berani menyatakan keinginannya, dan akhirnya melindungi dirinya sendiri.

Inilah pentingnya kita memilih bergaul dengan siapa. Penting untuk menempatkan diri kita di tengah orang-orang yang optimis dan positif. Sebaliknya, kita juga bisa jadi orang-orang yang positif, who knows… kata-kata kita mungkin bisa mengubah hidup orang lain menjadi lebih baik.

Yong-Sik nggak cuma bilang Dong-baek cantik, tapi sering bilang Dong-baek keren dan mengagumkan.

Tentang berani bersikap dan punya prinsip

Ahjummamshies on Twitter: "K-Drama Quote of the Day: #WhenTheCamelliaBlooms  #GongHyoJin #KangHaneul… "

Keajaiban adalah kumpulan kebaikan-kebaikan kecil yang dilakukan manusia

Kalau yang ini jelas-jelas di-mention di episode terakhir. Ditunjukkan gimana keajaiban yang diharapkan Dong-baek akhirnya terjadi karena campur tangan banyak orang yang melakukan bagian-bagian kecil sesuai kemampuan mereka, sehingga menghasilkan suatu ‘keajaiban’ besar. Bagian ini klimaks dari keseluruhan drama ini sepertinya. Bahkan di ending seperti ditegaskan lagi, memotivasi kita untuk melakukan kebaikan-kebaikan kecil setiap harinya untuk menciptakan ‘keajaiban’. Manis banget deh bagian ini.

Miracles don’t exist. It’s the little heroes inside us working together. The donations that quietly pile up. The small acts of kindness done by kind people. It’s just a result of all the good deeds you’ve done. You just think it’s a miracle.

When The Camellia Blooms

….

WTCB bukan tipe drama yang pengen saya tonton berulang-ulang, tapi tipe drama yang meninggalkan rasa hangat di hati, dan bikin merenung tentang kehidupan ini.

Ada yang udah nonton juga?

2 thoughts on “Pesan Kehidupan dalam drama ‘When The Camellia Blooms’

  1. dan aku suka sama campur tangan para ibu tetangga untuk melindungi Dong Baek, Kang Pil Gu juga bikin tiap episode jadi ucul, suka semua karakter di drama ini, termasuk si Ibu Pengacara dan suaminya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.