Camping di Highland Curug Panjang

Udah lama kami pengen ajak anak-anak pergi camping, jauuuh sebelum pandemi. Tapi tertunda-tunda karena waktu itu mikir Kirana masih kekecilan, repot, lalu menunggu musim hujan lewat, lalu bentrok banyak agenda lain waktu liburan, dan seterusnya sampai akhirnya pandemi datang, sehingga rencana ini akhirnya nggak terwujudkan.

Nah beberapa bulan terakhir tuh Raka dan Kirana berkali-kali ngodein Papi Maminya, bahwa mereka pengen pergi camping. Awalnya kita tunda-tunda karena masih musim hujan, lalu mempertimbangkan corona juga. Tapi setelah banyak pertimbangan, akhirnya kami mulai serius nih survey-survey tempat camping, walau entah kapan perginya.

Sampailah jelang libur sekolah, awalnya Vira ngajakin hiking. Bersamaan dengan munculnya ajakan ini, saya ketemu Highland Curug Panjang yang paketnya udah include hiking dengan guide. Ya udah deh, akhirnya rencana camping pun jadi.

Kami ambil paket family dengan harga Rp 265ribu/pax (Di bawah 5 tahun masih free, jadi kami cuma bayar 3 pax) sudah include tenda, kasur, bantal, selimut, flying sheet, alat masak, air mineral, dan paket hiking. Jadi ini campingnya level cemen lah, udah full facility, tapi semuanya tetap sederhana, jadi nggak semewah glamping juga.

Persiapan sebelum berangkat bikin saya super excited sekaligus deg-deg-an. Maklum kan kami belum pernah survey langsung ke lokasi, cuma berbekal foto-foto instagram dan vlog orang-orang yang pernah camping di sana. Kami juga baru pertama kali ngajak anak-anak camping. Gimana kalo mereka nggak betah, minta pulang, nggak bisa tidur, mengeluh bosan, takut jorok, daaaaan sebagainya. Kalo anak-anak sih, super excited. Mereka cerita ke semuaaaa orang yang mereka temui tentang rencana camping ini.

Tibalah hari-H, Sabtu 12 Juni 2021. Karena sempat kena macet akibat razia tes antigen, kami baru sampai di lokasi sekitar jam 12.30 siang. Di parkiran, langsung disambut seorang camping staff yang mengantarkan kami ke tenda yang sudah disiapkan. Tendanya ternyata cukup luas, setelah diisi 3 kasur, masih cukup lega untuk taruh barang-barang.

Kami plus Yohan, Vira, Ben (mereka mau ikut hiking aja, nggak ikut camping) sudah daftar ikut hiking jam 1 siang. Setelah taruh barang di tenda dan istirahat sebentar, kami kumpul untuk ikut briefing sebelum hiking. Untuk hiking ini, kami dapat 1 guide yang bakal bantuin dan menunjukkan arah di perjalanan. Durasi hikingnya sekitar 1,5 jam dan finishnya di curug.

Ternyata jalur hikingnya lumayan challenging. Ada bagian-bagian yang bener-bener curam hampir vertikal (OK mungkin saya lebay, tapi ya beneran curam sih). Ada bagian yang harus turun pegangan tali, karena walaupun ga terlalu tinggi, tapi lumayan curam. Ada bagian yang harus nunduk-nunduk karena banyak dahan pohon menghalangi. Ada bagian yang harus menyusur sungai melawan arus. Seru!

Jujur saya amazed sih sama anak-anak. Mungkin karena saya waktu kecil payah kalo hiking-hiking gini. Raka sepanjang jalan maju terus, cepet, lancar, hampir nggak perlu dibantu. Saya sempet kuatir sama Kirana yang suka panik kalau kena kotor atau tekstur yang dia nggak suka. Tapi sepanjang jalan, walau kadang sambil jejeritan, tapi maju terus pantang mundur, nggak minta pulang, nggak banyak mengeluh, dan ternyata dia cukup jago dan balance manjat-manjat gitu. Ben yang dari bayi supeeeeeeer hati-hati, takut jatuh, dan resik banget, juga hebat banget! Walau sempet nangis minta pulang, tapi setelah disemangati, bisa finish strong! Keren banget dah anak-anak ini, jauh lebih keren daripada saya pas seumur mereka.

Semakin amazed karena pas susur sungai, Kirana malah hepi masuk ke air. Pas udah lewat dari jalur sungai, dia malah tanya-tanya terus “mana sih curugnya? kok ga sampe-sampe?”. Padahal terakhir kita main ke curug kan dia nangis-nangis nggak mau masuk ke air. Sungguh sebuah kemajuan. Begitu sampai di akhir jalur hiking, di curug, juga Kirana hepi main di air.

Setelah beberapa lama main, gerimis mulai turun. Kuatir keburu hujan lebat, kami memutuskan jalan balik ke camping site. Jalan baliknya nggak lewat jalur hiking yang challenging lagi kok. Jalanan batu landai dan jalurnya pendek.

Sampai di camping site, Yohan, Vira, Ben langsung pulang sementara kami mandi. Sekali lagi saya amazed sama anak-anak, mandi di kamar mandi umum sederhana yang nggak bersih-bersih amat (ya namanya juga kamar mandi umum di tempat camping, bisa dibayangkan lah ya), ada serangga, pake gayung, air super dingin, toilet jongkok, tapi mereka sama sekali nggak complain. Hepi-hepi aja. Sepertinya saya terlalu meremehkan kemampuan adaptasi anak-anak saya sendiri. Haha.

Keluar dari kamar mandi, hujan sudah agak deras, jadi anak-anak main di dalam tenda dan istirahat. Syukurlah hujannya nggak lama. Kami mulai menyiapkan dan masak makan malam sementara anak-anak sibuk main sendiri, lari-larian di sekitar tenda. Malam ini kami masak steak dan sauted mushroom plus nasi. Haha. Sungguh lokal ya makan steak pake nasi.

Sebenarnya paketan camping kami dapat api unggun, bahkan kayu bakarnya sudah disiapkan di depan tenda. Tapi camping staff yang bertugas menyalakan nggak datang-datang. Besok paginya kami tanya, ternyata mereka sibuk membantu camper-camper mandiri yang tendanya kebanjiran (Sekitar jam 7 memang hujan lebat turun).

Raka dan Kirana yang udah nunggu-nunggu karena mau bikin smores di api unggun, sempat kecewa. Tapi akhirnya terhibur karena kita tetep bikin smores tapi di kompor.

Perut kenyang, hati senang, tapi hujan deras sekali. Nggak bisa ngapa-ngapain, akhirnya sekitar jam 19.30 kami memutuskan tidur. Setelah cerita-cerita sebentar, nggak pake lama, anak-anak langsung pules, cape kali ya.

Tengah malam saya kebangun. Jujur sejak tadi saya nggak tenang tidurnya, karena hujan deras banget, kuatir tendanya banjir. Pas kebangun ini, saya denger suara air masih deras banget, pas nengok samping, Benny juga ternyata nggak tidur. Dan dia info hujannya udah berhenti, suara air itu ternyata suara sungai di samping tenda yang memang tambah deras karena habis hujan.

Sama-sama nggak bisa tidur lagi, akhirnya kami berdua ngobrol di luar tenda sambil menikmati pemandangan. Dilanjutkan cuci piring dan peralatan masak, soalnya tadi selesai masak nggak bisa nyuci karena hujan lagi deras-derasnya. Jadiii saya nyuci piring jam 2 pagi. HAHA. Setelah itu baru kami tidur lagi.

Karena tidur malamnya awal, sekitar jam 6 pagi anak-anak sudah bangun dan segar dan lapar. Mami-papinya ya masih ngantuk tapi terpaksa bangun juga. Saya langsung mulai masak sarapan, menunya hotdog sesuai request Raka.

Setelah sarapan, kami jalan-jalan keliling campsite. Terutama mau ngeliat area private camping. Jadi di Highland ini ada area private yang bisa muat maksimal 5 tenda. Jadi kalau bareng temen atau keluarga seru tuh. Tadinya kami pengen di area ini, tapi karena kami cuma sendiri dan belum pernah survey langsung ke lokasi (takut serem kalo malem tenda sendirian gitu), jadi kami nggak jadi di area itu. Hari ini kami baru survey, dan ternyata lokasinya OK banget. Next time mau coba camping di sana.

Puas jalan-jalan, waktunya main di sungai. Jadi si area campsite Highland memang dikelilingi sungai kecil, tapi lokasi tenda kami benar-benar pas di samping akses ke sebuah sungai kecil, jadi serasa sungai pribadi. Puas-puasin deh mumpung di sini. Main air sambil mengamati alam. Di sini kami baru lihat capung berbagai warna, ada yang biru, ungu dan emas. Liat kadal juga. Sebenarnya di Highland juga ada taman kunang-kunang, tapi karena semalam hujan deras, kami nggak bisa lihat deh. Yah… belum jodoh, mungkin next time.

Selesai main, mandi, lalu beres-beres… sekitar jam 10.30 kami Check out deh.

Oh iya, sedikit intermezzo, saya cukup kagum loh ada beberapa keluarga yang bawa bayi. Hebat euy. Bahkan pas kami mau pulang, ada 1 keluarga yang baru datang. Keluarga ini punya 2 anak, yang kecil masih bayi digendong dalam carrier di punggung, yang besar mungkin 6-7 tahun, dan mereka bawa tenda sendiri! Jadi papanya bangun tenda dibantu mamanya dengan anak di punggung. Ini papa mamanya pasti pecinta alam sejak muda.

Wah sungguh pengalaman berkesan deh. Semoga kapan-kapan kami bisa camping lagi. Ada rekomen nggak tempat camping yang ramah keluarga dan tendanya udah disediain? Kami belum cukup mandiri buat bawa tenda sendiri soalnya.

Buat yang mau lihat lebih jelas hiking dan area camp-nya, boleh liat video ini ya.

3 thoughts on “Camping di Highland Curug Panjang

  1. Dinn seru banget camping gini! liat videonya aja refreshed banget rasanyaa.. Raka Kirana hebatt jalurnya susah juga. Sehat2 semuanyaa dan smoga bisa camping lagi soon! Hehe ditunggu ceritanyaa

  2. Pingback: Lockdown Rambling | Cerita Bendi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.